
Tak terasa hari H sudah semakin dekat.Kini aku dan Nenek sudah sampai di kota.Besok adalah acara pernikahan Bang Ano namun entah mengapa aku yang merasa gelisah.
Aku yang terlentang dikasur king size ku pun mengingat kejadian beberapa tahun lalu.Pernikahan Bang Ano memang dilaksanakan di Rumah dengan tema outdoor.
Malam pun mulai larut terdengar bunyi hewan malam.Entah mengapa mata ini sulit untuk terpejam.Serpihan-serpihan masa lalu pun mulai ku ingat kembali.Yaph kamar ini menjadi saksi bisu kisah cintaku dengan Adnan.
Berbicara tentang Adnan bagaimana keadaannya sekarang?Apakah ingatannya sudah pulih?Tiba-tiba aku jadi merindukan senyumannya yang sangat manis.Lelaki itu mampu menuntunku kejalan kebenaran dengan ke sabarannya.
Beberapa kali ku pandangi foto pernikahan sederhanaku dengannya.Tampak difoto itu aku cemberut sedangkan ia masih bisa tersenyum tulus menghargai keluarga kami.
Perlahan ku pejamkan mataku,tak lupa kupeluk erat bingkai foto pernikahanku.Tak lupa sebelumnya aku membaca doa serta harapan.Semoga saja lelaki itu diberikan kesehatan sehingga dia mampu mengingat wajahku.
...***...
"Ra bangun,sudah pagi."ujar Bunda lalu tersenyum ke arahku akupun membalasnya dengan senyuman
"Siap-siap gih habis ini kamu dirias sama mbaknya."ujar Bunda yang segera ku turuti.
Tak butuh waktu lama kini aku sudah selesai mandi dan duduk manis didepan perias.Ku lihat Bang Ano yang sudah siap dengan tuxedo warna hitam yang dibalut dengan jas warna hitam.
Wajahnya tampak tenang namun ada sedikit kegugupan.Aku semakin tak sabar melihat secantik apa wanita yang dinikahi Bang Ano.Pasti gadis itu amatlah spesial sehingga mampu menaklukkan hati lelaki dingin itu.
Aku yang sudah selesai di make up pun segera menghampiri Bang Ano.Memberinya segelas air putih agar menghilangkan rasa gugupnya.
"Minum dulu Bang biar rilex."ujarku lalu menyodorkan segelas air putih
"Makasih dek."ujarnya lalu meneguk air itu
"Jangan lupa baca bismillah semoga tuhan melancarkan rencana Bang Ano."ujarku yang hanya dibalas anggukan
Jarum jam sudah berputar menunjukkan pukul 8 yang artinya sebentar lagi acara akad nikah akan segera dimulai.Bang Ano sudah duduk didepan penghulu dengan didampingi oleh Ayah sedangkan aku duduk disamping Ibu dan Nenek.
Tak lama kemudian acara pun dimulai.Bang Ano mengucapkannya dengan sekali tarikan nafas meski suara mikrofon sedikit tak jelas.Terlihat wajah Bang Ano yang sedikit lega.
Raka FM
__ADS_1
knp hari ini gk masuk?
^^^Me^^^
^^^Gue lg ada acara.^^^
Iringan musik khas pengantin pun mengiringi acara.Akupun mulai mendongak seusai membalas pesan dari Raka.Mataku pun memicing mengamati wanita dengan kebaya adat Sunda yang tampak cantik.
Aku seperti mengenal wanita itu namun entah siapa.Wajahnya begitu cantik dan anggun sehingga aku sulit untuk mengenalinya.Seusai acara akad nikah dilanjut dengan acara foto bersama.
Akupun segera menghampiri kedua mempelai dan betapa terkejutnya diriku kala melihat istri dari Bang Ano.
"Dilla?ini Lo kan?"ujarku terkejut sedangkan sang empu hanya mengangguk sembari tersenyum
"Ya Allah gak nyangka banget ya kalau kita bakal jadi saudara.Gue seneng banget tau.Kenapa gak bilang dari kemarin sih."ujarku lalu memeluknya
"Ini kan surprise buat lo.Tunggu-tunggu gue juga pengen ikut pelukan."ujar Wanita berkebaya maron itu menghampiri kami berdua
Diva datang dengan tersenyum sembari menenteng roknya.Kami pun saling berpelukan melepas kerinduan masing-masing.
"Ceritanya panjang banget Ra,dan gue sama Diva emang sengaja nyembunyiin ini dari Lo.Pihak keluarga Kak Ano pun juga udah gue ajak kompromi.Makanya disaat acara akad nikah tadi gue sengaja minta supaya speakernya dilirihin."ujar Dilla
"Asli gue penasaran banget sampai gue bela-belain kepoin semua akun sosmed milik Bang Ano dan ternyata calonnya gak jauh-jauh dari kenalan gue sendiri.Selamat ya bestii semoga samawa."ujarku lalu memeluknya lagi
Seusai berpelukan dengan Dilla akupun menatap Bang Ano lalu memegang tangannya.
"Bang,selamat ya gue harap Lo bahagia selalu sama Dilla.Jangan pernah sakitin hati dia dengan ucapan pedas lo itu.Dan juga jangan lupa buatin gue keponakan yang lucu-lucu."ujarku lalu terkekeh yang diikuti oleh Diva dan Bang Zou.
"Makasih ya doanya."ujarnya lalu memelukku
"Sama-sama Abang ganteng."ujarku yang mendapat pelototan oleh Bang Zou
"Oo jadi yang ganteng Ano doang trus gue enggak gitu?"ujarnya
"Ya kan emang Bang Ano yang ganteng,nyatanya dia lebih laku duluan daripada Lo Bang."ujarku lalu terkekeh diikuti lainnya
__ADS_1
"Dasar adek Laknat."ujarnya
"Lo yang lebih laknat Bang."ujarku tak mau kalah
"Lo adek durhaka."ujarnya
"Lo lebih durhaka bang."ujarku yang mendapat Kitakan olehnya
"Aww,udah cantik-cantik gini main jitak-jitak aja sih."ujarku cemberut
"Zouu,cepet minta maaf."ujar Bang Ano yang melotot ke arah Bang Zou sedangkan yang ditatap hanya cengengesan.
"Hehehe Maaf ya adekku tersayang,tercinta,terlup-lup."ujarnya lalu mengelus jilbabku
"yaudah deh iya tapi janji beliin es krim habis ini."ujarku
"Yaudah deh iya."ujarnya dengan memutar bola mata malas.
"Ihh kok gak ikhlas gitu sih jawabnya."ujarku
"Iya adekku tersayang."ujarnya lagi sembari tersenyum tulus sedangkan semua orang menatap kami dengan senyuman.
Bang Ano dan Dilla pun pergi untuk berganti kostum.Tamu undangan Bunda dan Ayah pun mulai berdatangan.Teman-teman Bang Ano serta Dilla juga berdatangan.
Tak butuh waktu lama acara resepsi pun dimulai.Tak lupa dengan Happy asmara yang ikut juga memeriahkan acara.Aku masih begitu tak percaya akan kenyataan ini.
Tak lama kemudian datanglah Bang Ano serta Dilla yang sudah berganti pakaian.Kini Dilla memakai gaun berwarna biru muda.Ia terlihat begitu bahagia dengan senyum yang selalu ia sunggingkan.
Sedangkan Bang Ano hanya diam meski terkadang ia tersenyum simpul membalas tamu.Gak heran sih dia memang sosok lelaki dingin dan cuek bahkan tak pernah tersenyum sama sekali.Mungkin ini menjadi rekor karena beberapa kali ia tersenyum pertanda dia mulai bahagia dengan pernikahan ini.
Rangkaian demi rangkaian acara pun dimulai.Kini saatnya mereka berdua sungkem di orangtua masing-masing mempelai.Suasana begitu haru bahkan ku lihat Dilla yang menangis sesenggukan.Aku tau mungkin wanita merindukan kedua orangtua yang telah meninggalkannya.
Dia memang seorang Wanita yatim piatu karena kejadian naas yang membuat kedua orang tuanya meninggalkan ia untuk selama-lamanya.Bahkan Bang Ano memang tau masa lalu gadis itu namun sama sekali tak mempermasalahkannya.
Memang benar seperti ucapan Adella Wulandari masa lalu memang tak bisa dihapus namun kita harus bisa menerimanya.Kita harus bisa merubah masa lalu itu dengan masa depan yang lebih baik lagi.Mencari seseorang yang mampu memperlakukan kita selayak mungkin.Menjadikan kita seperti ratu meski tau bahwa kita pernah memiliki masa lalu sampah.
__ADS_1