
Sinar surya sudah mulai masuk dicelah korden.Hari sudah mulai siang.Gadis itu masih tertidur pulas diatas ranjangnya.
Tok..Tok..Tok
"Ra bangun udah siang."Ujar wanita paruh baya dengan suara setengah teriak.
Tanpa babibu wanita itupun masuk kedalam kamar dan mengguncang tubuh gadis yang sedang meringkuk pulas.Tak butuh waktu lama untuk membuat gadis itu terbangun dari tidurnya.
"Apasih Bun,gangguin orang tidur aja masih pagi juga."ujar gadis dengan Piama hellokitty yang hendak kembali tidur
"Masih pagi Buapakmu orang ini udah jam 7 lebih 15 menit.Cepet bangun."ujar Bunda lalu membuka gorden kamar
"Hah?Positif telat gue."ujar Rara lalu dengan cepat kilat menuju kamar mandi
Tak butuh waktu lama untuk bersiap siap kini dia sudah turun dimeja makan.
"Bun,aku berangkat dulu ya."ujar gadis itu lalu berpamitan ke Bundanya sembari mencomot roti diatas meja makan.
"Apa-apaan ini Ra.Cepet ganti baju sekarang.Baju kurang bahan kayak gini masih aja kamu pakai."ujar Bunda
"Udahlah Bun ini udah siang entar aku telat.Dadah Bunda."ujar Rara pergi berlalu yang dibalas gelengan kepala oleh wanita paruh baya itu.
"Pak buruan entar aku telat."ujar Rara sembari memakan rotinya
"Iya Non.Lagian juga masih lampu merah masak saya mesti nerobos sih kan bahaya Non."ujar sang sopir sementara Rara hanya memutar bola matanya malas.
Tak butuh waktu lama akhirnya sampai juga disekolah.Rara?Ia masih celingak celinguk mencari cara agar ia bisa masuk ke sekolah tanpa hukuman.
Rara pov
Sekian lama celingak celinguk akhirnya aku menemukan cara untuk masuk ke sekolah.Aku berjalan menuju pintu belakang dimana gerbang tsb tidak cukup tinggi dan itu adalah tempat yang sering digunakan saat kabur dari sekolah.Tanpa babibu aku segera memanjat gerbang tsb.Jangan tanya aku memang ahli dalam hal begituan.
"Huhh selamat."ujarku sembari mengibaskibaskan rambut selenganku.
Sebelumnya kita kenalan lebih dulu ya readers biar kalian gak penasaran sama aku.Namaku Rara lebih tepatnya Keira Azria Bagaskara.Aku anak ke 2 dari 3 bersaudara dan aku anak terakhir.
Eitts bukan berarti salah satu dari saudaraku adalah anak tiri ya.Ayah dan Bundaku memang memiliki 3 orang anak.Yang dimaksud aku anak kedua adalah Bundaku hanya hamil dua kali dan aku adalah hasil dari hamil kedua.
Untuk kehamilan yang pertama Bundaku melahirkan 2 putra sekaligus alias kembar.Namanya sih cukup unik Gempi dan gempo.Enggak ding canda.Nama abang aku Kenzou dan Keano.
Wajah mereka berdua itu sama persis seperti barang fotokopian.Ya iyalah namanya aja kembar.Meskipun wajahnya sama namun mereka memiliki sifat yang berbeda 180° lho.Kalo si Zou sifatnya rese,jail,agak gila tapi kalo Ano baik,pendiam,dingin dan cuek.
Tapi mereka berdua sama-sama pinter dan ganteng dong tentunya Oke back to topic.Kalau wajah sih pasti kalian udah tau.Wajahku tuh gak jelek jelek amat kok cuma kelakuanku aja yang jelek.Aku termasuk most wanted disekolah ini.Siapa sih yang gak kenal sosok Rara sang mayoret utama ekskul marching,Cantikkan tentunya?tapi gak usah dibayangin juga bisa-bisa muntah,Usai sudah perkenalan kita dipart ini.
Aku berjalan menyusuri koridor kelas yang sudah sepi.Kulihat jam yang melingkar ditanganku.
"Udah jam 8 lagi pasti pelajarannya Bu Sri udah dimulai.Hmmm..mending gue ke rooftop aja kali ya,daripada kena semprot tu cikgu besar."ujarku lalu melenggang pergi ke rooftop
Akupun duduk disofa yang berada di rooftop.Aku duduk sembari memainkan ponselku.Lebih tepatnya karena ada pesan hingga membuat hpku bergetar.Tanpa babibu segera kubalas pesan tsb.
...Trio cecans...
Faradila_ApsR
__ADS_1
lo kmana?@Rara_Azria
Sharen_al
tau tuh kita disini lg bosen sama cikgu besar
Ahhh gk kuat gue
^^^Rara_Azria^^^
^^^Gue lg dirooftop^^^
Sharen_al
****** lo ra bolos gk ajak2
Faradila_ApsR
tau tuh😕
^^^Rara_Azria^^^
^^^udh lo gk ush ikt,bljr baek2 dsana biar tmbh pinter😂^^^
Faradila_ApsR
Gaay lo
^^^Rara_Azria^^^
Faradila_ApsR
hehehe typo td😂😂Gaya mksd gue
Sharen_al
bgs jg typo lo😅😅
Dev_Mahen
...2 panggilan tak terjawab dari Dev_mahen📞...
Sayang😘
yang💕
^^^Rara_Azria^^^
^^^ap?^^^
Dev_Mahen
kk cuek gtu sih?
__ADS_1
entr ke kntin brg😘
^^^Rara_Azria^^^
^^^y^^^
Tak terasa waktu cepat berlalu hingga membuatku memilih untuk ke kantin.Seperti biasa aku duduk dibagian pojok kantin dengan ditemani bakso dan es jeruk.Kantin sudah nampak ramai yang kemudian disusul oleh 2 curut siapa lagi kalo bukan Diva dan Dila.Dan ada satu lagi yang lagi ngerangkul aku yaitu si Deva.Aku hanya diam dan menatapnya kesal.
"Gak usah pegang-pegang bisa gak sih."ujarku lalu melepaskan rangkulannya
"Kamu kenapa sih yang,akhir-akhir ini sikap kamu berubah?"ujar dia
"Ayok ikut gue."ujarku lalu membawanya kebelakang sekolah
"kenapa ngajak kesini?Dan tadi apa Lo-gue?"ujar dia
"Gue pengen kita putus."ujarku lalu meninggalkan Deva namun dengan cepat tanganku dicekal olehnya
"Aku gak mau.Alasannya apa kamu mutusin aku?Aku salah apa sama kamu?Kalo aku salah aku minta maaf asal kita jangan putus."ujar dia
"Gue gak bisa kasih tau alasannya.Gue gak mau nyakitin lo lebih jauh."ujarku
"Dengan kamu mutusin aku tanpa alasan yang jelas itu udah bikin aku sakit.Dan aku pengen tau alasannya apa kamu mutusin aku?"ujar deva kembali
"Karena gue gak pernah cinta sama lo."ujarku lalu meninggalkan dia
"Kalo lo gak pernah cinta sama gue kenapa lo terima gue jadi pacar lo.Dasar *****."ujar Deva dengan setengah berteriak yang sama sekali tak kuhiraukan.
Aku tetap berjalan lurus tanpa menghiraukan ucapan Deva.Banyak tatap mata memandangku.Ada yang memandangku dengan takut,dan ada juga yang menatapku penuh dengan kekaguman khususnya para kaum Adam.
"Gimana nih kelanjutannya?"ujar Dilla sembari meminum jus apelnya
"Udah gue putusin tadi."ujarku dengan santai
"lah gue kira Lo udah jatuh cinta sama Deva."ujar Diva
"Ya enggaklah dia itu bukan tipe gue.Lagian siapa juga yang doyan cowok alay kayak dia."ujarku sembari memakan kentang goreng
"Btw apa Lo gak takut kena karma?"ujarr Dilla
"Ya enggak dong.Lagian gue gak percaya sama gituan."ujarku dengan penuh percaya diri
"Pasti Lo habis nonton serial Azab ya makanya Lo takut."ujar Diva
"Hehehe Lo tau aja sih Dil."ujarnya
Kami bertiga pun berjalan menuju ke kelas mengingat bel masuk sudah berbunyi.Namun ditengah perjalanan lagi-lagi kami bertemu dengan Deva.Sorot matanya yang semula tajam memandangku dengan haru.
Jika dilihat dari wajahnya Deva memang terlihat sempurna.Kulitnya yang putih,postur tubuh tinggi dengan lesung dipipinya membuat ia terlihat lebih manis.Selain itu Deva yang menjabat sebagai Kapten sekaligus ketua basket membuat para wanita terkagum kagum kala melihatnya.
Aku hanya berjalan lurus tanpa menatapnya karena memang sedari awal aku tak pernah menaruh rasa kepadanya.Hubungan kami terjalin karena sebuah taruhan.Lebih tepatnya aku yang menjadikannya bahan taruhan bersama kedua sahabat gilaku itu.
Terdengar gila mungkin tapi memang ini kenyataannya.Apalagi untuk aku yang notabennya badgirl disekolah ini jadi mudah untukku menaklukkan hatinya.Sikapnya yang manis membuat para kaum hawa meleleh tapi tidak denganku.Bahkan aku merasa jijik jika diperlakukan seperti itu.
__ADS_1