Mengejar Cinta Halalmu

Mengejar Cinta Halalmu
Terbongkar 2


__ADS_3

Rara POV


Aku sudah siap dengan kemeja crop serta hijab pashmina senada dengan warna bajuku.Hari ini aku tak ada jadwal kuliah tapi aku memilih untuk pergi menjenguk Bara dirumah sakit.


Aku sudah siap dengan bingkisan buah ditanganku.Serta ku bawakan puding coklat kesukaannya.Dia memang sudah sadar dari komanya sehingga membuatku bersemangat untuk menjenguknya.


Hanya butuh waktu lima belas menit untuk sampai di rumah sakit.Akupun segera melajukan motorku mengelilingi senja di kota Jogja.


Tak butuh waktu lama kini akupun sudah sampai di rumah sakit.Akupun segera berjalan menyusuri koridor rumah sakit.Dan ku lihat Bara yang sedang terbaring lemah di brankar.


Akupun segera masuk dengan perasaan bersalah yang masih bersarang di pikiranku.Akupun memilih duduk disamping brankar sembari menunggunya terbangun.Cukup lama rasanya hingga aku tak sadar bahwa kini sedang terlelap disebelah Bara,serta tangan yang sudah digenggam oleh Bara.


"Tuan putri sudah bangun,selamat siang."ujarnya dengan senyum yang terluas


"Maaf ketiduran tadi."ujarku lalu terbangun dan melepaskan genggaman tangan Bara


"Kamu pasti kecapean ya gara-gara nyamperin aku tiap hari.Makasih ya."ujar Bara


"Santai aja Bar,lagian udah tugas gue sebagai sahabat sekaligus saudara dikota ini jadi mau gak mau ya gue mesti bantuin Lo.Udahlah kita makan ya,ini udah siang saatnya Lo minum obat."Ujarku lalu mengambil makanan yang sudah disediakan pihak rumah sakit


Dengan telaten aku pun menyuapinya.Dia pun tampak lahap menyantap makanannya.


"Bar Lo tau Sinta gak?Sepantaran kita dulu,anaknya pakai kacamata?"ujarku yang membuat Bara terdiam


"Bar."ujarku mengulang kembali perkataan ku yang membuat Bara terkejut


"Si..Sinta maksud Lo Sinta mana?"ujarnya


"Sinta adek kelas kita.Kulitnya putih,rambutnya sering dikuncir dua terus pakai kacamata.Lo tau dia gak?Kalau gak salah dia juga anggota PMR."ujarku


"Iya gue kenal."ujar Bara dengan suara pelan


"Lo tau gak kalau ternyata gadis itu adeknya Raka dan itu yang bikin Raka marah dan ingin balas dendam ke gue."ujarku


"Maksudnya?"ujar Bara yang tampak serius menatapku


"Raka ngira bahwa Sinta meninggal karena gue bully padahal karena bunuh diri."ujarku lagi mengingat kematian gadis itu


Uhukkk

__ADS_1


"Apa?Sinta meninggal?"ujar Bara begitu terkejut lalu menyambar segelas air putih dinakas


"Iya,Sinta meninggal karena bunuh diri.Gue juga gak tau penyebab aslinya gimana tapi Raka ngiranya gue yang udah ngebully sampai buat dia nekat mengakhiri hidupnya."ujarku


Keadaan cukup hening sejenak.Tak ada suara sama sekali.Aku dan Bara sibuk dengan dunia masing-masing.


"Bar,Lo gapapa kan?"ujarku yang melihat Bara diam menundukkan kepalanya


"Ehh gapapa kok,cuma agak pusing aja.Yaudah gue pakai istirahat dulu ya."ujar Bara lalu merebahkan tubuhnya


"Yaudah gue keluar ke indojuli dulu ya,Lo mau nitip sesuatu?"ujarku


"Enggak gue pengen istirahat aja,Lo hati-hati ya."ujar Bara yang terlihat lesu


Melihat Bara yang kembali memejamkan matanya membuatku kembali merasa bersalah.Sepertinya ia masih merasakan sakit dikepalanya akibat benturan keras.Akupun segera pergi meninggalkannya.


...***...


Bara POV


Bagai tersambar petir mendengar pengakuan dari Rara.Ada sedikit rasa bersalah kala mengingat pengakuan dari Rara tentang gadis itu.Bahkan membuatku ingat akan kejadian 3 tahun lalu.


Dentuman musik keras membuat kepalaku semakin pening.Suaranya sangat asing karena memang ini pertama kalinya aku berada ditempat seperti ini.


Jika ditanya kenapa aku berada ditempat ini tentunya karena pikiran serta hatiku sangat kacau sehingga membuatku melampiaskannya ditempat ini.


Baru saja setengah jam aku berada ditempat ini namun aku sudah banyak menengguk minuman keras.Mataku sudah merasa lelah namun setidaknya aku bisa melupakan tentang Rara.


Merasa bosan akhirnya aku memilih untuk pergi dari tempat ini.Niatnya ingin menyewa kamar ditempat ini.Eitts bukan untuk berbuat macam-macam melainkan tubuhku terasa tak kuat jika harus menyetir motor sendiri.


Aku berjalan sempoyongan menuju kamar namun tak sengaja aku mendengar seseorang yang menangis meminta tolong.Tak sengaja ia menubruk ku hingga hampir saja membuatku terhuyung dilantai.


Rasanya cukup familiar kala melihat wajah gadis itu.Gadis itu memandang wajahku sejenak.Kami berdua saling menatap namun tersadarkan kala mendengar suara teriakan laki-laki.


Kamipun segera berlari menjauh.Ia menarikku cukup cepat.Tanpa ba-bi-bu aku menyebutkan nomor kamar yang akan ku sewa.Tak butuh waktu lama kamipun segera masuk kedalam.


"udahlah Di gak mungkin dia lari kesini.Kita pulang aja daripada nanti kita ganggu orang Nganu-nganu."ujar seseorang dibelakang pintu


"Tapi gue yakin dia tadi lari kesini.Ahh padahal lumayan kalau kita dapatin dia.Yaudahlah kita lanjut minum lagi."

__ADS_1


Kami masih berdiri dibelakang pintu dengan perasaan lega.Gadis itupun juga menghela napas lega lalu tersenyum menatapku.


"Makasih ya Bar kamu udah nolongin aku."ujarnya yang membuatku semakin penasaran akan sosoknya


"Lo kenal Gue?"ujarku lalu menyusulnya duduk dikasur


"Kenal lah.Lo kan ketua OSIS gue.Kita juga satu ekskul loh."ujarnya


"Bentar-bentar berarti kita satu sekolah tapi kenapa Lo begitu asing gitu ya."ujarku mengingat ingat dirinya


"Segitu asingnya ya gue dimata kamu?"ujarnya lalu memakai kacamata yang baru saja dikeluarkan dari tasnya


"Sinta?Lo Sinta kan?"ujarku


"Iya.Yaudahlah kayaknya kamu capek deh dan kebanyakan minum lebih baik kamu istirahat ya."ujar Sinta yang hendak pergi namun segera ku cekal


"Mau kemana?Lebih baik kamu disini dulu.Bahaya cewek keluar malam-malam."ujarku


"Lebih bahaya lagi kalau cewek sama cowok berduaan dalam satu kamar.Aku balik ya."ujarnya lalu tersenyum


Entah mengapa melihat senyumnya membuat hatiku berdesir.Ia pun melangkah membuka pintu namun baru saja ia hendak keluar namun ia kembali masuk dan mengunci pintunya.Dia pun segera berlari menghampiriku.


"Lo kenapa berat ya ninggalin gue?lebih baik duduk sini temenin gue."ujarku


"Ternyata lelaki itu masih ada disini Bar,Gue takut akhirnya gue kembali lagi kesini.Gue bolehkan numpang disini bentar?"ujarnya


"Boleh sayang."ujarku yang membuat pipinya merona


Kamipun mengobrol banyak hal bahkan aku cukup terpana dengan wajahnya yang begitu manis.Malam semakin larut hingga membuat kami terlelap.Entah apa yang terjadi semalam.Aku terkejut kala melihat Shinta berada dalam satu kamar bersamaku.


Wajahnya terlihat sembab akibat air mata,penampilannya pun acak-acakan.Aku pun terkejut kala melihat pakaian kami yang berserakan dilantai.Lagi-lagi aku membuat kebodohan.Akupun menjambak rambutku pelan dan bersiap untuk pulang.


"Cepat pulang dan jangan pernah ingat kejadian ini."ujarku sembari memberikan 7 lembar uang seratus ribu rupiah.


"Maksud kamu apa hiks..?Ak..aku bu..bukan pelacur ya."ujarnya sembari menangis sesenggukan


Akupun menoleh kearahnya dengan tangan yang sudah siap membuka knop pintu.


"Gak ada cewek baik yang tidur sama cowok yang baru dikenalnya kalau bukan pelacur."ujarku lalu keluar meninggalkan dia didalam kamar.

__ADS_1


__ADS_2