Menejerku Mantanku

Menejerku Mantanku
Biang lala


__ADS_3

Adi membalikan wajahnya menautkan bibirnya, Maharani tidak menolak karena ini membuat rindu padanya. Mereka berciuman mesra hingga menjadi sajian manis di sore hari untuk mereka berdua tanpa mereka sadari ada yang menahan amarah di balik pintu.. " Awas kamu" geram Andri melihat kemesraan mereka. Andri memutar balikkan badannya meninggalkan mereka yang sedang bercumbu mesra.


Di Apartemen


Mereka masih bercumbu mesra, sehingga melupakan waktu. " Sudah, aku tidak mau melewati batas." ucap Adi membenarkan bajunya dan Maharani.


" Aku pulang dulu." ucapnya pamit dan beranjak. Saat berjalan, Maharani memeluk dari belakang dengan erat merasa enggan jika dia harus cepat pulang.


" Kenapa?" tanya Adi tersenyum dan membalikkan badannya.


" I love you." ucap Maharani malu-malu karena mengatakannya untuk pertama kalinya.


" I Love you too." ucapnya dengan memeluk erat dan mengecup keningnya.


" Aku akan cepat menghalalin kamu, setelah semua selesai dan aku akan membuka jati diriku." batin Adi mengusap rambut Maharani.


" Aku pulang dulu, sudah malam. Besok aku jemput." ucap Adi berjalan keluar yang diikuti Maharani.


" Hati-hati." ucap Maharani mengantarnya sampai pintu, Adi hanya mengangguk dan masuk ke dalam lif menuju lantai dasar.


Adi berjalan menuju motornya memakai perlengkapan kendaraannya dan melajukan motornya dengan perasaan berbunga-bunga yang cintanya berbalas.


Tak berselang lama Adi sampai di apartemennya dan memarkirkannya berjalan masuk ke dalam lif dan berjalan ke apartemennya.


" Hai sayang kenapa kamu lama sekali, aku sudah nunggu kamu lo." ucapnya Sinta yang mengagetkannya.


" Mau apa kamu ke sini?" tanya Adi dingin dan datar.


" Kamu masih marah sama aku?" jawab Sinta memegang tangan Adi.


" Jangan pegang, kita sudah tidak ada apa-apa lagi sejak kamu meninggalkanku karena orang lain." ucap Adi tegas.


" Maafkan aku yang hilaf dan aku akan berubah demi kamu. " ucapnya memohon.


" Tidak perlu, sekarang menjauhlah dariku. Kamu membuat diriku jijik." perintah Adi lalu masuk meninggalkan Sinta.


Sinta dengan kesal meninggalkan apartemen dan menuju ke club hanya sekedar menghilangkan penat, karena selalu gagal untk mendekat Adi mantannya dulu.


Beberapa menit kemudian, Sinta masuk ke dalam club dan berjalan menuju meja setengah lingkaran untuk memesan minuman.


" Kamu, sedang apa kamu di sini?." tanya Andri yang setengah mabuk, Sinta langsung meminum minuman yang dia pesan tanpa memperdulikannya.


" Apa pedulimu, dan kenapa juga kamu berada di sini?" tanya Sinta yang heran karena selama ini Andri sudah lama tidak ke club.


Mereka meminum kembali dan diam berbicara dengan pikirannya masing-masing.


Sedangkan di apartemen Adi membaca semua laporan keuangan Mutiara Arta, " bener-bener tidak beres."

__ADS_1


*


*


*


Tiga minggu berlalu kedekatan Adi dengan Maharani semakin lengket, selama itu juga Adi bekerja di Mutiara Arta sebagai OB.


" Di, kamu dipanggil kepala HRD." ucap Doni temannya.


" Ok ...." jawab Adi dan langsung masuk ke ruangan HRD.


" Ada apa pak?" tanya Adi yang sudah duduk di depannya.


" Ini gaji bulan ini, dan kau tidak perlu ke sini lagi." ucap kepala HRD memberikan amplop coklat besar.


" Apa salah saya pak, saya tidak berbuat salah." kata Adi protes.


" Saya tidak tau, itu dari menejer. Saya hanya menjalankan perintahnya." ucapnya


" Baiklah, trimakasih pak." ucapnya dan beranjak dari tempat duduk berjalan ke luar menuju ruang ganti.


" Bener-bener dia cari mati, awas aja." batinnya dan berganti pakaian untuk menjemput kekasihnya.


Tiba di butik Adi langsung masuk, berjalan ke ruang kerja Maharani.


" Belum, ni nanggung sebentar lagi. Ini harus selesai dalam tiga hari ini." jawabnya yang masih mendesain baju yang akan menjadi lomba di pegelaran busana tingkat Internasional.


" Ok... aku tunggu." Ucap Adi duduk di sofa sambil memainkan ponselnya hingga tertidur, ponsel di tangan terlepas. Maharani meliriknya dan menghentikan pekerjaannya, " Lebih baik aku sudahi, kasihan Adi yang sudah menunggu sampai tertidur." batin Maharani membereskan alat-alat yang ada di meja. Serasa sudah rapi, Maharani berjalan menuju sofa duduk berhadapan dengan Adi yang sedang tidur.


" Tampanku, meskipun aku baru mengenalmu. Tapi aku benar-benar nyaman denganmu, I love you." ucapnya mengusap pipi Adi dan tiba-tiba tangannya dipegang oleh Adi.


" Eeh ..." Maharani kaget dan mengkibas-kibaskan tangannya tapi tertahan oleh Adi.


" Kenapa kamu menyentuhku." ucap Adi membuka matanya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Maharani. "cup" mengecup bibir Maharani sangat dalam. " Manis, aku menyukainya." ucap Adi yang masih memegang tangannya.


" Hari ini aku gajian, aku akan mengajakmu ke suatu tempat." ajak Adi bangun dan menggandeng tangan Maharani keluar butik berjalan menaiki motor besarnya.


Jam tujuh malam motor Adi berhenti di halaman Taman Mini . " Ayo masuk" ajak Adi menggandeng tangan Maharani dan masuk ke dalam.


" Kenapa sepi sekali, sudah tutup ya? " tanya Maharani mengikuti langkah Adi.


" Belum, mungkin sudah pulang semua." jawab Adi asal karena dia memboking tanpa sepengetahuan Maharani.


" Hem." jawabnya mengangguk percaya karena ini kedua kalinya ia datang ke sini.


" Wah sudah berubah semua ya." tanya Maharani.

__ADS_1


" Eggak juga, dari dulu sudah begini. Kenapa?" tanya Adi.


" Terakhir kali aku ke sini sama ayah dan ibu, saat umurku 7 tahun." jawabnya mengingat kembali kenangan dengan keluarganya.


" Sudah jangan sedih-sedih, ada aku di sini. Kamu mau main apa?" tanya Adi semangat


" Aku mau naik biang lala, tapi bisa tidak saat di atas putaraannya berhenti." jawab Maharani melihat biang lala.


" Bisa, sebentar ya." ucap Adi meninggalkan Maharani menuju petugasnya.


Beberapa detik kemudian, Adi menghampirinya.


" Ayo naik." ajak Adi tersenyum menggandeng tangannya menuju biang lala.


" Emang bisa?" tanyanya mengikutinya dan naik biang lala.


Saat biang lala naik mulai berjalan ke atas perlahan, Maharani terus memegang tangan Adi dengan erat. Semakin naik dan naik akhirnya sampailah di paling atas dan berhenti, Maharani senang sekali karena pertama kali melihat bintang-bintang sangat dekat dengan orang yang dia cintai.


" Indah." ucap Maharani kagum melihat bintang-bintang di langit sambil meneluk Adi.


" Seindah kamu, " ucap Adi tersenyum dan mengecup ujung kepala Maharani.


Maharani tersenyum dan menggelamkan kepala di dada Adi.


" Kamu senang?" tanya Adi.


" Senang, trimakasih." jawab Maharani medonggak kepalanya dan mengecup bibir Adi.


Adi merasa senang tanpa ba bi bu lagi, Adi mengecup bibirnya dengan mesra hingga terjadi kegiatan yang membuat mereka melayang.


Setengah jam berada di atas, akhirnya berjalan juga turun ke bawah dan berakhir pula kegiatan mereka.


" Setelah ini, kamu akan aku akan menikahimu." batin Adi memandangnya.


" Trimakasih untuk hari ini." ucap Maharani tersenyum yang sekarang duduk di kursi taman.


" Sama-sama."


" Sayang, apa kamu tidak malu berjalan denganku padahal aku hanya seorang karyawan?" tanya Adi yang memegang tangan Maharani.


" Tidak, aku tidak pernah memandang status. Bagiku kesetiaan dan kepercayaanlah yang aku pegang." kata Maharani.


" Bolehkah aku bertemu dengan orangtuamu." tanya Maharani.


Adi langsung diam tak berkata.


hayyo Adi dijawab.😥

__ADS_1


__ADS_2