
" Pakai saja sayang, aku tidak tau yang mana. Jadi aku bawa aja yang banyak, itupun aku menahan maluku. "ucap Adi yang dijawab Maharani tertawa.
" Kenapa tertawa? " tanya Adi kesal.
" Kamu lucu.... sayang tolong ambilkan baju dan dalaman ya. " ucap Maharani yang masih di kamar mandi.
" Iya... sebentar. " jawab Adi mengambil pakaian buat istrinya dan menyerahkannya. " Ini... sayang. "
Pintu kamar mandi terbuka Maharani pun mengambil pakaiannya.
Selang beberapa menit kemudian, terbukalah pintunya dan tampak Maharani sudah rapi dan segar dengan menggunakan kaos all size putih dan celana jins begitu tampak natural dan cantik.
" Sayang... kita ke bawah, ada yang harus aku kenalkan kepadamu. " ajak Adi menghampiri dan memeluk lehernya di kursi depan meja rias.
"Jangan begini sayang,. " ucap istrinya yang merasa geli dengan kelakuan suaminya.
" Ya sudah. " ucap Adi yang akhirnya duduk di sofa.
Selesai sudah Maharani memoles sedikit make up di wajahnya, dia pun beranjak dari duduknya menghampiri suaminya.
" Aku dah selesai. " ucap Maharani kepada suaminya yang masih sibuk dengan handphonenya.
Adi pun berhenti memeriksa emailnya yang dia baca. " Ayo.. " ajak Adi menggandeng tangan istrinya menuju ke luar kamar dan berjalan ke lantai dasar, sesampainya mereka berjalan menuju restoran di hotel tersebut untuk menemui Alien teman lamanya.
" Assalamu'alaikum Alien. " ucap Adi mengagetkannya.
" Wa.. wa'alaikumsalam Adi, " jaeab Alien gugup karena kaget. " Silahkan duduk. " ucap Adi mempersilahkan mereka.
"Terimakasih." ucap Adi seraya duduk bersebrangan dengan Alien.
" Kenalkan ini Maharani istriku.. " ucap Adi memperkenalkan istrinya.
" Dan ini Alien teman saat kuliah. " ucap Adi kepada istrinya.
" Alien... Maharani... " ucap keduanya.
" Ngomong-ngomong kapan kamu nikahnya? " tanya Alien pada Adi.
" Nikahnya sudah lama, itu pun tidak terduga. " ucap Adi tersenyum mengingat kejadian saat prosesi pernikahannya.
__ADS_1
" Ko tidak terduga?. " tanya Alien penasaran.
" Ceritanya panjang, aku sampai geli jika mengingatnya. " ucapnya tertawa geli.
" Aw... " ucap Adi kaget saat mendapat cubitan kecil dari istrinya. Sedangkan Maharani menatap suaminya tajam.
" Hehehe. " Adi hanya terkekeh.
" Oya Lin, katanya kamu sekarang jadi dosen? " tanya Adi sambil meminum kopi yang sudah dipesan oleh Alin.
" Iya... " jawab Alien menyerutup kopinya.
" Kenapa? lagian perusahaan mu juga lagi berkembang?. " tanya Adi yang mulai penasaran dengan keputusan temannya.
" Itu hanya sementara, aku juga masih tetap mengurus perusahaan di rumah saat malam hari. " ucap Alien.
Satu jam lebih mereka mengobrol, akhirnya Alien berpamitan pada Adi beserta istrinya Maharani.
" Kalau begitu, sampai jumpa besok. " pamit Alien beranjak dari tempat duduknya meninggalkan mereka berdua.
" Hati-hati. " ucap Adi.
" Ayo sayang. " ajak Adi pada istrinya menuju ke kamar hotel.
" Sayang... boleh tidak aku tanya sesuatu.? " tanya Maharani memeluk perut Adi karena mengingatkan kejadian tadi siang saat di ceritakan oleh Romi.
" Boleh, apa sayang? " jawab Adi melihat pada Maharani.
" Eem.. tidak jadi besok aja, " ucapnya Maharani memejamkan matanya.
" Ya sudah... tidurlah sepertinya kamu kelelahan. Selamat malam! " ucap Adi seraya mengecup kening dan bibir Maharani.
" Selamat malam juga, mainan ponselnya berhenti dulu. kita sama-sama beristirahat. " ucapnya Maharani yang masih terpejam.
" Iya sebentar lagi. " ucap Adi yang masih menatap ponselnya.
Setengah jam kemudian Adi telah selesai memeriksa email yang belum terbaca, " Hoam... " Adi menguap tanda ngantuk dan berbaring disamping istrinya ikut terpejam menyusul Maharani ke alam mimpi.
*
__ADS_1
*
*
Sepasang pengantin mengarungi mimpi indah, beda halnya dengan seseorang yang sedang merenungi nasibnya dengan meminum minum beralkohol di sebuah club. Ya... Andri telah melihat berita dari pernikahan Maharani dengan Adi di sebuah hotel.
" Kenapa kamu memilih dia Rani? " ucap Andri yang sudah mabuk berat.
" Sayang, kamu ko minum sendirian? aku temani ya. " ucap wanita penggoda dengan gaya manjanya.
Adi hanya melihat dan meneguk kembali minumnannya. " Sayang kenapa kamu cuek sekali. " ucap wanita itu lagi membelai dada Andri yang sudah terbuka sejak tadi. Andri merasa terbangun gairahnya, tanpa ragu lagi Adri mengangkat tubuhnya mencium bi bir wanita yang mendekatinya dengan rakus dan kasar.
" Pelan-pelan sayang, bi bir ini hanya untukku sekarang. " ucap wanita tersebut mengambil napas dalam-dalam.
Adri tidak mendengar apa yang dikatakan wanita itu, tapi Andi terus mencium bi birnya hingga ke jen jang leher dan merambat ke belahan da danya yang sejak tadi terpangpang menggoda karena wanita itu mengenakan baju yang super seksi siapa yang melihatnya akan tergiyur.
" Aah.....sa sayang, jangan di si... ni. " ucap wanita itu menahan sensasi dibalik rok yang ia pakai. Wanita itu pun berdiri dan membetulkan pakaiannya yang berantakan karena ulah Andri.
Wanita itu pun memanggil satpam untuk membantu dirinya memapah Andri yang sudah mabuk berat. " Pak tolong bawa ke mobil saya. " perintah wanita tersebut.
" Baik nona. " jawab satpam mulai memapah Andri dan membawanya mengikuti kemana wanita itu berjalan dan berhenti di salah satu mobil di parkiran. Wanita itu pun membuka pintu belakang, dan menyuruh satpam meletakkan tubuh Andri da dalam.
" Ini pak, " jawab Wanita itu memberi imbalan karena membantunya.
" Trimakasih nona. "
" Sama-sama " ucap wanita itu langsung menyalakan mesin mobil dan melakukan ke hotel yang dekat dengan daerah tersebut.
Mobil tersebut akhirnya sampai di halaman hotel, wanita itu pun turun dan menghampiri satpam hotel tersebut untuk minta tolong. Akhirnya kedua orang tersebut menuju mobil dan dibukakan pintu belakang agar satpam tersebut memapah Andri ke kamar hotel.
Mereka bertiga pun masuk, dan tak lupa untuk pesan satu kamar hotel termahal. Wanita itu pun langsung mendapat kunci kamar di lantai yang paling atas.
" Ayo pak. " ajak wanita itu menuju lif untuk naik ke lantai paling atas.
Sesampainya diatas, terbukalah lif tersebut dan berjalan ke ujung kamar yang ada di lantai tersebut. Satpam itu langsung membaringkan tubuh Andri di atas ranjang. " Ini pak ambil. " ucap wanita itu memberikan uang beberapa lembar dan satpamnya pun pergi berlalu.
Wanita itu pun menghampiri Andri yang masih tidak sadarkan diri dan selalu meracau nama wanita yang tidak asing di telinganya.
" Sayang... kenapa menyebut nama itu terus. " ucap wanita itu membuka kancing kemejanya satu persatu dan betapa senangnya wanita itu melihat tubuh Andri yang talentis kotak-kotak persis roti sobek.
__ADS_1
Dada Andri terus dielus hingga yang mempunyai tubuh menggeliyat kegelian, Andri pun membuka mata " siapa kamu? " tanya sedikit parau.
" Aku...? "