
Saat dibuka oleh orang yang diluar, Maharani telah siap menancapkan pensil yang ada di tangannya tapi dengan sigap langsung ditangkapnya.
" Siapa kamu?" ucap Maharani tidak bisa melihat siapa yang berada di depannya karena penerangan lampu di kamarnya remang-remang.
Cup, tiba-tiba bibirnya dicium dan dihisap sebentar. Maharani kaget dan mendorong dada orang yang di depannya.
"Siapa kamu? lepaskan tanganku." teriak Maharani.
Cup, mengecup lagi dan ********** lebih dalam.
Sepertinya aku mengenalnya, ciuman ini. batin Maharani yang seolah mengenal orang yang di depannya. Maharani ingin menolaknya, tapi badan menerima sentuhannya dan pensil di tangannya terjatuh karna terbuai meskipun Ia tidak membalas ciumannya.
" Sudah bangun sayang?" ucap Adi melepaskan tautannya.
" Adi?" tanya Maharani mengenal suaranya.
" Iya, " jawab Adi menyalakan lampu kamar.
" Apa yang terjadi, kenapa aku ada di sini?" tanya keheranan.
" Sini duduk." ucap Adi menepuk samping kirinya diatas ranjang.
Adi menceritakan dari dia diculik sampai sudah berada di tempat ini.
" Trus kita sudah menikah?" tanya Maharani tidak percaya.
"Hem..." jawab Adi mengangguk.
" Aku masih tidak percaya."
" Ok ... aku sudah menduganya."
Adi mengambil ponselnya dan memperlihatkan.
" Hah ... " Maharani kaget bercampur haru saat melihat dirinya tidak sadarkan diri memakai gaun pengantin yang sedang dipeluk oleh Adi dan rekamannya yang sedang mengucapkan ijab qobul.
" Ini beneran?" tanya Maharani, Adi menjawab dengan anggukkan.
" Trimakasih, tapi sayangnya aku tidak sadar saat prosesi terpenting seperti itu." ucapny Maharani menangis terharu.
" Sudah yang penting kita menikah, untuk acara resepsinya setelah pergelaran gaun di Bali." ucapnya Adi mengusap air matanya.
" Kamu milikku, akan aku jaga sampai aku mati." ucap Adi meyakinkannya.
" Trus kalau difoto aku pake gaun, kenapa sekarang aku pake piyama? kamu yang gantikan?" . tanya Maharani menutup mulutnya.
" Tidaklah sayang, aku belum melihat tubuhmu. Rika yang menggantikan." jawab Adi tersenyum lembut.
" Aah syukurlah,." ucapnya mengelus dadanya.
" Kok bersyukur." tanya Adi heran.
__ADS_1
" Karena kamu belum melihat barang-barang berhargaku." jawabnya tersenyum.
" Oo ... kalau begitu, apa sekarang aku boleh melihatnya." tanya Adi tersenyum menggoda.
" Eem ... em." jawabnya ragu dan malu-malu.
Tanpa seizinnya Adi mengecup bibirnya lama ******* dan menghisapnya, Maharani pun membalas ciuman Adi dengan lembut sehingga terjadi *******-******* bunyi decapan. Beberapa detik kemudian tautan mereka lepas, mengambil nafas.
" Bolehkah aku menginginkannya?" tanya Adi sayu menahan gairahnya.
Maharani mengangguk malu, tanpa menunggu lama Adi mengecup dan ******* menghisap bibirnya dengan lembut begitu pun dengan Maharani membalasnya.
Adi tidak bisa menahannya sehingga membaringkan Maharani di atas kasur, sedangkan badan Adi mengkungkung diatasnya mencium kembali dengan lembut dan tangan Adi membuka piyama yang dipakai Maharani.
Terbukalah pakaian Maharani semua memperlihatkan ciptaan Tuhan yang belum Ia lihat. Tak lupa pakaian Adi pun Ia tanggalkan juga, dan mereka pun melanjutkan aktifitas malam pertamanya.
Satu jam berlalu selesai sudah aktifitas mereka dengan penuh keringat di tubuhnya yang kini sudah ditutup dengan selimut tebal.
" Trimakasih sayang." ucap Adi memeluk Maharani penuh cinta. Maharani mendongakkan kepalanya tersenyum manis pada Adi, Cup dikecup lagi bibir Maharani dengan lembut. " Manis " ucap Adi tersenyum.
Adi mengecup menghisap bibir manis dengan rakus dan lembut seakan tidak mau kehabisan, Maharani pun terbangkit lagi gairahnya.
Sehingga terjadilah pergulatan panas di ranjang kembali sampai pagi.
" Maaf ya sayang," ucap Adi mengecup keningnya dan merasa kasihan melihat Maharani terkulai lemas.
" Iya sayang ga apa-apa." ucap Maharani tersenyum memejamkan matanya. Adi tersenyum bahagia karena mendengar Maharani memanggilnya dengan sayang.
" Iya sayang." Adi memejamkan matanya sambil memeluk Maharani.
Malam begitu indah bagi kedua pengantin dadakan itu menjadi sangat cepat yang akhirnya sudah terganti dengan pagi yang cerah.
" Sudah pagi." ucap Maharani mengerjapkan matanya merasakan badannya yang terasa remuk. Sedangkan Adi baru keluar dari kamar mandi hanya dengan melilitkan handuk sepinggang.
" Pagi sayang." sapa Adi menghampiri Maharani yang masih terbaring dengan selimut tebal yang menutupi tubuhnya yang polos.
" Pagi juga." jawabnya malas.
" Badanku terasa sakit semua." ucap Maharani.
" Maaf ya sayang." ucap Maharani mengecup ujung rambutnya kemudian Adi menggendong badannya menuju kamar mandi.
" Iya .." Ucap Maharani tertunduk malu karena dimanja oleh Adi suaminya.
" Aku mandikan ya." ucapnya Adi.
" Tapi ..." jawabnya Maharani malu dan menutupi bagian intinya dan dadanya.
" Tidak usah malu karena semua yang ada di dirimu adalah milikku." ucap Adi memasukkan Maharani ke bathup yang sudah diisi air hangat.
Adi menambahkan sabun dan aroma terapi untuk menyegarkan badan Maharani.
__ADS_1
Selang beberapa menit, Adi dan Maharani keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah mandi. Sedangkan Adi masih memakai handuk kecil yang melilit dipinggangnya.
" Sayang, kamu berangkat kerja?" tanya Adi yang sedang memakai kemeja putih.
" Iya sayang, Oiya .. apa berkasnya sudah dikirim?" tanya Maharani memakai kemeja lengan panjang dan celana jeans berwarna biru.
" Sudah, Johan sudah mengurusnya." jawab Adi yang sudah berpakaian rapi.
" Ok ... trimakasih." ucap Maharani yang sedang memakai make up.
" Sudah siap sayang." tanya Adi memegang bahu Maharani.
" Sudah." ucap Maharani mengecup bibir Adi sekilas.
Mereka berjalan bergandengan menuju resto yang ada di hotel tersebut. Saat mereka akan masuk ke resto, tiba-tiba ada seseorang memanggil " Ran, ." mereka pun menoleh.
" Ada apa?" tanya Adi datar dan dingin yang ternyata Andri mantan Maharani sekaligus mantan karyawannya.
" Aku tidak tanya kamu." jawab Andri yang tidak kalah datar dan dingin.
" Jangan dekati istriku." ucap Adi menatap tajam Andri.
" Kapan kalian menikah? " tanya Adi heran karena memang dia tidak mengetahuinya.
" Bukan urusanmu." jawab Adi menggandeng tangan Maharani melewati Andri masuk ke resto.
" Mengganggu." gerutu Adi duduk di kursi begitu pun dengan Maharani.
" Pesan apa sayang." tanya Adi lembut.
" Terserah ." jawab Maharani tersenyum.
Adi memesan dua kopi coklat dan roti, selang beberapa menit datanglah pesanan mereka dan mereka langsung menikmatinya.
Setengah jam berlalu, mereka keluar menuju halaman hotel masuk ke dalam mobil menuju butik Maharani terlebih dahulu.
" Sayang, apa kami bahagia?" tanya Adi menggenggam tangan Maharani yang masih fokus menyetir.
" Sangat." jawabnya tersenyum.
Tidak lama kemudian sampailah di butik Maharani, mereka turun berjalan. Saat membuka pintu. " Happy Weding." ucap semua karyawan, Rika memberikan segenggam bunga pada Maharani." Selamat ya bos, ikut senang."
" Trimakasih." Maharani menerima bunganya.
" Trimakasih semuanya, sebagai hadiah aku traktir kalian di restotan xxx setelah bekerja nanti" ucap Maharani.
" Hore, " ucap serempak.
" Rika, atur semua." perintahnya.
" Baik bos." patuhnya tersenyum.
__ADS_1
" Kalau begitu, selamat bekerja." ucapnya tersenyum meninggalkan para karyawannya menggandeng tangan Adi.