Mengejar Cinta Halalmu

Mengejar Cinta Halalmu
apakah ini yang dinamakan Cinta?


__ADS_3

Rara POV


Sesuai dengan jadwal bahwa hari ini akan diadakan lomba marching.Aku sudah bangun sejak adzan subuh dikumandangkan.Tak seperti biasanya, aku yang membangunkan Adnan untuk sholat subuh.Adnan memilih untuk sholat subuh dimasjid dekat rumah karena kebetulan aku sedang halangan.


Matahari mulai menampakkan sinarnya ayam pun sudah berkokok tanda hari sudah pagi.Adnan sudah berada dirumah.Ia memilih untuk membaca Al quran.Suaranya mengalun begitu merdu.Sementara aku memilih untuk pergi kedapur karena bosan berada didalam kamar sekaligus membuatkan sarapan untuk Adnan.


"Bunda masak apa?"ujarku sembari memeluk Bunda yang sedang berkutat didapur


"Bunda sedang masak nasi goreng kesukaan kamu."ujar Bunda


"Bunda aku bantuin ya."Ujarku yang membuat Bunda menatapku heran


"Kamu beneran mau bantuin Bunda?tumben banget,kamu gak ada maksud terselubungkan?"ujar Bunda menatapku dengan menyelidik


"Ihh bunda orang ikhlas mau bantuin malah ngomong kayak gitu.Jangan suuzdhon jadi orang."ujarku kesal yang membuat sang bunda tersenyum


"Ya udah iya maafin bunda.Kamu bantuin goreng telur ya.Bisa kan?"ujar Bunda yang hanya ku angguki


Tak butuh waktu lama akhirnya hidangan sudah tersaji dimeja.Aku pun berjalan menuju kamar untuk memanggil Adnan sementara Bunda membangunkan Ayah dan kedua kakakku.


Tanpa mengetuk pintu akupun masuk kedalam kamar namun pandanganku jatuh pada Adnan yang hanya memakai handuk dengan tubuh yang belum mengenakan pakaiannya.


Terkejut itulah yang saat ini kurasakan sementara sang empu hanya memandangku dengan tatapan yang bisa diartikan.Aku meneguk kasar salivaku melihat perut sixpack Adnan apalagi saat mata kami berdua saling bertatapan dan cukup lama.Aku yang sadar akan hal itu membuatku mengalihkan pandanganku.


"Cepet pakai baju lo gue tunggu di meja makan."ujarku hendak pergi namun Adnan menghampiriku dan mencekal tanganku


"Kalo saya gak mau gimana?"ujar Adnan dengan tatapan yang tak bisa diartikan


Jarak kami berdua cukup dekat hingga membuatku bisa merasakan deru nafas Adnan yang memburu.Aku semakin memundurkan tubuhku melihat Adnan yang semakin maju menghimpit jarak antara kita.Tubuhku terbentur dinding karena rasa takut saat Adnan menatapku dengan tatapan Horornya.


"L..lo mau apa sih?Awas gue mau pergi."ujarku dengan gugup dan jantung yang berdebar debar


"Gue pengen lo disini."ujarnya lalu tersenyum


"Adnan minggir lo.Mendingan pakai baju lo sekarang.Jangan buat mata gue ternodai karena ulah lo."ujarku yang memberanikan diri melawan lelaki bertubuh kekar itu


"Kenapa?Kita udah sah kok.Bahkan kamu bisa dosa kalo gak nurutin kata suami."ujar Adnan yang mendekatkan wajahnya hingga hidungku menempel dengan hidungnya

__ADS_1


"Ahh jangan bilang kalo Adnan mau ngajak *****?Gue mesti gimana nih.Mana bibirnya menggoda lagi.Tuh kan pengen gigit tuh bibir gue."ujarku yang semakin kacau


Hingga tanpa sadar sebuah benda kenyal mendarat dibibir gue.


Deg..


"Kenapa jantung gue berdetak pas Adnan cium gue."Ujarku dalam hati


Aku hanya diam mematung namun merasakan perlakuan Adnan.Namun sedetik kemudian aku membalas ciuman Adnan.Aku menutup mataku menikmati ciuman hangat yang Adnan berikan tanpa sadar tanganku sudah mengalung dileher kekar Adnan.Hanya beberapa menit kejadian ini karena kami berdua sudah kehabisan nafas.


"Aku sayang sama kamu.Jangan pernah kamu berpikir untuk ninggalin aku."ujar Adnan yang membuat pipiku memerah


"Gue juga sayang sama lo."ujarku dalam hati lalu keluar kamar karena malu jika mengingat kejadian tadi


...***...


Kami pun berkumpul diruang makan.Inilah hal yang begitu ku rindukan.Aku dan Adnan memang memilih untuk tinggal di apartemen namun terkadang kami juga sering menginap dirumah orangtua masing-masing.


Seperti saat ini sudah dua hari ini aku menginap dirumah Bunda.Rasanya aku begitu merindukan suasana kamar.Bersantai dibalkon sembari minum secangkir kopi serta bersenda gurau bersama kedua saudaraku.


"Lo kok masih nyantai gitu sih?Ini udah siang loh."ujar Zou


"Kok siang banget."ujar Bang Ano


"Iya bang aku kan ikut lomba marching jangan lupa nonton ya."ujarku


"sibuk."ujar Bang Ano


Lelaki berwajah datar ini memang begitu sibuk.Mereka berdua memang sudah lulus.Bang Zou yang dijadikan CEO perusahaan milik Ayah,Bang Ano yang sibuk dengan pekerjaannya sebagai dokter muda.


Dia memang tampan namun begitu dingin.Tapi entah mengapa banyak wanita yang sangat mengaguminya bahkan tak jarang wanita itu sengaja pergi ke tempat praktiknya beralibi sakit.


"iya deh yang sibuk mah beda."ujarku lalu menata piring kotor dan menaruhnya ke dapur


Kulihat jarum jam sudah menunjuk setengah delapan.Akupun segera bersiap siap untuk datang kesekolah.Tak butuh waktu lama untukku mandi dan bersiap-siap kini akupun sudah siap dengan memakai kemeja flanel kotak-kotak warna hitam putih,dengan rambut yang kucepol asal.


"Ayok nan berangkat."ujarku menghampiri Adnan yang sibuk dengan laptopnya

__ADS_1


"Rambut kamu jangan digituin."ujar Adnan lalu menarik kunciranku menjadi tergerai


"Kok digerai sih."ujarku kesal


"Leher kamu keliatan bikin orang nafsu."ujar Adnan lalu beranjak keluar


"jadi dia nafsu dong setiap kali gue cepol rambut gue.Oh no seorang Adnan juga bisa nafsu."ujarku lalu mengejar Adnan.


Kami berdua sudah berada didalam mobil.Tak henti-hentinya diriku tersenyum mengingat kejadian demi kejadian dipagi hari ini.


Jika dilihat hubungan kami memang baik-baik saja.Bahkan diluar sana banyak orang yang menganggap bahwa aku dan Adnan memang berpacaran.Perihal pernikahan kami masih tertutup rapat-rapat.Hanya kerabat dekat saja yang tau.


Rencana dari keluarga kami sih ingin mengumumkannya disaat aku sudah lulus sekolah.Mungkin kurang 1 tahun lagi semua itu akan berakhir.Iyaph karena memang dalam perjanjian kita akan bercerai dalam jangka 1 tahun kurang 2 bulan.


Bahkan sekarang ini sudah tak terpikirkan dibenakku.Akankah aku hanya kagum dengan lelaki disampingku ini atau memang ini perasaan cinta terhadap lawan jenis.


"Kenapa kamu senyum-senyum?"ujar Adnan yang melihatku sekilas


"hehehe gapapa."ujarku lalu nyengir kuda


"Ehh nan kata lo tadi gue gak boleh ngecepol rambut gue karena bikin nafsu berarti selama ini lo nafsu dong sama gue?"ujarku


"Saya manusia ya pastinya saya punya nafsu."ujar Adnan


"Nan lo kan santri nih berarti lo tau dong hukumnya istri yang gak nurut sama suami.Kemarin gue browsing tentang kewajiban istri kesuaminya masak mau pergi keluar rumah mesti izin sih.Terus juga sebagai istri harus menjalankan kewajiban anu-anu.Berarti selama ini gue dosa dong sama lo karena kita enggak anu-anu."ujarku yang kesannya ambigu


"iya saya tau.Hukumnya dosa.Untuk yang masalah kamu belum melakukan kewajiban batin sebagai istri saya enggak memaksa kamu kalo kamu belum siap.Saya tidak mau kalo kamu melakukannya dengan terpaksa."ujar Adnan yang masih fokus dengan kemudinya


"Maafin gue ya Nan.Gue belum bisa jadi istri yang baik buat lo.Tapi gue janji gue bakal berubah."ujarku yang membuat Adnan tersenyum


"Terimakasih kalo kamu mau berubah.Tapi kamu berubah bukan karena saya kan niatnya melainkan karena Allah."ujar Adnan lalu memelukku karena kebetulan sedang lampu merah.


"Lah kenapa mesti gitu?"ujarku semakin penasaran


"Ya karena jika kamu hanya berubah karena saya berarti kamu gak sungguh-sungguh ingin berubah.Misalnya disaat kamu bersama saya kamu akan menjadi lebih baik coba kalo kamu tidak dengan saya mungkin kamu akan kembali lagi kejalan yang salah.Kalau kamu memang benar-benar mau berubah niatkan karena Allah dengan begitu Allah memudahkan semuanya,mengkokohkan hatimu bahkan sekalipun kamu tidak bersama saya pun kamu masih tetap berbuat baik."ujar Adnan yang kubalas dengan mengerucutkan bibir membentuk huruf O


Saking asyiknya mengobrol sampai tidak sadar bahwa mobil yang kami tumpangi sudah memasuki area sekolah.Akupun segera berpamitan dengan Adnan lalu turun dari mobil.

__ADS_1


"Doakan semua lancar ya,Jangan lupa nanti nonton gue pas lomba."ujarku yang hanya menyapanya lewat kaca jendela sedangkan yang ditatap hanya tersenyum manis.


__ADS_2