
Acara pun sudah selesai,semua tamu dan kerabat sudah kembali kerumahnya masing-masing.Keano dan Keanzou pun sudah pergi ke kamarnya.Kini hanya tinggal Rara,Adnan,dan Kedua orang tuanya.
"Ayah gak nyangka ternyata kamu sudah besar,sudah menikah.Sekarang kamu sudah menjadi tanggung jawab Adnan."ujar Ayah sembari mengelus kepala Rara
"Ra,Bunda harap kamu bisa dewasa,bisa lebih baik lagi.Turuti semua perkataan suamimu.Dan Bunda pasti akan kangen banget sama kamu.Sering-sering main dirumah Bunda ya Ra."ujar Bunda yang membuat Rara terkejut
"Whatt?Emang habis ini Rara mau tinggal dimana?Rara masih tinggal disini kan Bun?"ujar Rara dengan raut wajah terkejut sedangkan Adnan hanya diam
"Kita pindah dirumah baru.Insyaallah besok kita pindah."ujar Adnan sembari tersenyum
"hahaha pindah?Lo aja kali yang pindah gue gak mau.Gue mau tinggal sama nyokap dan bokap gue,kalau Lo pengen pindah silahkan pindah sendiri."ujar Rara lalu melenggang pergi ke kamarnya
"Rara.Gak sopan banget sih sama Suami.Oh ya nak Adnan maafin kelakuan putri saya ya."ujar Ayah dengan raut wajah kesal
"Bunda harap kamu bisa merubah sifat buruk Rara.Yasudah segera istirahat Bunda yakin kamu capek."ujar Bunda yang diangguki oleh Adnan
"Baik Yah,Bun saya permisi dulu."ujar Adnan lalu naik ke tangga untuk menyusul Rara
Adnan pun segera masuk kedalam kamar yang bertuliskan Keira didepan pintu kamarnya.Keadaan kamar begitu sepi mungkin pemiliknya sedang berada dikamar mandi.Badannya terasa pegal,tubuhnya pun ia rebahkan dikasur berukuran besar bermotif bunga-bunga.
Baru saja ia memejamkan mata namun teriakan gadis kecil berwajah mungil itu membuatnya kembali membuka matanya.
"Argghhhh ngapain Lo ada disini?Dasar lelaki kurang ajar masuk kamar orang sembarangan."ujar Rara sembari memukulnya dengan bantal
"Kamu lupa ya kalau saya sekarang sudah menjadi suami kamu."ujar Adnan yang membuat Rara terdiam
"Emang harus ya Lo tidur dikamar gue?Dibawah kan ada kamar tamu kenapa gak tidur disana saja."ujar Rara
dengan wajah kesal
"Wajar dong kamu kan istri saya,Jadi suka-suka saya mau tidur dimana pun sekalipun tidur sama kamupun.Kita kan sudah Sah apalagi ini malam pertama kita."ujar Adnan dengan wajah santai namun mampu membuat Rara bergidik ngeri lalu pergi meninggalkan kamar.
__ADS_1
"Heyy mau kemana kamu?"ujar Adnan
"Suka-suka guelah."ujarnya lalu pergi berlalu
Kenzou POV
Hari ini hari yang begitu melelahkan untukku.Bagaimana tidak keluargaku begitu sibuk mengurus pernikahan adik bungsuku.Bahkan aku tak habis pikir dengan kedua orangtuaku yang rela menikahkan anaknya diusia muda apalagi masih sekolah.
Awalnya aku memang tidak menyetujui acara tersebut tapi apa boleh buat itu sudah menjadi keputusan ayah yang tak bisa dibantah oleh siapapun.
Sebelumnya kita kenalan dulu yah.Namaku Kenzou Dwi Bagaskara anak kedua dari Bunda dan Ayah.Aku memiliki saudara kembar yang wajahnya sebelas duabelas sama aku namun wataknya bertolak belakang banget dengan watakku.Namanya Keano atau biasa dipanggil Ano.Wajahnya sih sama tampannya seperti aku namun lebih tampan aku.
Sikapnya sih dingin banget,apalagi kalau sama cewek makanya ia kerap disapa balok es saat disekolah maupun sampai sekarang dibangku kuliah.Meski wajah sama namun dia lebih cerdas daripada aku.Dia adalah calon dokter sedangkan aku hanya seorang pebisnis.
Dan satu lagi anak Ayah dan Bunda yang paling gue sayangi.Dia adalah Keira Azria alias Rara,meskipun terkadang sikapnya agak nyebelin tapi tetap saja dia menjadi sosok wanita kedua yang paling gue sayang setelah Bunda.
Meskipun didepannya aku terlihat sangat usil namun aku sangat peduli dengannya.Bahkan aku orang pertama yang tidak setuju dengan perjodohan Rara dan lelaki muda entah siapa dia.Akupun tidak mengenalnya,rasanya aku begitu takut jika Rara tersakiti olehnya.
Awalnya sih aku sangat tidak setuju namun setelah melihat Adnan entah mengapa adem banget.Dia juga memiliki wajah yang kalem dan tidak neko-neko.Tapi tetap saja aku masih belum begitu srek melihatnya bersama Rara mengingat watak Rara yang masih begitu kekanak-kanakan.
Pelan-pelan mataku mulai terpejam namun baru saja memejamkan matap terdengar gedoran keras dipintu kamarku.
Tokkk...Tokkk..Tokkk
Aku berusaha mengabaikan suara itu.Aku tau siapa pelaku dari semua itu.Mataku masih terus terpejam dengan earphone yang menancap di telingaku.
Tokk..tokkk...tokkkk
"Bang Zouu,bukain bang."ujar seorang gadis dengan suara cemprengnya yang terus saja menggedor-gedor pintu kamarku.
"Shitt,mau ngapain sih tuh bocah."ujarku lalu beranjak membukakan pintu
__ADS_1
Baru saja membuka pintu sudah terlihat jelas wajah Rara dengan tatapan memohon.
"Bang,gue boleh gak tidur disini?"ujar Rara sembari memainkan puppyeyesnya
"Lah terus gue tidur dimana?"ujarku
"Hehehe Lo tidur aja sama Bang Ano,ya ya.Ayolah bang."ujar Rara
"Gak mau.Tidur aja sana dikamar Lo sendiri."ujarku lalu kembali menutup pintu namun belum sampai tertutup sudah dicekal oleh Rara
"Apalagi sih bocah?"ujarku kesal
"Ayolah Bang,Gue gak mau tidur dikamar disana ada orang asing."ujar Rara memohon dengan wajah melas
"Siapa orang asing?Maksud Lo Adnan?"ujarku yang hanya dibalas anggukan oleh Rara
"Lo gila ya,dia itu suami Lo ogeb.Udahlah balik kamar sana gue mau tidur."ujarku
"Ayolah Bang,gue takut sama dia.Gue gak mau sekamar sama cowok itu."ujar Rara
"Ini akibatnya bocil dinikahin.Udahlah Ra mending Lo kekamar Ayah sama Bunda.Tidur ikut mereka sana.Kalo gak Lo gedor-gedor kamar Ano biar sekalian kena semprot Lo."ujarku lalu menutup pintu kamar
Akupun kembali merebahkan tubuhku dikasur kesayangan milikku.Terbesit rasa kasihan namun kali ini aku tak bisa menolong Rara.Gadis itu sudah menikah apalagi ini malam pertama untuknya.
Rasanya aku ingin tertawa ngakak saat melihat ekspresi Rara yang begitu lucu.Bagaimana tidak diluaran sana banyak wanita yang rela melepas segelnya untuk orang yang ia cintai.Terkadang hanya berbekal ketampanan saja sudah bisa mendapatkan kegadisan lah ini dia sudah menikah malah tak mau melakukan hubungan suami istri.
Memang aku akui Rara adalah gadis polos yang masih belum mengenal percintaan.Dia memang hobi keluyuran,pulang pergi ke klub malam,Ratu bully namun untuk masalah lelaki dia masih berada dilevel bawah.
Aku dan Rara memang cukup dekat,karena kami memang satu server.Berbeda dengan Keano yang memilih cuek dan terkesan tak mau bergaul dengan kami berdua.
Akupun kembali memejamkan mata alih-alih melupakan kejadian tadi.Rasanya lelah sekali seharian mempersiapkan semuanya.Apalagi besok aku mesti kembali ke dosen pembimbing untuk berkonsultasi masalah skripsi.Rasanya sudah tak sabar untuk segera wisuda.
__ADS_1
Dibalik wajahku yang crengas crenges ada banyak harapan yang harus aku wujudkan.Rasanya aku begitu tak ikhlas jika dibanding-bandingkan dengan Ano saudara kembar ku.Ano memang sudah lolos skripsi dan hanya tinggal menunggu wisuda sedangkan aku masih saja bolak balik ke dosen pembimbing.
Perlahan mataku mulai terpejam hingga aku tak tau kalau aku sudah berada dialam mimpi.