
Flash on
Romi hanya tersenyum mengingat kejadian pertama kali bertemu Annisa, ya gadis yang sekarang di apartemen adalah Nisa yang sekarang menjadi kekasihnya, Gadis yang mampu meluluhkan hati Romi.
Setengah jam berlalu Romi berendam, akhirnya Romi selesai dan beranjak dari buthupnya membilas badannya dengan air hangat. Serasa sudah enak, Romi memakai jubah handuk dan keluar dari kamar mandi. Romi berjalan menuju lemari dan mengambil baju tidurnya.
Lima menit sudah Romi memakai bajunya dan keluar kamar menuju dapur yang sudah ada Nisa.
" Apa sudah matang? " tanya Romi yang menarik kursi dan duduk menanti masakannya.
" Sudah, " ucap Nisa membawa dua piring yang berisi nasi goreng.
" Maaf hanya bisa masak ini, di kulkas tidak ada apa-apa cuma ada nasi yang dibekukkan. " ucapnya tersenyum.
" Tidak apa-apa, apa pun yang kamu masak tetap aku makan. " ucap Romi tersenyum mengambil piring yang sudah ada di hadapannya.
Mereka berdua melahap makanannya tanpa sisa, dan Nisa pun membereskan bekas mereka makan dan mencucinya.
Berselang waktu kemudian mereka duduk santai menonton film sambil menikmati cemilan dan secangkir kopi yang sudah dibuat oleh Nisa.
" Bagaimana kabarmu? " tanya Romi menatap Nisa.
" Alhamdulillah aku baik, kamu sendiri bagaimana? "
" Baik dan tidak terlalu buruk. " ucap Romi sendu
" Ada apa? " tanya Nisa melihat ekpresi di wajah Romi berubah.
" Tidak apa-apa, hanya sedikit lelah. " jawabnya tersenyum.
" Kegiatanmu sekarang apa? " tanya Romi dan menyeruput kopinya.
" Alhamdulillah sudah sebulan ini aku menjadi pengajar di Fakultas di kota ini yang kebetulan tidak jauh dari tempat tinggalmu. Dan aku rasa ini kesempatan untuk mengunjungi mulai
" ucap Nisa tersenyum.
" Kenapa kamu ga bilang, trus kamu tinggal dimana? " tanya Romi kaget tidak percaya kalau gadis yang selama ini sudah lama di kota yang Ia tinggal.
" Aku tinggal di kosan dekat kampus. " jawab Nisa mengambil cemilannya.
" Aku harus segera menikahinya, aku gak mau dia terjadi apa-apa. " ucap Romi dalam hatinya.
" Eem.. Nis, bolehkan aku menikahimu? " tanya Romi langsung yang membuat Nisa tersedak.
" Uhukh.... uhukh... " Romi langsung mengambil air putih dan memberikannya pada Nisa.
" Apa kamu bilang? " tanya Nisa tidak percaya.
" Iya... aku ingin kamu menjadi istriku dan menjadi ibu dari anak-anak ku. " ucap Romi serius.
" Apa kamu tidak risih, aku tidak cantik dan juga menarik,bahkan aku sekarang tidak punya siapa-siapa saudaraku pun tidak mengakuiku. " ucap Nisa sedih.
" Haruskah secepat itu? " tanya Nisa uang masih tidak percaya.
" Serius Nisa, aku sudah sangat jatuh cinta saat kamu menolongku waktu itu. " ucap Romi meyakinkan Nisa.
" Baiklah, aku akan menerimamu. Tapi aku harus pulang. " Ucap Nisa berdiri mengambil tasnya.
"Aku antar ya, "Ucap Romi
" Baiklah. " ucap Nisa tersenyum.
Beberapa saat kemudian.
Mobil Romi sampai di kosnya Nisa, keadaannya sangat sepi dan sangat bahaya.
__ADS_1
" Nis kamu tidak takut berada disini? "
" Alhamdulillah tidak, karena ini dekat dengan kampusku bekerja. " ucapnya tersenyum.
" Trimakasih sudah mengantarkan. "
" Iya sama-sama, sekarang berkas punyamu mana biar Martin yang mengurus semuanya?" pintar Romi
" Sebentar aku ambil dulu. "
Beberapa detik kemudian " Ini .." ucap Nisa menyerahkan berkasnya.
" Dan ingat aku ingin kamu menjadi istriku besok., besok ada yang jemput, jadi bersiap-siaplah. Aku pulang dulu." ucap Romi menerimanya dan berlalu menuju mobilnya.
" InsyaAllah, Hati-hati di jalan. " ucap Nisa melambaikan tangan.
Romi pun masuk dalam mobil dan langsung melajukan dengan hati berbunga-bunga.
*
*
*
Sedangkan di tempat lain Adi dan Maharani mempersiapkan semua berkas yang ada akan di bawa ke tempat mereka bekerja.
" Selesai.. " ucap Maharani.
" Sayang sudah selesai? " tanya Maharani kepada suaminya.
" Belum sebentar lagi, kamu tidur duluan saja nanti aku nyusul."
" Baik.. aku duluan. " ucap Maharani beranjak dan berjalan ke tempat tidur sedangkan Adi masih mempelajari berkas yang janggal.
Flash on
Romi hanya tersenyum mengingat kejadian pertama kali bertemu Annisa, ya gadis yang sekarang di apartemen adalah Nisa yang sekarang menjadi kekasihnya, Gadis yang mampu meluluhkan hati Romi.
Setengah jam berlalu Romi berendam, akhirnya Romi selesai dan beranjak dari buthupnya membilas badannya dengan air hangat. Serasa sudah enak, Romi memakai jubah handuk dan keluar dari kamar mandi. Romi berjalan menuju lemari dan mengambil baju tidurnya.
Lima menit sudah Romi memakai bajunya dan keluar kamar menuju dapur yang sudah ada Nisa.
" Apa sudah matang? " tanya Romi yang menarik kursi dan duduk menanti masakannya.
" Sudah, " ucap Nisa membawa dua piring yang berisi nasi goreng.
" Maaf hanya bisa masak ini, di kulkas tidak ada apa-apa cuma ada nasi yang dibekukkan. " ucapnya tersenyum.
" Tidak apa-apa, apa pun yang kamu masak tetap aku makan. " ucap Romi tersenyum mengambil piring yang sudah ada di hadapannya.
Mereka berdua melahap makanannya tanpa sisa, dan Nisa pun membereskan bekas mereka makan dan mencucinya.
Berselang waktu kemudian mereka duduk santai menonton film sambil menikmati cemilan dan secangkir kopi yang sudah dibuat oleh Nisa.
" Bagaimana kabarmu? " tanya Romi menatap Nisa.
" Alhamdulillah aku baik, kamu sendiri bagaimana? "
" Baik dan tidak terlalu buruk. " ucap Romi sendu
" Ada apa? " tanya Nisa melihat ekpresi di wajah Romi berubah.
" Tidak apa-apa, hanya sedikit lelah. " jawabnya tersenyum.
" Kegiatanmu sekarang apa? " tanya Romi dan menyeruput kopinya.
__ADS_1
" Alhamdulillah sudah sebulan ini aku menjadi pengajar di Fakultas di kota ini yang kebetulan tidak jauh dari tempat tinggalmu. Dan aku rasa ini kesempatan untuk mengunjungi mulai
" ucap Nisa tersenyum.
" Kenapa kamu ga bilang, trus kamu tinggal dimana? " tanya Romi kaget tidak percaya kalau gadis yang selama ini sudah lama di kota yang Ia tinggal.
" Aku tinggal di kosan dekat kampus. " jawab Nisa mengambil cemilannya.
" Aku harus segera menikahinya, aku gak mau dia terjadi apa-apa. " ucap Romi dalam hatinya.
" Eem.. Nis, bolehkan aku menikahimu? " tanya Romi langsung yang membuat Nisa tersedak.
" Uhukh.... uhukh... " Romi langsung mengambil air putih dan memberikannya pada Nisa.
" Apa kamu bilang? " tanya Nisa tidak percaya.
" Iya... aku ingin kamu menjadi istriku dan menjadi ibu dari anak-anak ku. " ucap Romi serius.
" Apa kamu tidak risih, aku tidak cantik dan juga menarik,bahkan aku sekarang tidak punya siapa-siapa saudaraku pun tidak mengakuiku. " ucap Nisa sedih.
" Haruskah secepat itu? " tanya Nisa uang masih tidak percaya.
" Serius Nisa, aku sudah sangat jatuh cinta saat kamu menolongku waktu itu. " ucap Romi meyakinkan Nisa.
" Baiklah, aku akan menerimamu. Tapi aku harus pulang. " Ucap Nisa berdiri mengambil tasnya.
"Aku antar ya, "Ucap Romi
" Baiklah. " ucap Nisa tersenyum.
Beberapa saat kemudian.
Mobil Romi sampai di kosnya Nisa, keadaannya sangat sepi dan sangat bahaya.
" Nis kamu tidak takut berada disini? "
" Alhamdulillah tidak, karena ini dekat dengan kampusku bekerja. " ucapnya tersenyum.
" Trimakasih sudah mengantarkan. "
" Iya sama-sama, sekarang berkas punyamu mana biar Martin yang mengurus semuanya?" pintar Romi
" Sebentar aku ambil dulu. "
Beberapa detik kemudian " Ini .." ucap Nisa menyerahkan berkasnya.
" Dan ingat aku ingin kamu menjadi istriku besok., besok ada yang jemput, jadi bersiap-siaplah. Aku pulang dulu." ucap Romi menerimanya dan berlalu menuju mobilnya.
" InsyaAllah, Hati-hati di jalan. " ucap Nisa melambaikan tangan.
Romi pun masuk dalam mobil dan langsung melajukan dengan hati berbunga-bunga.
*
*
*
Sedangkan di tempat lain Adi dan Maharani mempersiapkan semua berkas yang ada akan di bawa ke tempat mereka bekerja.
" Selesai.. " ucap Maharani.
" Sayang sudah selesai? " tanya Maharani kepada suaminya.
" Belum sebentar lagi, kamu tidur duluan saja nanti aku nyusul."
__ADS_1
" Baik.. aku duluan. " ucap Maharani beranjak dan berjalan ke tempat tidur sedangkan Adi masih mempelajari berkas yang janggal.