Mengejar Cinta Halalmu

Mengejar Cinta Halalmu
Kegelisahan Bara


__ADS_3

Bara POV


Namaku Bara Aditama,orang-orang biasa memanggilku Bara.Aku baru saja masuk di bangku kuliah.Dan aku bersyukur sekali bisa masuk di jurusan kedokteran selain itu yang lebih menyenangkan adalah aku bisa satu kampus dengan gadis yang ku sukai.


Hari ini adalah hari terakhir aku melaksanakan ospek yang artinya sebentar lagi resmi menjadi mahasiswa di universitas ini.


Acara hari ini adalah acara pensi yang setiap fakultas akan dipilih perwakilan untuk menunjukkan kreativitasnya masing-masing.Sudah sedari tadi semua mahasiswa berada di aula tak terkecuali aku.


Aku memang terpilih untuk mewakili fakultas kedokteran untuk tampil di acara pensi.Dan tepat ke nomor urut ke 25 giliranku.Aku berjalan santai menuju panggung menutupi kegugupanku.


Akupun segera duduk sembari memangku gitar yang nanti akan ku mainkan.Sebelumnya aku memberikan sambutan terlebih dahulu agar terlihat tidak terlalu kaku.


"Terimakasih atas waktunya,lagu ini gue tujukan untuk wanita cantik di pojok sana."ujarku yang kemudian menunjuk gadis berambut hitam yang memang sedang berada dipojok


"Iya kamu."ujarku sembari tersenyum ke arahnya


Perlahan segera ku petik senar gitar,dan kudekatkan mikrofon yang sudah disediakan oleh panita.


mungkin ini memang jalan takdirku


mengagumi tanpa dicintai


tak mengapa bagiku


asal kau pun bahagia dalam hidupmu, dalam hidupmu


Sesekali aku memandang di kejauhan.Gadis itu masih sama seperti yang dulu.Sikapnya yang begitu manis serta wajahnya yang selalu tampak cantik.Dia adalah Keira Azria Bagaskara.


Entah mengapa dia mampu membuat hatiku sebucin ini.Sorot matanya yang tajam membuat ku terpaku seakan-akan aku terhipnotis olehnya.Aku berusaha fokus dan masih terus menyanyikan lagu yang ku bawakan.


telah lama kupendam perasaan itu


menunggu hatimu menyambut diriku


tak mengapa bagiku


mencintaimu pun adalah bahagia untukku, bahagia untukku


Lagu ini memang pantas untukku.Sekian lama bahkan hampir 3 tahun ini hatiku masih terstuck di Rara.Aku juga tak tau mengapa bisa terjadi apalagi aku juga tau bahwa gadis yang ku kagumi saat ini sudah bersuami.Tapi rasanya bersama ia saat ini saja aku sudah begitu bahagia meskipun tak memilikinya.


Akupun kembali memetik senar gitar.Sesekali ku lihat penonton yang tampak ikut larut dalam lagu.Bahkan semua wanita menatapku dengan tatapan kagum.Ada juga yang melambaikan tangannya seperti anak alay diacara-acara televisi.

__ADS_1


Mataku masih saja terpaku ke arah gadis berparas manis itu.Terlihat dari sorot matanya dia begitu risih namun biarlah aku mengungkapkan isi hatiku untuk saat ini.


Wajahnya tampak gusar.Saat ia hendak berdiri namun suaraku sudah mendominasi ruangan.Bahkan sorot mataku tak henti menatapnya.Tak hanya dia penonton pun banyak yang menatapnya.


Langkahnya pun terhenti.Aku kembali menyanyikan lagu yang biasa ku putar saat galau.


kuingin kau tau diriku disini menanti dirimu


meski kutunggu hingga ujung waktuku


dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya


dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja


tuk ucapkan slamat tinggal untuk slamanya


dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja


Tepat reff lagu yang ku nyanyikan,gadis itu pergi berlalu.Lagu pun segera ku akhiri.Akupun segera turun dari panggung lalu mengejar gadis itu.Ku cari-cari keberadaannya bahkan satupun tak kutemukan dirinya.


Apa aku salah telah mengungkapkan ini semua?Iya memang dulu aku pernah mengungkapkan isi hatiku namun keberadaan ku telah didahului oleh seseorang dihatinya.Dia berujar bahwa kini ia sudah menikah dengan lelaki pilihan orang tuanya.


Selain wajahnya yang sempurna dilihat sikapnya yang membuatku semakin mengaguminya.Eitts sekarang bukan tahap mengagumi tetapi sudah masuk ke tahap mencintai.


Aku berjalan lemas karena sama sekali tak menemukan keberadaan gadis itu.Akupun memilih untuk kembali ke aula kala mendengar namaku dipanggil.Saat di depan aula banyak sekali orang menyebut-nyebut namaku.


"Bara Bara Bara Bara."ujar orang-orang yang kompak meneriaki namaku


Akupun segera masuk dengan perasaan gusar karena belum menemukan keberadaan Rara.Host yang melihatku segera melambaikan tangannya,menyuruhku untuk segera naik diatas panggung.


"Ini dia bestieee pemenang dari pensi tahun ini Bara Aditama.Mari kita berikan tepukan yang gemuruh untuk sang idol."ujar host yang mengisi acara


Tak ada yang spesial,aku hanya menanggapi dengan senyum kecut.Pembawa acara pun memberikanku hadiah yang kemudian dilanjut dengan foto bersama.


Acarapun dilanjut dengan hiburan dari para senior.Sedangkan aku segera pergi meninggalkan tempat acara.Kini aku sudah siap dengan motor kesayangan yang selalu kupakai sehari-hari.


Motorku sudah melaju membelah jalanan siang menuju sore.Dan kini sudah tiba didepan rumah bercat putih.Aku pun segera masuk ke pelataran karena memang gerbang tidak di kunci.


"Oalah Mas Bara toh.Pinarak dulu Mas saya panggilkan Mbak Rara dulu."ujar Mbak Tika lalu masuk ke dalam


Benar dugaan ku gadis itu sudah pulang di rumahnya.Ada sedikit perasaan lega namun masih ada rasa kekhawatiran.Tak lama kemudian muncul Rara dengan membawa segelas jus jambu.

__ADS_1


"Ini di minum dulu.Oh ya ada apa kok tumben datang kesini?"ujar Rara yang duduk di depanku


"Ehmmm Gapapa Ra,Gue kira Lo marah pas tadi di kampus."ujarku sedikit gugup


"Marah?untuk apa gue marah?"ujarnya dengan wajah bingung


"Ya siapa tau Lo marah gara-gara tadi gue nyanyi lagu itu dikampus."ujarku


"Apa?kenapa Lo bisa mikir kayak gitu Bar?Mau Lo nyanyi apa aja gue gak bakal marah kok.Itu hak Lo jadi buat apa gue marah."ujar Rara lalu tertawa


"Jadi Lo gak marah tadi?"ujarku yang semakin bingung dengan sikap gadis di depanku ini


"Enggaklah buat apa marah gak jelas."ujar Rara


"Lha terus kenapa tadi kamu pergi pas acara.Kenapa gak nungguin aku dulu."ujarku yang membuat Rara terdiam sejenak


"O..oh tadi gue gak enak badan.Iya gue ngerasa gak enak badan aja makanya pilih pulang duluan."ujar Gadis itu dengan sedikit gugup


"Yakin?Lo gak bohong kan?"ujarku dengan tatapan menyelidik


"Bener Bar,Gue emang lagi gak fit aja."ujar Rara


Akupun segera berdiri menghampirinya sembari mengecek suhu keningnya dengan telapak tanganku.Memang keningnya panas jika dilihat dari suaranya pun ia seperti sedang flu.


"Yasudah kalo gitu,istirahat sana jangan lupa minum obat.Gue pamit dulu ya."ujarku sembari mengacak rambutnya


"Jadi Lo kesini mau ngapain sih sebenarnya?"ujar Rara dengan mengerucutkan bibirnya


"Hehehe gue kan cuma mau pastiin Lo marah gak sama gue.Gue kira Lo marah tadi yaudah gue samperin."ujarku sembari menampilkan deretan gigi rapiku


"Gitu doang?Dasar cowok aneh."ujar Rara kesal


"Lha Lo maunya kayak gimana sih Ra?Lo mau gue sayang-sayang gitu?mau gue ajak jalan Lo kan lagi sakit mending sekarang istirahat supaya sembuh.Besok kalo udah Fit gue ajak Lo jalan-jalan deh,gue traktir juga."ujarku yang membuat senyum gadis itu merekah


"Janji loh ya,awas sampai Lo bohong."ujar Rara


"Iya bocil.Yaudah gue pulang dulu.bye."ujarku lalu mengacak pelan poni gadis itu yang membuatnya mendengus kesal namun kembali tersenyum


Sekilas ku lihat ada binar bahagia diwajahnya.Melihatnya yang begitu bahagia dengan senyum merekah membuatku ikut merasakan kebahagiaan.Akupun segera pergi dari kediamannya.


Sedikit membuatku lega,setidaknya dia tak marah karena ulah yang ku perbuat di kampus tadi.

__ADS_1


__ADS_2