
"Oh iya Ra kenalin ini Safira dan Safira kenalin ini Rara."ujar Mama yang semula tersenyum lalu menampakkan wajah sendunya
"Udah kenal mi ngapain dikenalin."ujarku dalam hati lalu membalas jabat tangannya.
"Safira."ujarnya dengan tersenyum sinis
"Rara."ujarku lagi lalu melepas cengkraman tangan gadis itu.
Sepertinya gadis itu memang tidak baik terbukti kala kami berjabat tangan namun tanganku diremas kuat olehnya.Aku hanya menatapnya kesal.
Acara makan malam pun selesai dan Safira pun sudah pulang dari kediaman Mama.Sementara aku masih berada disana membantu Mama membersihkan sisa-sisa makanan dan piring kotor.
Selesai itu akupun memilih untuk pulang.Tak butuh waktu lama untukku sampai dikediamanku karena aku mengendarai mobil dengan kecepatan penuh.Lelah dan letih itulah yang saat ini ku alami.
Mataku terasa begitu perih,pening kepala ini membuatku menyegerakan untuk sampai rumah.Aku pun berjalan gontai menuju kamar rasanya sudah tak kuat tubuh ini menanggung semuanya.
Flashback On
"Ra."ujar Mama yang sedang mencuci piring kotor sementara aku sedang menyusun piring bersih kedalam rak
"Iya Ma.Ada apa?"ujarku sembari menyusun piring bersih
"Ada yang mau Mama bicarain sama kamu.Tapi nanti setelah ini kita bicara di taman belakang."ujar Mama
"Iya Mi."ujarku sembari tersenyum
...***...
Aku dan Mama sudah duduk manis di taman belakang.Mama masih diam saja tak kunjung membuka pembicaraan.Aku yang melihatnya pun mengernyitkan kening lalu bertanya kepada wanita paruh baya itu.
"Maaf Ma mau bicara apa ya tadi?"ujarku
Hampir saja diriku oleng karena dengan tiba-tiba Mama memelukku.Bajuku terasa basah sepertinya Mama sedang menangis tapi kenapa Mama menangis apa karena aku salah ucapan?
"Maafin Mama nak.Mama minta maaf sama kamu."Ujar Mama yang semakin membuatku mengerutkan kening
"Ma kenapa minta maaf?"Ujarku lalu melepaskan pelukan wanita paruh baya itu
"Ijinkan Adnan menikah lagi dengan Safira."Ujar Mama yang membuatku diam mematung
__ADS_1
Deggg
Akupun menatap Mama mencari kebohongan disana namun tak kudapat.Bahkan Mama menangis tersedu sedu sembari meminta maaf kepadaku.Sementara aku hanya diam mematung mendengar pernyataan Mama.
"Mama minta maaf,ini semua bukan kehendak Mama.Ini sebuah kecelakaan yang mengakibatkan mereka berdua harus menikah."Ujar Mama
"Ma..mmaksudnya?"ujarku sembari meresapi kata-kata Mama
"Safira sedang mengandung anak Adnan.Mama harap kamu mau menerima kenyataan ini Ra."ujar Mama
Lagi-lagi masalah itu yang membuat runyam.Aku pun diam mengingat kejadian kemarin yang membuat hubunganku hancur hingga Adnan kecelakaan.Aku hanya menangis dalam diam.Entah apa yang harus kulakukan rasanya sakit sekali.
"Iya Ma Rara gapapa kok kalau emang Adnan harus menikah dengan wanita itu.Rara ikhlas."ujarku mencoba untuk tersenyum dan tetap tegar
"Kamu beneran mau?Apa kamu rela dimadu?"Ujar Mama
"Semua wanita pasti tidak akan mau dimadu Ma.Rara ikhlas kalo Mas Adnan nikah sama wanita itu.Rara bakal mundur Ma.Rara bakal ngejauh dari Adnan."ujarku sembari mengusap air mataku
"Oh iya Ma,Rara cuma mau bilang Rara keterima di Univ impian Rara.Makasih doanya ya Ma."ujarku lalu memeluk Mama
Mungkin ini adalah terakhir kalinya aku berada dirumah ini.Banyak kenangan yang masih menempel erat diotak ini.
"Sekali lagi maafin Mama ya nak.Semoga kamu jadi anak yang sukses.Mama sayang kamu."ujar Mama sembari menangis kembali memelukku
"Hati-hati ya Ra.Sekali lagi maafin Mama."ujar Mama yang hanya kubalas dengan senyuman.
Aku keluar menuju garasi namun terhenti karena disapa oleh Kak Fasha.Lelaki berwajah manis ini nampak baru masuk dengan menenteng kantong kresek.
"Kamu mau pulang sekarang?"ujar Lelaki berlesung pipi itu
"Iya kak.Saya permisi."ujarku yang hendak membuka pintu mobil namun ku urungkan
"Ini udah malam loh Ra apa gak sebaiknya kamu menginap aja disini.Toh kalian udah sah jadi gak akan jadi cemoohan tetangga."ujar Kak Fasha
"Maaf Kak gak bisa.Yasudah saya permisi."Ujarku lalu pergi masuk kedalam mobil.
Segera ku pakai sealtbelt dan terlihat lelaki itu masih berdiri didepan mobilku.Diam namun tanpa kusadari ia sudah melangkah menuju samping jendela.
"Apa perlu saya antar?Rasanya tidak baik cewek keluar sendiri malam-malam."ujar lelaki itu yang hanya ku tanggapi dengan gelengan
__ADS_1
Entahlah aku merasa moodku memburuk.Tak ada lagi senyum dibibirku.Bahkan untuk membalas senyum lelaki itu pun aku enggan melakukannya.Dengan segera ku lajukan mobilku membelah jalanan yang penuh ke sunyian ini.
Flashback Off
Mataku terasa panas karena terlalu banyak mengeluarkan air mata.Akupun melepas hijabku dan berganti baju tidur.Pikiranku terasa kacau mengingat perkataan Mama yang sebenarnya begitu menyentil hatiku.
"Cobaan apalagi ya Allah yang telah engkau berikan."Ujarku yang mencoba mengkikhlaskan Adnan
Malam ini terasa sepi dan hening aku menangis sejadi-jadinya.Kudengar pintu kamarku terbuka menampilkan sesosok Pria dengan wajah agak berandal.Dia pun duduk lalu membawaku kepelukannya.
"Nangis aja kalau mau nangis."ujarnya yang semakin membuat air mataku luruh menjadi-jadi.
Lelaki itu memelukku dengan sesekali mengelus puncak kepalaku.Inilah kebiasaan yang selalu ia saat kecil saat menenangkan ku menangis.
"Abang baru pulang ya?"ujarku lalu menatap manik mata lelaki didepanku itu
"Iya.Habisnya tadi gue tau Lo dijalan naik mobil dengan kecepatan tinggi terus gue ikutin deh."ujarnya
"Pantes bau badan.Mana belum mandi lagi."ujarku yang langsung mendapat tonyoran dari Bang Zou
"Dasar lo ya.Oh iya kenapa Lo nangis dan akhir-akhir ini Lo keliatan lebih murung.Apa keadaan Adnan memburuk?"ujar Kenzou menerka-nerka
"Enggak Bang,Adnan baik-baik aja."ujarku berusaha menutupi kenyataan
"Udah deh gak usah bohongi gue.Cerita aja gapapa,bahu gue siap Lo jadiin sandaran kok."ujar Kenzou
"Adnan mau nikah lagi."Ujarku yang tanpa kusadari air mataku menetes
"Maksudnya?terus Lo cemburu gitu lihat Adnan mau nikah lagi.Apa Lo udah mulai suka sama dia?"ujar Keanzou lalu tertawa terbahak-bahak
"Gue lagi serius kenapa ketawa sih.Yaudah gak usah diterusin ceritanya."ujarku sembari mengerucutkan bibir
"Iya deh maap dedek kecilku."ujar Kenzou dengan nada yang sangat alay
"Adnan mau nikah sama cewek lain karena cewek itu hamil.Gue gak bisa nerima dia Kak,gue gak mau diduain apalagi sampai dipoligami kayak gitu."ujarku
"Apa?Adnan ngehamilin cewek?kurang ajar sekali anak itu.Ini yang paling gue takutin pas elo mau nikah karena perjodohan.Dari awal gue gak setuju,gue takut kalo Lo ngerasain sakit apalagi tau sendiri kan umur Lo juga masih muda,pikiran diusia Lo itu masih labil dek.Kesannya lucu banget kalo entar Lo cerai sama Adnan masak Lo jadi janda muda sih ehh ralat janda kecil."ujarnya lagi dengan wajah serius kemudian kembali tertawa.
"Terus aja ngetawain adeknya sendiri.Udah Bang gue capek mau tidur.Bye."ujarku lalu merebahkan tubuhku dikasur kingsizeku
__ADS_1
Sementara Kenzou sudah kembali ke kamarnya.Sekilas aku melihat sofa yang biasa dipakai Adnan.Rasa rindu dan kecewa pun menjadi satu.Pikiranku menerawang jauh,mengingat sejengkal kejadian kejadian yang sempat membuatku bahagia namun dengan cepat juga membuatku kecewa.
Sebisa mungkin aku menghindarinya.Ku pejamkan mataku kuat-kuat.Tubuhku lelah ingin tertidur namun mata ini tak bisa untuk dipejamkan.Rasanya begitu perih karena banyaknya air mata yang mengalir.