Mengejar Cinta Halalmu

Mengejar Cinta Halalmu
Awal kehidupan barunya


__ADS_3

Mentari sudah menampakkan sinarnya,sementara gadis bermata sipit itu sudah berkutat di dapur sejak subuh.Jarum jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh,ia pun segera kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap pergi ke kampus.


"Rara siap-siap kuliah dulu ya Nek."ujarnya lalu berjalan ke arah kamarnya


Tak butuh waktu lama kini dia sudah siap dengan celana jeans,kaos yang dibalut dengan jas almamater kebanggaannya.Tak lupa dia memakai hijab pasmina serta kacamata yang sudah menggantung dihidungnya membuat semua mata yang melihatnya merasa kagum.


Cantik,hanya kata itu yang dapat mendefinisikan penampilannya saat ini.Ia pun sudah bertekad merubah hidupnya termasuk merubah sikap serta penampilannya.


Flashback On


Dering ponsel menyadarkanku sekilas terlihat ada banyak panggilan dari kedua sahabatku.Entah apa yang terjadi sehingga mereka kompak menghubungiku.Kelas sudah selesai akupun memilih duduk bersandar sembari mengangkat vidcall dari mereka berdua.


"ehh Lo tau gak Ra,ada hotnews ini."ujar Diva dengan tergesa-gesa


"Assalamualaikum."ujarku sembari tersenyum


Melihatku yang mulai mengkodenya ia pun tersenyum malu.


"Hehehe maaf Ra gue lupa salam.Assalamualaikum.Oh iya Lo tau gak kalo sekarang Adnan nikah sama si sapi?"ujar Diva yang mendapat pelototan oleh Dilla


"Ra gue mohon Lo tegar ya,masih ada kita berdua yang selalu ada buat Lo."ujar Dilla


Melihat mereka berdua rasanya aku begitu terharu.Mendengar penuturan kedua sahabatku ini membuat hatiku hancur berkeping-keping tapi rasanya tidak berhak karena aku hanya sebatas istri kontrak Adnan.


Bahkan dulu aku sendiri yang meminta ia menandatangani surat perjanjian yang ku buat.Tak ada air mata sama sekali.Rasanya menyesal pun tak ada artinya.


"kalian tenang aja gue gapapa kok.Gue udah serahin semua ini ke tuhan,dan kalau emang gue jodoh sama Adnan kita pasti dipertemukan kembali."ujarku


"Gue salut sama Lo Ra,semoga Lo dapat balasan baik dari Tuhan."ujar Diva

__ADS_1


"Gue yakin Lo pasti bisa dapat orang yang lebih baik dari Adnan.Peluk cium dari jauh Ra.Jangan sungkan-sungkan curhat ke kita."ujar Dilla yang tampak mellow


"Emhh udah dulu ya bentar lagi gue ada kelas nih.Babay ciwi-ciwiku."ujarku lalu menutup panggilan


Tangisku pecah seketika,ingatanku kembali berputar kala mengingat pernikahan kami yang penuh dengan ketidak sengajaan.Penuh dengan drama hingga menjadi seperti ini.


Aku berjalan menyusuri kampus seorang diri.Keadaan di kampus sudah sepi karena memang disini tidak ada orang sama sekali hanya tinggal satpam.


Cuacanya pun tidak mendukung hingga membuatku berjalan ditengah dinginnya guyuran air hujan.


Flashback Off


"Pagi semua."ujar Rara lalu duduk disamping Neneknya


"Pagi juga cucu Nenek yang paling cantik.Tumben pakai kacamata lagi sakit ta Nduk?"ujar wanita tua lalu menyodorkan nasi untuknya.


"Hehee gapapa Nek cuma biar jelas aja nanti belajarnya."ujar Rara lalu diam menikmati makanannya.


Hanya sebentar akhirnya kini ia sudah selesai sarapan dan segera berpamitan oleh sang Nenek.Dengan menaiki motor matic diapun segera berangkat Kuliah.


"Assalamualaikum Ukthi cantik."ujar Bara yang memarkir motornya disampingku


"Waalaikumsalam Bar."ujarku lalu tersenyum sekilas


"Udah sarapan?Tumben naik motor sendiri?"ujar Bara yang masih anteng duduk dijok motornya


"Alhamdulillah udah.Ya gapapa sih lagian enak naik motor biar bisa menikmati sejuknya pagi hari tanpa terhalang macet."Ujarku yang ditanggapi dengan tawa cekikikan Bara


"Ehh Ra ini bukan di Jakarta ya yang rawan macet.Hmm gue laper nih,temenin gue sarapan di kantin yuk."ujar Bara yang langsung menarik tanganku

__ADS_1


Dan disinilah aku sekarang menunggu Bara yang menyantap makanannya.Aku memilih untuk membaca novel online.Tanpa ku sadari cairan bening sudah terjatuh di pipi.


"Ra,jangan bilang Lo sedang enggak baik-baik aja."Ujar Bara lalu memberiku tisu


"Gue gapapa kok Bar."ujarku lalu mengelap air mata ini


"Jangan bilang gapapa nyatanya sekarang Lo nangis kayak gini?Siapa yang udah bikin Lo nangis kayak gini?Apa Adnan membuat ulah lagi?"ujar Bara dengan wajah merah padam bahkan tangannya pun sedari tadi sudah mengepal bersiap untuk memukul orang yang sudah membuat gadisnya menangis.


"Gue gapapa Bar,Cieee cemas ciee."ujarku dengan kekehan kecil


"Terus kenapa tadi tiba-tiba Lo nangis dan sekarang Lo ketawa sendiri?Oh atau jangan-jangan Lo mengalami depresi dan sepertinya Lo butuh psikolog deh Ra."ujar Bara yang semakin membuatku tertawa


Lelaki didepanku ini begitu peduli denganku hingga membuat sikap cueknya berubah menjadi lebih hangat.Andai saja Tuhan menakdirkan seseorang seperti Bara dihidupku pasti diri ini akan bahagia.


Sayang sekali hati ini sudah berlabuh untuk Adnan.Tentunya begitu beruntung jika wanita bersama lelaki seperti Bara.Akupun tak henti-hentinya tersenyum melihat wajah Bara yang begitu lucu dalam mencemaskan ku.


"Gue gapapa Bar,tadi itu gue baca novel online kisahnya menyedihkan sekali makanya gue sampai Baper kebawa sama alur ceritanya."ujarku lalu menyeruput jus jambu yang sudah ada didepanku sejak tadi


"Yasudah kalau begitu,gue gak mau kalau lihat Lo sedih apalagi sampai nangisin hal-hal gak penting kayak gitu.Oh iya udah jam 07.45 nih 15 menit lagi kelas dimulai.Masuk yok!"ujar Bara yang kubalas dengan anggukan


Kamipun berjalan menuju kelas masing-masing.Bahkan dia satu-satunya orang yang ku kenal disini.Dia satu-satunya orang yang tau semua masa laluku.Dan semoga saja dengan berada disini aku bisa memulai hidup yang lebih baik lagi.


Memulai kehidupan menjadi Rara yang pendiam dan Bodoamat.Julukan Ratu bully itu sudah tak lagi dimilikinya bahkan dia tak ingin mendapatkan julukan seperti itu lagi.


Ia pun masuk ke dalam kelas.Tak ada tatapan kagum maupun ketakutan dari semua temannya.Diapun segera menghampiri gadis berjilbab Milo itu.Bella namanya,gadis itu melambai-lambaikan tangannya menyuruh Rara untuk duduk disampingnya.


"Pagi Ra,Wah makin cantik aja sih,apalagi pakai kacamata begini.Untungnya aku cewek coba kalau aku cowok pasti udah naksir kamu Ra."ujar Bella yang langsung dilirik sinis oleh lelaki yang sedang duduk dipojok.


"Hussttt ada aja lo ini Bel bikin kepala gue makin besar deh."ujarku sembari terkekeh lalu mengeluarkan catatan kosong karena dosen sudah masuk ke dalam kelas

__ADS_1


Dan di mulailah kisah hidupnya di kota ini.Awal kisah baru yang semoga saja membuatnya semakin lebih baik dari sebelumnya.Dan disinilah jati diri baiknya dimulai,tak ada satupun yang mengenali dia pernah berbuat jahat sebelumnya.


Sudah tak ada lagi Rara si ratu Bully kini hanya ada Rara si gadis pendiam dengan bicara seadanya.


__ADS_2