Menejerku Mantanku

Menejerku Mantanku
Kucing besar


__ADS_3

" Nanti aku jemput." Maharani membaca pesan dari nomor yang diberi nama " My driver ", dia hanya senyum - senyum sendiri menggelengkan kepalanya.


Di tempat lain.


Adi mengparkirkan motor besarnya, Ia turun dan melepas helmnya. Saat membalik tiba - tiba bugh


Adi terpental ke samping, belum sempat berdiri Adi menerima pukulan lagi bugh ... bugh ....bugh ...


" Kamu berani sekali mendekati dia brengsek, apa kamu tidak sadar kamu tidak selevel dengannya." bentaknya menegang kerah baju Adi.


" Maksud kamu siapa?" menoleh ke arah orang yang memukulnya. " Menejer sialan." menggerutu Adi dalam hatinya.


" Maharani, apa yang kamu lakukan padanya?." bentaknya yang masih memegang kerahnya.


" Ada yang cemburu, seperti yang kamu lihat. Apa yang kami lakukan." ucapnya tersenyum smirk.


"Aarg ...." Saat akan memukulnya lagi, tangan Adi langsung menangkisnya membalas pukulan yang tadi ia terima.


bugh ... bugh ... bugh .... tubuh Adi terhuyung ke belakang.


" Kamu berani?" ucap Andri berdiri dan megusap sudut bibir yang berdarah.


" Itu akibatnya, jika kamu menyentuhku." ucap datar dan dingin dan berlalu meninggalkannya.


" Sial." ucap Andri berjalan menuju lif untuk ke ruangannya.


Sedangkan Adi ganti pakaiannya dengan seragam CS dan bergabung dengan lainnya, " Kenapa mukamu Di?" tanya salah satu temannya.


" Ada kucing besar tadi di parkiran. hehehe." jawabnya terkekeh.


" Ooh ... tugas kita sekarang ada di lantai atas, di ruang kerja petinggi." ucapnya berjalan menuju lif dan naik ke lantai paling atas.


" Adi kamu bersihkan ruang menejer ya!" perintahnya dan berlalu ke ruangangan depannya. Adi berjalan menuju ruang yang akan dibersihkan, " Kamu ganti semua bahan dengan kuwalitas rendah, Maharani tidak akan mengetahuinya karena dia jarang mengecek keadaan keuangan kantor." perintahnya pada seseorang.


" Baik pak,. kalau begitu saya permisi dulu." jawabnya patuh.


" heem rupanya ada tikus." batin Adi melangkah mundur agar tidak curiga kalau dia menguping.


Asistennya keluar, giliran Adi masuk untuk membersihkan ruangannya.


" Permisi pak," ucap Adi menundukan kepala tanda permisi untuk membersihkan.


" Kamu rupanya, mau bersih-bersih? boleh?" Adi berdiri mengobrak abrik kertas yang berada di meja, Kopi yang belum sempat diminum ditumpahkan ke lantai.

__ADS_1


" Bersihkan semua dalam waktu satu jam, paham!" perintah Andri lalu pergi meninggalkannya.


" Awas kau" gerutu Adi mengepalkan tangannya. Tidak pikir panjang Adi mulai membersihkan ruangannya dengan merapikan kertas-kertas yang berserakan, lalu mengelap bekas kopi yang sengaja ditumpahkannya. Empat puluh menit berlalu, pekerjaan Adi telah selesai.


" Aah ... capek sekali." ucapnya sambil duduk di sofa hanya sekedar mengistirahatkan badannya.


" Masih ada 15 menit." ucap Adi sambil matanya melirik ke setiap sudut dan kertas yang menumpuk menjadi pusat perhatiannya.


Adi mengecek setiap lembaran-lembaran yang ada di tangannya, " tidak ada yang penting, saat Adi meletakkan berkas lembaran di meja. Adi melihat map hijau bertulisan " Keuangan Mutiara Arta", Adi membuka dan menfoto berkas tersebut lalu ia kirimkan ke pada asistennya "cek semua keuangan yang ada di Mutiara Arta." Selsai melihat, Adi meletakkan kembali map hijau ke tempat semula.


Satu jam berlalu, Adi pun bergegas keluar dari ruangan menejernya. Saat masuk lif, " Mau kemana kamu?"tanya seseorang yang dia kenal.


"Pekerjaanmu sudah selesai?" tanyanya lagi.


" Cepat sekali, coba aku lihat. Tunggu kamu di sini."


Selang beberapa menit, " Bagus juga kerjaanmu, ini aku bayar jasamu langsung." mengeluarkan beberapa lembar uang lima puluh ribu dan dilemparkan kepada Adi. Merasa tidak terima Adi langsung memukulnya bugh ... bugh .... bugh... hingga terjengkal ke belakang." kamu pikir kamu bisa menghina saya hah." bentak Adi penuh emosi.


" Bukankah itu pekerjaanmu, kenapa kamu marah." ucap Andri mengejek.


Saat akan memukulnya lagi, tangan Adi dipegang oleh temannya. " Adi sudah, Ayo!" ajaknya.


" Permisi pak." pamit teman Adi berjalan menggandeng tangannya. Sedangkan Adi masih menatap tajam Andri, dan masuk ke lif untuk turun ke lantai bawah.


" Dia yang lebih dulu menghinaku." ucap Adi kesal dan duduk di ruang istirahat.


" Dia bisa memecatmu, karena dia berkuasa di sini. Semua karyawan memang tidak suka sama dis, karena dia selalu sewenang-wenang terhadap bawahannya. Apalagi terhadap kita yang hanya OB," ucap temannya yang juga pernah mengalami seperti Adi.


" Ooh, ada yang tidak beres di kantor ini." batinnya kesal.


Ting ... sebuah pesan masuk ke ponsel Adi. " hem ... hem ..., memang tidak beres." batinnya lagi sambil membalas pesannya lagi.


Siang menjelang sore, akhirnya jam pulang telah tiba. Adi langsung pamit dan meluncur menjemput seseorang.


Beberapa menit kemudian, Adi sudah tiba di halaman butik dan menunggu seseorang sambil duduk mainkan ponselnya.


Di dalam butik.


" Wah keren sekali, " heboh karyawan yang ada di sana karena mayoritas perempuan.


" Wuih ganteng banget, babangnya siapa sih?" celetuk salah satu karyawan dengan gemesnya.


Maharani dan Rika turun ke lantai bawah melihat gerombolan wanita yang sedang menatap ke jendela toko, dan memuji-muji yang ada di luar.

__ADS_1


" Ada apa ini, kok heboh banget?" tanya Rika ikut bergabung karena penasaran, sedangkan Maharani geleng-geleng kepala.


" Itu bu, ada yang seger-seger cakep." ucap salah satu karyawan lalu melihat ke luar.


"Ooh .... dia sudah ada yang punya itu." celetuk Rika yang sudah tau siapa tang sedang dihebohkan.


Maharani langsung ke luar dan menghampiri Adi yang sudah menunggu. Seperti biasa Adi memakaikan helmnya dan mengajaknya naik ke atas kendaraannya.


Di dalam butik heboh semua." Wah so sweet., aku mau dong digituin." heboh salah satunya.


" Jadi bos kita yang punya. Wah saingan berat ini mah," celetuk lagi dan memandang ke arah mereka yang menghilang karena sudah pergi.


Di perjalanan mereka hanya diam dan berbicara dengan pikirannya masing-masing.


Tak berselang lama, sampailah Adi di apartemen Maharani. "ayo masuk, aku obatke lukamu" ajaknya masuk ke apartemen.


" Kok bisa begini." ucap Maharani sambil mengoleskan salep di wajah Adi.


" Iya tadi kucing dan tikus saat mau bersihkan kantor." ucap Adi mengiris kesakitan.


" hem, " Maharani mengangguk.


" Selesai.'" ucapnya lagi dan beranjak membuatkan kopi untuk Adi.


" Kamu tinggal sendiri disini?" tanya Adi karena terlihat sepi.


" Iya, orangtuaku meninggal saat kecelakaan sejak aku berumur 8 tahun." jawabnya.


" Maaf." ucap Adi menyesal dengan pertanyaannya.


" Tidak apa-apa, silahkan diminum." ucap Maharani tersenyum.


Adi meminum kopi dan makan makanan kecil yang tersedia di meja. Maharani reflek mengusap bibir Adi yang ada sisa kopi. " Eem.. maaf belepotan habisnya lapar." ucap Adi kaget tapi senang.


Maharani hanya tersenyum dan beranjak. Saat berjalan, tangan Maharani dicekal dan terduduk di pangkuan Adi.


Adi memeluk pinggangnya dan mencium wangi rambut Maharani. " Eem .... Di." ucapnya kegelian, Adi membalikan badan Maharani lalu mengecup bibir sekilas. " Ini lebih manis." ucap Adi menggoda dan blush langsung wajah Maharani merah merona.


Adi membalikan wajahnya menautkan bibirnya, Maharani tidak menolak karena ini membuat rindu padanya. Mereka berciuman mesra hingga menjadi sajian manis untuk mereka berdua tanpa mereka sadari ada yang menahan amarah di balik pintu..


Cemburu ni..😂😂😂


Ayo like dan beri hadiah 🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2