
Pagi ini begitu cerah namun terlihat mendung dimata Rara.Seperti biasa ia bangun lebih awal.Memang banyak perubahan dihidupnya ketika bersama Adnan salah satunya ia rajin menjalankan ibadah 5 waktu.
Tak seperti biasa dia yang begitu ceria kini berubah menjadi gadis kalem dan pendiam.Entah apa yang dipikirkannya hingga membuatnya diam seribu bahasa.Adnan yang melihatnya pun merasa bersalah.Ia pun berpikir macam-macam apa semua kediaman Rara karenanya.
"Pagi anak Ayah."ujar lelaki paruh baya yang menunggu istrinya mencentong nasi goreng.
Sedangkan sang empu hanya membalas dengan senyum lalu kembali menampilkan wajah datarnya.
"Kamu sakit kah?tumben diam aja."ujar Bunda namun dia memilih menggelengkan kepalanya
Acara sarapanpun berjalan dengan hening.Rara yang biasanya berceloteh menjadi lebih pendiam menikmati sepiring nasi goreng.
"Rara berangkat dulu Yah,Bun."ujarnya lalu pergi meninggalkan ruang makan
Ayah dan Bunda mulai menerka-nerka.Mereka pun bertanya kepada Adnan sedangkan Adnan pun hanya menjawab seadanya.Dia tau sebenarnya gadis itu sedang kesal dengan kedua orangtuanya.Bahkan semalam ia tidak bisa memejamkan mata karena mendengar gadis itu menangis sesenggukan.
Ia mendengar semua keluh kesah gadis itu.Sepertinya Gadis yang dinikahinya itu curhat kepada sahabatnya perihal kepindahannya.Karena tak ingin ia lama menunggu akhirnya Adnan berpamitan untuk menyusul istri kecilnya itu.
Seperti biasa ia selalu mengantar jemput istri kecilnya itu.Tidak seperti biasa Rara yang selalu mengomel karena Adnan yang lama dalam sarapan kali ini Rara memilih diam bergelut dengan pikirannya sendiri.Tak ada obrolan sama sekali.Hanya terdengar suara klakson mobil yang berkali kali didengarnya karena pagi ini begitu macet.
"Kamu kenapa daritadi diam,Apa ada yang mengganggu pikiran kamu?"ujar Adnan yang memulai pembicaraan sembari menunggu kendaraan lenggang
"Gue gak mau pindah.Please tolong bantu gue bujuk Ayah supaya gak pindahin gue ke pesantren.Gue udah nyaman sekolah di Nusa bangsa.Gue mohon kali ini aja Lo bantu gue."ujarnya
"Apa karena lelaki itu kamu enggan untuk pindah sekolah?"ujar Adnan yang berbalik bertanya
"Maksud lo siapa?Bara?Gue sama sekali gak mikir ke situ.Gue emang gak mau pindah karena gue udah nyaman disana.Disana banyak sekali kenangan-kenangan.Gue gak bisa ninggalin sekolah itu."ujar Rara
"Kenangan ngebully orang gitu."ujar Adnan yang membuat Rara terdiam
"Saya bakal bantu kamu tapi dengan syarat kamu harus mau berubah.Gak ada perilaku bullying lagi.Jangan lagi pergi ke club malam dan harus nurut apa kata suami."ujar Adnan
"Okelah kalau itu gue bisa.Lagian Minggu depan gue ada lomba marching dan gak mungkin gampang nyari pengganti gue dalam waktu dekat.Please bantu gue Nan."ujar Rara
"Insyaallah saya usahain."ujar Adnan
Dan tak terasa obrolan mereka berdua berakhir karena lelaki itu telah berada didepan gerbang sekolah.Rara pun keluar.Raut wajahnya pun berubah menjadi datar.
Setelah memastikan ia sudah masuk kedalam gerbang sekolah Adnan memilih untuk meninggalkan area sekolah.Kali ini ia akan kembali ke kantornya.Banyak kegiatan yang hari ini mesti ia lakukan.Rencananya ia akan meeting bersama klien penting.Lalu mengunjungi cafe miliknya.
Bahkan jika dihitung dia sudah lama tak mengecek langsung keuangan di cafenya.Dia begitu percaya dengan karyawannya.
***
Rara POV
Tak terasa sudah 1 bulan aku menikah dengan seorang Adnan.Semenjak menikah dengan seorang Adnan aku sudah jarang keluar malam bahkan sudah tak pernah lagi pergi ke club meski diajak oleh kedua sahabatku.
Untuk penampilan aku masih seperti yang dulu bahkan sering sekali Adnan menegurku saat aku memakai seragam yang begitu pas ditubuhku namun tetap sama aku sama sekali tak menghiraukan nasehat dari Adnan.Lambat laun aku sudah bisa beradaptasi dengan Adnan.
Cuaca panas membuatku begitu lelah.Peluhku menetes,tenggorokannku terasa sangat kering.Sudah berjam jam aku berada dilapangan upacara untuk berlatih marching.
__ADS_1
Masalah kepindahan ku sudah diurus oleh Adnan.Ayah tak jadi memindahkan ku ke pesantren dengan satu syarat aku harus berubah.Dan lihatlah kini aku bukanlah Rara yang dulu.Rara si gadis bully itu berubah menjadi Rara yang baik.Aku memilih untuk bersikap cuek namun jika ada yang mencari gara-gara barulah aku membalasnya.
"Nih."Ujar seseorang yang menyodorkan sebetol minuman dingin didepanku
"Thanks Bar."ujarku sembari tersenyum dan duduk berselonjor dibawah pohon
"Capek ya?"ujar Bara menatapku
"Yee ya jelaslah jawabannya capek apalagi lihat noh panas banget cuacanya."ujarku sembari memukul lengan Bara pelan
"Hehehe gue kan basa basi doang.Lagian bingung gue mau ngomong apa sama lo."ujar Bara sembari terkekeh
"Lah elo mah gitu.Btw kok lo keluar sih padahal kan belum istirahat.Oo jangan-jangan lo bolos ya."ujarku menyelidik
"Enak aja.Kebetulan tadi gue ada rapat terus lihat lo lagi latian panas-panas kayak gini makanya gue langsung pergi ke kantin dan beli tuh minuman buat lo."Ujar Bara
"Alah alasan aja lo.Lagian ngapain lo bela-belain beli minuman dikantin?Kan gue bisa beli sendiri."ujarku sembari menjulurkan lidahku
"Ya gue kasian sama elo entar kalo lo mati gimana?kalo lo pingsan kan gawat gak ada yang kuat ngangkat lo soalnya lo kan gendut."ujar Bara lalu terkekeh
"Ya kan ada elo Bar.Masa sih lo tega biarin cewek cantik kayak gue gini pingsan ditengah lapangan."Ujarku sembari mengedipkan sebelah mataku lalu kami berdua pun tertawa bersama.
Aku hanya tersenyum melihat punggung Bara yang mulai menjauh.Akupun kembali meminum sebotol minuman dingin tadi.Tak hanya itu waktu istirahat ini aku gunakan sebaik mungkin.Akupun membuka handphoneku.Disana ada banyak notif line dan Pesan Wa.Aku sengaja tak membuka pesan itu dan beranjak membuka pesan wa.
Tukang Ceramah
Istirahat nanti jgn lupa makan
Maaf kalo td aku gk smpt nganterin km soalnya mndadak td ada meeting.Aku jg gk ngasih tau km karena aku gk mau ganggu tdr km yg nyenyak..Maaf ya🙏
Aku hanya membaca pesan dari Adnan tanpa berniat untuk membalasnya.Akupun hendak meletakkan hpku ditempat semula namun dering hpku berbunyi kembali hingga membuatku mengurungkan niat untuk menaruhnya.
Tukang Ceramah calling📞
"Halo."ujarku ketus
"Assalamualaikum."Ujarnya
"Waalaikumsalam.Kenapa?"ujarku sebelum dia bertanya tentangku
"Udah istirahat?"Ujar lelaki diseberang sana
"Udah."ujarku singkat
"Kamu udah makan?"Ujar Adnan dengan suara lembut
"Belum."ujarku
"Kenapa?cepet makan.Nanti bisa-bisa kamu sakit."ujarnya dengan nada sedikit khawatir
"Males.Udahlah gue tutup dulu udah mau mulai nih gue.bey."ujarku
__ADS_1
"Assalamualaikum."ujar Adnan yang sengaja menyindirku
"Waalaikumsalam."Ujarku lalu mematikan sambungan telfonnya.
Akupun menaruh hpku dan segera pergi menuju barisan untuk berlatih kembali.
...***...
Seperti biasa Adnan sudah berada didepan gerbang tepatnya ia sudah berdiri didepan mobilnya.Tak heran saatku melihat keberadaan Adnan akupun segera menghampirinya.Dia tersenyum saat melihatku lalu akupun masuk kedalam mobil.
"Gimana sekolahnya?"ujar Adnan sembari menyalakan mobilnya
"Kepo lo jadi orang."ujarku sengit
Diperjalanan kita hanya berdiam dan tak banyak bicara.
"Ra."ujar Adnan yang sang empunya hanya menautkan alisnya
"Mama nyuruh kita nginep besok.Kamu mau kan?"ujar Adnan yang fokus dengan kemudinya
Sementara sang aku hanya diam.Bukan tanpa alasan tapi aku kan besok sedang ada acara marching dan pastinya bakal membuat tubuhku pegal-pegal seperti sekarang.Aku hanya tak enak hati jika berdiam diri didalam rumah Adnan tanpa membantu Mamanya.Sedangkan dia juga tak enak jika menolak permintaan mertuanya itu.
"Tapi besok gue ada lomba marching dan pasti pulang malem,emang lo mau nunggu?"ujarku mencoba mencari alasan
"Kalo saya terserah kamu kalo kamu mau ya kita nginep disana."ujar Adnan lalu diangguki lesu oleh Rara
Kami sudah sampai di garasi lalu segera turun dan masuk kedalam rumah.Keadaan rumah masih sepi hanya ada asisten rumah tangga yang sedang berada didapur karena ayah dan bunda masih bekerja.
Adnan mengikutiku menuju kamar sementara akupun berjalan menuju kasur dan merebahkan tubuhku disana.Kupejamkan mataku perlahan merasakan betapa lelahnya hari ini.
"Mandi dulu Ra udah aku siapin air hangat."ujar Adnan yang menepuk pipiku pelan membangunkanku
"Apaan sih lo ganggu mulu jadi orang.Gue capek mau tidur."ujar Rara kesal lalu membuka matanya
"Maaf Ra tapi ini kan udah sore alangkah baiknya kamu mandi dulu baru tidur.Airnya udah aku siapin didalem."ujar Adnan sedangkan sang empu hanya memutar bola matanya malas.
"Jangan lupa langsung ambil wudhu buat sholat as.."ujar Adnan namun terputus oleh ucapan Rara
"iya gue tau gak usah bawel deh jadi cowok."ujar Rara lalu beranjak menuju kamar mandi
"Adnan."ujar Rara setengah berteriak
"iya ada apa ?"ujar Adnan langsung menghampiri Rara yang berada dikamar mandi
"Gue boleh minta tolong gak?"ujar Rara yang menyembulkan kepalanya dikamar mandi dan hanya diangguki oleh Adnan
"Itu anuu nan tolong beliin gue anu dong."ujar Rara yang membuatnya mengernyitkan dahi
"Maksudnya?"ujar Adnan yang semakin bingung dengan omongan Rara
"Beliin gue roti yang buat cewek.Gue minta tolong ya."ujar Rara memelas
__ADS_1
"Roti apa Ra,roti tawar kah?"ujar Adnan yang semakin bingung sedangkan Rara hanya tepok jidat melihat kelakuan Adnan
"Beliin gue pembalut sekarang."ujar Rara lalu masuk kedalam kamar mandi lagi.