Mengejar Cinta Halalmu

Mengejar Cinta Halalmu
Apakah ini karma?


__ADS_3

Seperti biasanya aku selalu disibukkan dengan pekerjaan di butik Bunda yang ramai.Maklum karena kebetulan bulan-bulan ini musim pernikahan.Selain itu aku sengaja membantu Bunda untuk mengurus butik demi mengisi waktu luangku.


Bulan depan aku akan mengikuti ospek.Sudah jarang pula aku berkumpul bersama kedua sahabatku karena mereka disibukkan oleh tugas perkuliahan.


"Dek,tolong bilang ke Mbak Reni saya keluar sebentar.Assalamualaikum."ujarku kepada siswa yang sedang Pkl dibutikku


"Baik mbak.Waalaikumsalam."ujarnya sembari tersenyum sementara aku sudah melenggang keluar butik


Aku berjalan menyusuri jalanan kota jakarta dan untungnya jalanan tidak macet jadi mempercepat perjalanan.


Aku sudah memasuki cafe langgananku.Tanpa babibu aku segera menuju dibangku pojok kafe.Disana sudah ada Diva yang kebetulan baru saja duduk dari arah utara.


"Assalamualaikum Div,Dilla mana?"ujarku lalu duduk didepan Diva


"Waalaikumsalam.Dilla masih ada jadwal."ujar Diva lalu memainkan hpnya.


Sepertinya Diva sedang asyik menghubungi seseorang hingga akhirnya dia pun merasa kesal.Aku hanya mengernyitkan dahi kala melihat kelakuan Diva sementara sang empunya pun hanya nyengir menampakkan deretan gigi putihnya.


"Yaudah kita pesen duluan aja.Dilla masih sibuk kayaknya..kayaknya entar dia nyusul."ujar Diva yang hanya kuangguki


Seusai memanggil waitres kami pun mengobrol sembari menunggu pesanan.Tak lama kemudian datanglah Dilla yang berlari dengan ngos-ngosan.


"Huhh..sory gue telat..huh..huh."ujar Dilla lalu menyeruput jusnya yang baru ditaruh oleh sang pelayan


"Njir kayak orang gak pernah minum setahun aja lo."ujar Diva


"Tau tuh.Lo habis dari mana aja sampai ngos-ngosan kayak gitu?"ujarku lalu menyantap makananku


"Haduh tadi itu gue habis ngerjain senior gue kurang ajar banget tuh orang.Dia itu mempersulit hidup gue banget tau gk sih.Lo tau tampangnya itu sok banget.Males deh gue."ujar Dilla yang terus saja bercerita tentang dia yang balas dendam karena dikerjai seniornya saat ospek.


Wkwk jangan heran Dilla memang orangnya pemberani sekaligus aneh.


"Udah-udah nak mending kamu makan dulu kamu pasti laper."ujar Diva lalu menyuapkan roti bakar ke mulut Dilla yang kebetulan sedang mangap


Sementara aku hanya ngakak melihat kelakuan absurd mereka berdua.Namun tawaku terhenti kala ada yang menghampiriku.Aku menatapnya hanya dengan wajah datar.


"Ternyata lo udah bisa ketawa sekarang.Lo udah ngiklasin Adnan buat gue kan?"ujar gadis berambut setengah pirang itu


"Bukan urusan lo."ujarku sembari menatap Safira datar


"Lo udah kalah banyak sama gue.Dan sebentar lagi Adnan bakal jadi milik gue."ujar Safira lalu menyungginggkan senyum sinisnya


"Jadi pelakor kok bangga."ujar Diva lalu diikuti tawa sinis dari Dilla

__ADS_1


"Tau tuh,ngakunya cantik tapi kok ngerebut suami orang ya,situ gak laku apa?"ujar Dilla dengan smirknya


"Jaga omongan kalian.Gue gak ada urusan ya sama kalian berdua jadi gak usah ikut campur."ujar Safira yang mulai terpancing emosi


"Sorry ya nona SAPIra yang cantik tapi jadi hellokiti gue bukannya ikut campur.Rara sahabat gue jadi gue berhak bela dia apalagi untuk menghadapi pelakor murah kayak lo."ujar Dilla mulai beraksi dengan mulut pedasnya.


"Dasar beraninya keroyokan."ujar Safira sembari meredam emosinya


"Kenapa lo syirik sama Rara karena ada sahabat yang bantuin?Makanya jangan jadi pelakor biar punya temen.Mungkin lo gak punya sahabat karena mereka takut kali kalau lo tikung."ujar Diva lagi-lagi dengan tawa meledek


"Hiihh awas lo ya,gue bakal bikin perhitungan buat kalian semua."ujar Safira lalu keluar dari cafe


Aku masih hanya diam menatap kepergian Safira.


"Udah Ra gak usah dengerin omongan sapi pelakor itu."ujar Diva


"Tenang aja lo masih ada kita,kita bakalan jadi orang pertama yang ngelindungin lo kalo lo disakiti sama orang.Kita kan sahabat udah kayak saudara malah."ujar Dilla lalu mereka berdua memelukku


"Makasih ya kalian udah baik sama gue."ujarku


Kami pun berpelukan layaknya kartun teletubies.Tak ada kesedihan diantara kami hanya ada canda tawa karena memang tujuan kami berada disini untuk bersenang-senang bukan untuk bergalau ria.


...****...


"Huh..akhirnya ketemu juga."ujarku lalu menemui Nenek dimeja makan.


"Pagi Nek,Mbk Tika dan Pak Samsul."ujarku sembari tersenyum ramah.


"Pagi juga Neng Rara."ujar Pak Samsul


"Pagi Mbak Rara."ujar Mbk Tika sementara Nenek hanya tersenyum


Kamipun sarapan dengan hening.Hanya bunyi denting sendok yang menjadi latar dari sarapan ini.Tak butuh waktu lama untuk menghabiskan makananku.Aku pun segera berpamitan kepada Nenek.


Aku duduk manis dengan diantar Pak Samsul.Tak ada kemacetan seperti dijakarta hingga dengan cepat kami sampai didepan gerbang masuk Universitas.Aku pun segera turun setelah berpamitan dengan Pak Samsul.


Aku menyusuri koridor fakultas manajemen karena kebetulan untuk sampai kefakultasku harus melewati fakultas kedokteran.


Suasana sudah ramai.Banyak anak-anak yang memakai baju sepertiku.Sampai dikelas akupun masuk dan menaruh tasku dibangku.


"Hay."ujar seorang wanita dengan jilbab instan warna hitam sembari tersenyum


"Eh..hay juga."ujarku sembari tersenyum

__ADS_1


"Kenalin aku Bella."ujarnya lalu mengulurkan tangannya


"Rara."ujarku lalu duduk


Kamipun mengobrol hingga tak terasa Ospek pun akan dimulai.Kali ini kami semua turun kelapangan untuk apel pembukaan penerimaan Maba.Tak ada yang spesial hari ini namun aku tetap bersemangat karena ini awal dari kebahagiaanku.Aku harus bisa melupakan semua kejadian yang ku alami dulu.l


Jarum jam pun sudah berpindah tempat,terik matahari sudah berada diatas kepala.Waktu istirahat pun tiba.Karena lapar akupun memilih untuk pergi ke kantin.


Tak lupa ku buka ponselku,disana banyak sekali notif chat dari teman-temanku,Bara,dan kedua orangtuaku.Seusai memesan makanan akupun segera mencari tempat duduk.Baru saja duduk ditempat itu namun sudah ada teriakan dari seseorang.


"Berani sekali Lo duduk disana.Tempat ini tuh sudah jadi milik kami jadi tak ada seorangpun yang bisa duduk ditempat ini kecuali kami berlima."Ujar wanita dengan rambut pirang sepundak.


Sekilas ku lihat ada Lelaki berwajah datar menatapku dengan wajah dinginnya.Selain itu juga ada 2 wanita yang tadi menegorku dengan wajah garang serta satu orang lelaki dengan senyum yang sedari tadi ia sunggingan.


Tanpa kata akupun memilih untuk menghindari mereka.Rasanya begitu malas menuruti permintaannya namun aku juga begitu malas untuk meladeni geng didepanku ini.


Tak lama kemudian Bara datang menghampiriku.Wajahnya begitu tampak kelelahan namun ia masih saja menampakkan senyum didepanku.


" Maaf,bikin Lo nunggu lama."ujar Bara lalu duduk di depanku


"Iya gapapa."ujarku lalu kembali menghampiri penjual untuk memesankan Bara sementara segerombolan orang tadi tampak mengawasiku.


Aku yang merasa diawasi pun hanya diam tanpa mau meladeninya.Rasanya aku jadi mengingat saat dulu saat aku masih membully orang-orang hanya karena tempat duduk.


Aku pun berusaha berjalan dengan Bodoamat.Namun naasnya kakiku tersandung oleh kaki milik gadis segerombolan itu bahkan ia sengaja melakukan itu agar kakiku tersandung dan semua orang tertawa.


"Upsss sorry,makanya kalo jalan itu pakai mata kalau Lo jalan pakai hati jadinya ya kayak gini?"ujar gadis perawakan pendek itu


Bara terkejut melihatku terjatuh,dia pun berlari menolongku.Wajahnya pun tampak kesal melihat ke arah segerombolan orang tadi.


"Wah gaess sosweet banget mereka,ternyata dibela sama pangerannya ya."ujarnya lagi dengan suara yang dibuat-buat seimut mungkin tapi kesalnya amit-amit


"Udah gak usah dengerin omongan dia,lebih baik kita pergi dari sini."ujar Bara kemudian membantuku berdiri


Melihat kami berjalan tanpa menggubrisnya membuat dua wanita itu semakin naik pitam.Seusai membayar pesananku kami pun pergi karena memang jam istirahat pun telah usai.


Tak terasa sudah waktunya untuk pulang.Ospek akan diadakan selama 3 hari dan setelah itu perkuliahan akan berjalan seperti biasa.


Akupun pulang dengan menaiki ojol karena Pak SamsulĀ  sedang mengantar Nenek entah kemana.Dirumah hanya ada Mbak Tika yang sedang menonton Tv.


Setelah mengucap salam akupun langsung menuju kamar.Lelah itulah yang saat ini kurasakan.Kejadian hari ini cukup menguras waktu dan tenaga.Namun mampu membuatku lupa sejenak akan kenanganku bersama Adnan.


"Semoga lelahku menjadi lillah Ya Allah."ujarku lirih

__ADS_1


__ADS_2