
Sedangkan di tempat lain Adi dan Maharani mempersiapkan semua berkas yang ada akan di bawa ke tempat mereka bekerja.
" Selesai.. " ucap Maharani.
" Sayang sudah selesai? " tanya Maharani kepada suaminya.
" Belum sebentar lagi, kamu tidur duluan saja nanti aku nyusul."
" Baik.. aku duluan. " ucap Maharani beranjak dan berjalan ke tempat tidur sedangkan Adi masih mempelajari berkas yang janggal.
" Halo.. Johan tolong cek berkas dari perusahaan yang aku kirimkan lewat email. " perintah Adi menghubungi Johan lewat sambungan telpon.
" Baik bos.. " ucap Johan
" Aku tunggu sampai besok pagi. " ucap Adi yang langsung menutup telponnya.
Badan terasa lelah, akhirnya Adi merebahkan dirinya di samping Maharani istrinya, memeluknya dan mengecup keningnya hingga Adi pun tertidur menyusul Maharani ke alam mimpi.
Jam dinding menunju jam 04.30, Maharani bangun mengangkat tangan Adi yang masih memeluknya. Maharani pun turun dari ranjang berjalan ke kamar mandi, membersihkan diri agak badan terasa segar.
Maharani pun turun ke bawah membantu bi Asih menyiapkan sarapan, beberapa saat kemudian sudah menunjukan jam setengah enam.
" Bi saya tinggal dulu," ucap Maharani mencopot celemek nya menuju kamarnya.
Saat masuk kamar ternyata Adi suaminya sudah bangun dan sedang di kamar mandi. Maharani pun mengambil baju kerja dirinya dan suaminya, tidak lama kemudian suaminya keluar dengan melilitkan handuknya sepinggang.
" Sayang bajunya sudah aku siapkan. " ucap Maharani berjalan ke kamar mandi.
" ok.. " ucap Adi berjalan menuju ruang ganti.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Maharani dan suaminya selesai bersiap dan berjalan keluar kamar turun ke lantai bawah untuk sarapan.
" Sayang hari ini aku pulang sore. " ucap Maharani mengambilkan nasi dan lauk untuk Adi suaminya selanjutnya Maharani mengambil untuk Antoni ayah mertuanya.
Beberapa menit kemudian mereka telah selesai sarapan " Ayah... aku dan Maharani berangkat dulu. " ucap Adi berdiri dan menyalami Antoni yang diikuti istrinya Maharani.
" Hati-hati. " ucap Antoni
" Baik ayah " ucap Adi menggandeng Maharani..
Adi dan istrinya pun berjalan keluar menuju mobil yang sudah disiapkan.
Mereka pun masuk dan Adi menyalakan mobil melajukannya keluar halaman menuju butik Maharani terlebih dahulu.
Beberapa menit kemudian mobil mereka sampai di butik Maharani.
" Iya sayang, " ucap Adi mengecup kening istrinya.
Maharani pun turun dari mobil dan berjalan ke arah butik. " Selamat pagi semua" ucap Maharani membuka pintu tersenyum.
" Pagi bos." Jawab karyawannya dan Maharani berjalan masuk ke dalam menuju lantai atas ke ruangannya.
" Pagi bos, " ucap Rika yang sedang menata meja kerja Maharani.
" Pagi Rika, apa ada berkas yang harus aku priksa? " tanya Maharani duduk di kursinya.
" Ada bos, sudah ada di meja."
" Oya bos.... ada sebuah perusahaan yang menawarkan kerja sama dengan kita, tapi perusahaan itu adalah perusahaan paman bos Pak Ferdi yang CEO-nya yang kita kenal. " ucap Rika.
__ADS_1
" Siapa? "
" pak Andri, direktur dulu di perusahaan."
" Kok bisa? " tanya Maharani heran.
" Tidak tau bos, cuma dia ingin bertemu siang ini saat makan siang nanti. "
" Baiklah, kamu atur aja. "
" Baik, kalau begitu saya pamit dulu. " pamit Rika, Maharani mengangguk.
" Kok bisa Andri menjadi Ceo di perusahaan paman Ferdi? " gumam Maharani mengambil berkas yang sudah disiapakan Rika asistennya.
" Sudahlah. " ucap Maharani mulai memeriksa berkas yang tertunda.
Maharani pun terlalu fokus pada berkasnya sehingga suara ketukan terdengar. " Masuklah!" ucap Maharani yang masih menatap berkasnya.
" Sudah waktunya makan siang bos dan kita akan bertemu dengan pak Andri di restoran xxx di dekat butik. "
" Baiklah " ucap Maharani berdiri dan berjalan keluar dari ruangannya yang diikuti Rika.
Selang beberapa menit mereka sampai di restoran yang telah dijanjikan, mereka berjalan masuk ke dalam mencari seseorang.
" Itu dia bos. " ucap Rika menunjuk seseorang, Maharani pun menoleh dan terlihat seseorang yang tak lain Andri hanya seorang diri.
Maharani dan Rika menghampiri Andri yang sedang meminum kopinya. " Siang Andri! " sapa Maharani, Andri pun menoleh dan tersenyum " siang, silahkan duduk. " ucap Andri mempersilahkan.
" Meskipun kamu sudah bersuami, kamu tetap saja membuatku semakin tergila-gila kepadamu. Apa ini yang namanya pesona istri orang. " ucap Andri dalam hati menatap dalam Maharani.
__ADS_1