
"Trimakasih ayah. " ucap Maharani tulus dan bahagia.
" Ya sudah, aku mau ke kamar. " ucap Antoni beranjak dari tempat duduk berjalan menuju kamarnya.
" Ya ayah, selamat beristirahat. " ucap Maharani tersenyum.
" Sayang, dalam tiga hari ini aku akan mengadakan pesta pernikahan kita yang tertunda. menurutmu bagaimana? " tanya Adi menatap Maharani.
" Terserah kamu saja, tapi sebelum mengadakan pesta aku ingin berziarah ke makam kedua orang tuaku. " ucap Maharani.
" Tidak masalah, sekalian aku mau berterimakasih karena sudah melahirkan putri tercantik dan akhirnya menjadi pendampingku. " ucap Adi mengecup kening Maharani.
Maharani menanggapinya dengan tersenyum. "Sayang apa kamu tidak lelah? dari tadi kamu belum beristirahat dan kata bi Asih kamu yang menyiapkan masakan yang kita makan malam ini. " tanya Maharani.
" Tidak, justru aku senang melakukan itu. "
" Terimakasih karna kamu mau menerimaku. "ucap Maharani tulus.
" Mari kita beristirahat, besok sepertinya akan sibuk di butik. " ajak Maharani menggandeng tangan Adi menuju kamar mereka.
Mereka pun berjalan ke lantai atas menuju kamarnya dan masuklah mereka berdua, sebelum tidur mereka ke kamar mandi untuk melakukan ritual religinya. Mereka ambil air wudhu karena akan melaksanakan sholat isya.
setengah jam berlalu dan mereka akhirnya merebahkan diri ditempat yang nyaman.
__ADS_1
Adi memeluk Maharani dan mengendus leher Maharani yang begitu harum dan nyaman sehingga Adi tertidur lelap, sedangkan tangan Maharani mengelus kepala Adi. Maharani sangat bersyukur karena mendapatkan Adi yang begitu sempurna hingga tak terasa air matanya terjatuh. Dan tak terasa dirinya pun tertidur lelap menyusul Adi di alam mimpi.
*
*
*
Malam begitu sangat indah yang sekarang berganti dengan fajar yang sangat dingin.
" Hooam.. " Maharani menguap dan merasakan dibagian pinggang terasa berat, membuka matanya dan melihat suaminya yang sedang memeluknya.
Maharani mengangkat tangan Adi yang ada di pinggangnya dengan pelan, dan bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju ke kamar mandi ambil air wudlu.
Maharani sholat subuh, setelah selesai maharani keluar menuju dapur untuk mempersiapkan sarapan.
" Eh.. non, ini masak ayam kecap kesukaan den Adi. " jawab bi Asih yang sedang mencuci daging ayam.
" Saya bantu ya bi. " ucap Maharani mengambil bumbu yang ada di pojok lemari.
" tidak usah non, biar bibi saja. "
" Tidak apa bi, sudah terbiasa saya masak seperti ini."
__ADS_1
" Yaa sudah, kemaren den Adi sekarang non. bibi terus ngapain. " ucap bi Asih memberikan ayam kepada Maharani agar dimasak.
" Bibi duduk aja,. " ucap Maharani menerima ayam dari bi Asih.
" Dulu saat bu Ratih masih ada, bilaulah yang masak untuk keluarganya dan bibilah yang membantu. Sekarang den Adi sudah menikah, malah non juga yang yang masak. Bu Ratih orangnya ramah, dan sangat sayang pada keluarganya bahkan bibi juga sangat iri dengan keluarga bu Ratih." Bi Asih menceritakan keluarga Adi.
" heem, kalau boleh tau beliau meninggal karena apa? "tanya Maharani sambil tangannya mengulek bumbu yang akan dimasak.
" Karena sakit non. sakit yang tak kunjung sembuh meskipun berobat kemana pun" ucap bi Asih sedih mengingatnya saat bu Ratih sakit parah sampai menutup usia dan menangis.
" Maafkan saya ya bi, mengingat kesedihan dulu. "
" Tidak apa-apa non. " ucap bi Asih mengusap air matanya
" Ya sudah bi Asih duduk saja, saya mau mulai masak. " ucap Maharani.
Satu jam Maharani memasak akhirnya selesai, dan menghidangkan di Meja makan yang dibantu oleh bi Asih.
Setelah itu Maharani langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya, dan masuk kedalam. Maharani melihat sudah tidak ada Adi di ranjangnya.
" oo.. sudah bangun. " batin Maharani.
Maharani berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri karena terasa lengket habis masak.
__ADS_1
Maharani masuk kedalam dan akan menutup pintunya, tiba-tiba Adi ikut masuk dan Maharani kaget " Kamu, ngapain ikut masuk. "tanya Maharani.
" Kita mandi bersama ya" Adi memohon pada Maharani