Mengejar Cinta Halalmu

Mengejar Cinta Halalmu
Cowok lucknut bikin Badmood


__ADS_3

Adzan subuh mulai berkumandang tak lupa terdengar suara kokok ayam menandakan pagi hari.Lelaki bertubuh kekar itu sudah siap dengan baju Koko serta sarungnya.


"Ra bangun udah pagi."ujar Adnan sembari menepuk nepuk pelan pipi gadis didepannya itu


perlahan sang empu pun menoleh kearah sumber suara.Mengucek matanya perlahan tampak Adnan yang sudah lengkap dengan peci dan baju koko lengkap.


"Apasihh,ganggu orang tidur aja."ujar Rara lalu kembali memejamkan matanya


"Ayo bangun kita sholat subuh berjamaah."ujar Adnan yang lagi-lagi menepuk nepuk pipi Rara


"Gue gak sholat,kalo Lo mau sholat pergi aja sendiri gak usah ajak-ajak gue."ujar Rara kesal lalu menyumpal telinganya dengan earphone kesayangannya.


"Astagfirullah semoga kamu cepat dapat hidayah Ra.Yasudah saya berangkat ke masjid dulu.Assalamualaikum."ujarnya lalu beranjak pergi ke masjid.


Seusai sholat subuh,Adnan memilih untuk membaca Al-Qur'an di kamarnya sembari menunggu pagi tiba.Rencananya hari ini dia akan pergi mengunjungi temannya untuk menanyakan Ruko yang akan dia tempati untuk berbisnis.


Jarum jam sudah menunjukkan pukul setengah enam pagi dia pun memilih untuk mandi dan bersiap-siap menuju kantor temannya.Dilihatnya Rara yang masih tertidur pulas dikasur.Sebelumnya ia memilih untuk menyiapkan keperluan sang istri mulai dari seragam sampai buku yang akan dibawa sang istri ke sekolah.


Dirasa sudah ia pun segera membangunkan gadis kecil berwajah manis itu.Jika dilihat dari lelaki lain Adnan memang begitu sempurna.Wajahnya saja terlihat sangat tampan dan kalem.Ia pun begitu sabar menghadapi Rara yang begitu labil dan keras kepala.


"Ra bangun,udah siang nih."ujarnya sembari menepuk-nepuk pipi sang istri


"hmmmm jam berapa?"ujar Rara sembari mengucek-ngucek matanya


"Udah jam 6 kurang 10 menit.Cepetan mandi udah aku siapin semuanya."ujar Adnan dengan suara lembut yang pasti membuat semua gadis meleleh dengan perlakuannya namun tidak dengan Rara


"5 menit lagi."ujarnya yang hendak kembali tidur namun segera dicegah oleh sang suami


"Gak bisa,mandi sekarang nanti kalo nambah jam kamu bisa-bisa kesiangan."ujarnya lalu membangunkan Rara secara paksa


Gadis itupun menurut saja meski dalam hatinya ia begitu kesal dengan perlakuan lelaki didepannya itu.Rasanya ia ingin mencabik-cabik wajah polos Adnan namun ia berusaha mengontrolnya agar Kedua orang tuanya tak memarahinya.


Hanya butuh waktu 10 menit saja ia kini sudah siap dengan seragam sekolahnya.Tak ada yang dirias ia hanya memakai bedak bayi dan liptint dibibirnya agar terlihat fresh.Dirasa cukup ia pun segera turun untuk sarapan bersama keluarganya.

__ADS_1


"Pagi semua."ujar Rara dengan ceria


"Wah hawa-hawa pengantin baru nih pagi-pagi udah keramas."ujar Zou yang mendapat pelototan dari Bunda


"Apasih gak jelas banget jadi orang."ujar Rara lalu mengambil nasi dan menyantapnya.


"Ra,Adnan gak kamu ambilin?"ujar Ayah


"Ngapain Yah dia kan punya tangan pastinya bisa ambil sendiri dong."ujarnya lalu menyantap dengan lahap nasi gorengnya.


"Tumben jam segini udah sarapan,biasanya masih molor."ujar Kenzou lalu melahap nasi gorengnya


"Gara-gara cowok lucknut ini,masak subuh-subuh bangunin Rara trus habis itu jam setengah enam Rara udah dibangunin lagi.Emang ya orang ini nyebelin banget Yah,Bun."ujar Rara yang dikira kedua orang tuanya bakal memarahi Adnan malah sebaliknya semua orang tersenyum melihat Adnan


"Alhamdulillah semoga kamu bisa merubah Rara menjadi lebih baik ya Nan."ujar Bunda.


"Kenapa mesti dirubah?emang dari kemarin Rara buruk ya Bun?"ujar Rara


"Ya enggak gitu Ra tapi supaya kamu lebih baik lagi,lebih dewasa lagi."ujar Bunda yang hanya diangguki olehnya


Baru saja ia keluar namun kembali lagi dengan suara cemprengnya.


"Yah kunci mobil Rara dimana?Entar Rara sekolahnya naik apa?"ujar Rara


"Mulai sekarang mobil Ayah serahkan ke suami kamu,dan kalau mau apa-apa ijin ke suami kamu termasuk bawa mobil sendiri."ujar Ayah dengan tersenyum


"Haduhh ribet banget.Kenapa mesti dia sih yang bawa.Masak apa-apa aku mesti ke dia.Ayolah Yah ini mobil kan milik aku masak semuanya diatur sama dia sih."ujar Rara sembari menunjuk Adnan


"Gak bisa ini perintah bukan tawaran.Oh iya Adnan terserah keputusan kamu masalah Rara."ujar Ayah lalu pergi meninggalkan kami


"Baik Yah.Ayok Ra biar saya antar kamu ke sekolahnya."ujar Adnan lalu beranjak keluar.


Mereka berdua sudah berada didalam mobil tentunya dengan perasaan kesal.Rara memilih untuk duduk dibelakang kemudi.Wajahnya sedari tadi sudah ditekuk.

__ADS_1


"Mulai sekarang kalo kamu butuh apapun termasuk uang bilang ke saya."ujar Adnan membuka pembicaraan


"Kenapa sih Lo selalu buat kacau mood gue?Dan kenapa apa-apa bahkan hidup gue elo yang ngatur?Siapa sih Lo sebenarnya?"ujar Rara dengan tangan yang ditekuk didada


"Saya kan suami kamu Ra jadi wajar kalo saya yang ngatur semuanya apalagi saya kepala rumah tangga mesti tegas sama kamu."ujar Adnan


"Tapi ini pernikahan sementara yang suatu saat kita pasti akan cerai.Kita gak mesti kayak suami istri beneran."ujar Rara yang membuat Adnan menggelengkan kepalanya


Memang ia tak habis pikir dengan pikiran gadis labil dibelakangnya itu.Sepertinya ia mesti ekstra sabar menghadapi Rara yang super duper menjengkelkan.


"Terserah kamu mau berpikiran apapun tapi yang jelas saya akan mempertahankan rumah tangga ini.Saya gak mau mempermainkan pernikahan sakral yang disaksikan oleh tuhan.Dengan saya menikahi kamu berarti saya harus siap menghadapi kamu sekalipun kamu menolak pernikahan ini saya harus tetap mempertahankan pernikahan ini sebisa saya.Dan yang kedua saya tidak mau mengecewakan kedua orang tua kita yang sudah bahagia melihat anaknya."ujar Adnan sembari fokus ke jalanan


"Lo kira gue bahagia?Enggak sama sekali.Gue aja gak pernah kenal Lo dengan tiba-tiba orang tua kita ngejodohin lalu parahnya lagi dinikahin.Bagaimana pun pernikahan yang tidak didasari dengan cinta pasti akan kandas."ujar Rara


"Kata siapa?selama kita belum mencoba kita gak akan tau.Yasudah mulai sekarang kita coba untuk saling mengenal.Seperti kata pepatah tak kenal maka tak sayang."Ujar Adnan lalu berhenti ke area sekolah


"Sayangnya gue gak mau tuh."ujar Rara lalu beranjak keluar dari mobilnya


Baru saja keluar ia sudah dijemput oleh teman-temannya.Sedangkan kedua temannya tampak kagum ketika melihat Adnan keluar.Tak hanya kedua temannya melainkan siswi yang melihat pun terpana saat melihat Adnan.Sedangkan yang dipandang hanya menundukkan kepala lalu masuk kedalam mobil.


"Tadi itu siapa Ra,ganteng banget tau gak sih."ujar Dilla


"Bodyguard baru Ayah."ujar Rara singkat


"Kenalin ke gue dong Ra.Wajahnya itu mirip banget sama siapa ya?hmm eh iya mirip banget kayak Adnan vokalis Hadrah yang kemarin gk sih?"ujar Diva


"Iya ya.Makanya kayak gak asing gitu wajahnya.Tapi bokap Lo pinter banget cari bodyguard kan lumayan enak dipandang gitu."ujar Dilla yang sesekali tersenyum kala disapa para kaum hawa


"Kenapa malah ngomongin tau cowok sih?Nyebelin banget kalian."ujar Rara lalu pergi meninggalkan mereka berdua


"Lah kenapa dia yang sensi?"ujar Diva bertanya pada dia


"Tau tuh.Lagi dapet paling makanya sensian."ujar Dilla

__ADS_1


Mereka berdua pun memasuki kelas untuk menyusul Rara.Sedangkan dikelas Rara tampak duduk kesal dibangkunya.Rasanya hari ini moodnya semakin memburuk karena lelaki bernama Adnan itu.


"Baru sehari aja dia dirumah gue udah bikin mood gue hancur apalagi jika dia bertahun-tahun tinggal sama gue."ujar Rara dalam hati.


__ADS_2