Mengejar Cinta Halalmu

Mengejar Cinta Halalmu
Bertemu Keira kecil


__ADS_3

Aku berjalan menyusuri parkiran.Bukan karena aku tidak menghargai Kak Fasha tapi aku hanya ingin melupakan kejadian itu sejenak.Akupun segera menghampiri Bara yang sedang mencariku.


Kami berdua berjalan menuju gerbang karena mobil sudah keluar dari parkiran.Diperjalanan aku berpapasan dengan Adnan.Dia hanya memandangku tanpa menyapaku.Kami berdua saling menatap dengan mulut membisu dan lagi-lagi Adnan yang memalingkan wajahnya.Sementara Bara tak menghiraukan,ia tetap berjalan santai menyusuri gerbang.


Sekilas ada perasaan perih dihati ini.Apakah Adnan masih belum ingat dengan diriku?Lalu jika dia masih belum mengingatku mengapa aku selalu merasa bahwa dia masih ada perasaan kepadaku.Bahkan akupun merasa bahwa sedari tadi ia memandangku dari panggung.


"Kok gue rasa Adnan kayak aneh gitu ya sikapnya,Apa dia udah inget elo?"ujar Bara


"Gue gak tau Bar."ujarku lalu masuk kedalam mobil.


Tak membutuhkan waktu lama akhirnya kami sampai di rumah Nenek.Aku segera turun dan berpamitan menuju kamar dengan alibi sudah mengantuk.Akupun masuk dan berganti pakaian tidur yang setelah itu membaringkan tubuhku dikasur.Perlahan kututup mataku merilekskan pikiranku.


"Kenapa mesti Adnan sih."ujarku lalu melenggang ke kamar mandi untuk mengambil wudhu agar pikiranku tenang.


Seusai itu aku kembali merebahkan tubuh ini dikasur.Pikiranku masih kalut ketika bertemu Adnan.Sejujurnya rasa ini masih ada namunketika mengingat wanita itu rasanya aku harus berusaha untuk melupakan Lelaki berwajah manis itu.Pelan akupun membaca doa mau tidur dan memejamkan mataku.


...***...


Aku dan Bara sudah berada di dalam stasiun menunggu keberangkatan kereta.Masih ada waktu beberapa menit untuk jadwal keberangkatan.Kulihat Bara melenggang pergi menuju minimarket yang ada di stasiun.Tak lama Bara pun keluar dengan membawa satu kantong kresek berisi camilan dan kresek satunya berisi minuman.


"Ayok naik sekarang!"ujar Bara mengajakku masuk kedalam kereta karena sudah ada pengumuman keberangkatan


Akupun menurut dan berjalan masuk menuju kereta.Aku tidak membawa banyak pakaian.Hanya beberapa pakaian yang kumasukkan kedalam ranselku.Sedangkan Bara menggendong ransel kesayangannya serta menenteng kardus berisi oleh-oleh dari Nenek selain itu ia juga menenteng beberapa kantong kresek berisi Snack.


"Sini biar aku yang naruh ke atas kamu duduk aja."ujar Bara lalu mengangkat barang-barang milik kami


"Makasih."ujarku sembari tersenyum menampakkan gigi gingsul yang memberi kesan manis bagi yang melihatnya


"Jangan senyum Ra,entar gue diabetes liat senyum lo.Apa nanti setelah kita sampai langsung aja ke dokter buat "ujar Bara sembari terkekeh


"Julid banget sih lo."ujarku yang sudah duduk manis didalam kereta


Selang beberapa menit kereta pun melaju.Sementara Bara sibuk memainkan handphonenya.Aku hanya diam memandang pemandangan lewat jendela kereta.Alunan musik yang mengalun membuat aku kalut dalam suasana galau.Bahkan sampai tak sadar air mata ini sudah membasahi pipi.

__ADS_1


"Lo kenapa Ra,berat ya ninggalin Nenek?"ujar Bara yang duduk disampingku


"Iya.Gue capek Bar berharap sama orang.Gue pengen lupain semuanya."ujarku


"Udah lo gak usah sedih,kan gue pernah bilang kalo jodoh itu gak kemana.Lo berdoa aja sama yang buat skenario hidup.Ehh,Btw lo mau es krim?"ujar Bara lalu menyodorkan satu cup es krim rasa coklat kearahku.


Aku sampai lupa bahwa dikantong kresek itu berisi makanan ringan dan ada juga es krim.Lagi-lagi aku dibuat terpana dengan sikap Bara yang begitu sweet.


"Hehehehe makasih.Lo tau aja sih kalo mood gue lagi buruk."ujarku lalu menyantap es krim pemberian Bara


Seusai memakan es krim aku memilih untuk kembali mendengarkan lagu galau yang mampu mengobrak-abrik hatiku.Tak terasa sudah setengah perjalanan hingga aku menyenderkan kepalaku dijendela dan tertidur.


...****...


Perlahan aku membuka mataku.Tak sengaja aku sudah bersandar dipundak Bara dan memeluk tangan Bara yang kujadikan sebagai guling.


"Udah bangun."ujar Bara sembari mengucek matanya


"Maaf tadi gue nyender dibahu lo."ujarku


Tak terasa kami sudah menempuh perjalanan selama lima jam yang tandanya kurang dua jam lagi kami sampai di kota.Malam pun telah tiba terlihat bintang-bintang terang mulai bertaburan.


Bahkan akupun baru menyadar bahwa didepanku telah ada wanita muda yang sedang meredam tangisan putrinya.Gadis kecil bermata kecil dengan pipi bulat itu tampak rewel mungkin dia asing dengan suasana kereta.


Melihatnya begitu kerepotan akupun memilih untuk membantu menenangkan gadis kecil nan imut didepanku ini.Dan ternyata dia terdiam digendonganku.Tatapan wanita itu nampak lega melihat putri kecilnya itu mulai tenang digendonganku.


"Ututuhh lucu banget sih.Siapa namanya?"ujarku yang memangku gadis berusia satu tahun kurang itu


"Namanya Keira Tante."ujar sang ibu menyauti


"Wah kayak nama Tante dong.Kok bisa samaan gini ya Bar."ujarku sembari terkekeh


"Mungkin ini udah jadi takdir tuhan.Makanya Keira dipertemukan Tante cantik nan baik ini.Oh iya mbak kalian turun mana?"ujar wanita muda itu

__ADS_1


"Saya turun Pasar Senen mbak.Kalo mbaknya sendiri."ujarku sembari memberinya biskuit


"Saya turun Gambir mbak.Kalian berdua pasangan yang serasi ya."ujar Wanita itu sembari tersenyum


Aku dan Bara pun hanya saling pandang lalu tersenyum membalas perkataan wanita muda itu.


"Kami hanya berteman kok mbak,kebetulan kita keterima di universitas sama jadi barengan berangkatnya."ujar Bara


"Ohh saya kira kalian sudah menikah.Tapi melihat kalian berdua begitu cocok semoga saja kalian berjodoh."ujar Wanita itu


Akupun hanya tersenyum kikuk bingung harus membalas apa.Satu sisi aku sudah memiliki suami tak mungkin aku mengaminkan doa wanita didepanku namun jika dibantah rasanya tak pantas takut menyinggung orang itu maupun Bara.


Kami pun lama mengobrol hingga tak menyangka Keira kecil tertidur dipangkuanku.Harum bedak bayi serta minyak telonnya menempel di tubuhku.Ku lihat wanita didepanku tertidur dengan wajah kelelahan.Wajar saja karena wanita itu hanya melakukan perjalanan sendiri bersama anaknya yang masih balita.


Akupun hanya diam tanpa membangunkan wanita didepanku itu.Sementara ku lihat Bara juga kembali terlelap.Wajahnya terlihat begitu damai kala tertidur.Sementara aku memilih untuk melihat Film dengan earphone yang masih menancap di telingaku.Dengan sesekali mencium gadis kecil yang begitu pulas tertidur digendonganku.


Waktupun berlalu begitu saja.Kami berduapun segera turun karena sudah sampai di Stasiun Pasar Senen.Bara pun segera menurunkan barang-barang milik kami berdua.Jangan tanya tentang Keira sigadis kecil itu.Dia sudah turun terlebih dulu sebelum kami turun.Bahkan sampai sekarang aku masih ingat jelas wajahnya.Akupun juga sempat memotretnya.


"Lo gak mau pulang?"ujarku menatap Bara yang berdiri didepan stasiun


"Ya pulanglah."ujar Bara


"Kok lo ngikutin gue."ujarku karena memang Bara berdiri disampingku


"Gue mau nganterin lo pulang setelah itu baru gue pulang."ujar Bara santai


"Enggak usah.Lo pasti capek jadi kita pulang sendiri-sendiri,lo gak perlu nganterin gue."ujarku yang membuat Bara menghela nafas panjang


"Yaudah gue tungguin sampai lo dapat taxi dan gak ada penolakan."ujar Bara yang membuatku mendengus kesal.


Tak butuh waktu lama akupun segera masuk kedalam Taxi.


"Gue duluan Bar.Lo hati-hati ya."ujarku sembari tersenyum

__ADS_1


"Oke.Lo juga hati-hati."ujar Bara lalu menutup pintu taxi


Dan taxi yang kutumpangi sudah melenggang pergi meninggalkan Bara.Ku lihat dari spion Bara yang masih berdiri tegap mengawasi ku pergi.


__ADS_2