Mengejar Cinta Halalmu

Mengejar Cinta Halalmu
Hukuman untuk Rara


__ADS_3

Rara POV


Aku kembali ke kamar setelah diusir oleh Bang Zou.Sebenarnya bukan untuk tidur melainkan untuk mengambil ponsel.Ku lihat lelaki itu sudah tertidur pulas di sofa kamarku.


Setelah mengetikkan sesuatu akupun mengganti pakaianku dengan baju dinas yang sering ku gunakan untuk pergi ke klub malam.Yaph tujuanku hari ini adalah pergi ke klub malam.


Minum segelas wine dan berjoget ria dilantai dansa mampu menghilangkan pikiran penatku hari ini.Tak lupa sebelum berangkat aku berjalan mengendap endap agar tak ada yang tau kalau aku pergi keluar malam.


Dan benar keadaan rumah tampak sepi dan hening.Akupun segera berlari keluar gerbang yang disana sudah ada mobil Diva yang menjemput ku.Akupun segera masuk kedalam mobil dan dengan cepat Diva melajukan mobilnya.


"Hufftt akhirnya gue bisa kabur dari cowok nyebelin itu."ujarku pelan


"Siapa cowok nyebelin?Lo punya pacar?"ujar Diva penasaran


"Eehh enggak kok maksud gue Bang Zou hehe.Dia rese banget dari tadi gangguin gue mulu."ujarku yang berusaha menutupi raut wajahku agar tidak gugup


Oh iya aku sengaja menyembunyikan semuanya karena aku tak mau jika ada yang tau kalau aku sudah menikah.Rasanya begitu malu sekali mengingat diriku masih duduk dibangku kelas 2 SMA.Sekalipun Diva sahabat karibku namun sama saja aku tak mau jika ada orang lain yang tau perihal statusku sekarang ini.


Hanya butuh waktu 20 menit untuk sampai dilokasi.Dan kini mobil Diva sudah memasuki area klub.Kami berdua pun segera turun dan masuk kedalam.Baru saja masuk kedalam sudah disuguhi gemerlap lampu warna warni dengan dentuman musik keras yang siapapun saat berbicara tak akan terdengar jika tidak berteriak.


"Gue ke Aldo dulu ya Ra.Lo gapapa kan gue tinggal sendirian?"ujar Diva dengan suara sedikit berteriak


"Iya santai aja Div.Lo pergi aja,have fun sama Aldo."ujarku


Akupun segera memesan segelas Wine dan duduk manis dimeja bar.Satu gelas pun sudah tandas ditenggorokan akupun kembali memesannya.Namun baru saja hendak meminumnya tanganku sudah dicekal oleh seseorang laki-laki bertubuh kekar.


"Lepasin gue."ujarku dengan penekanan.


"Ayo pulang Non,Non Rara sudah ditunggu sama Pak Bagas."ujar 2 lelaki bertubuh kekar yang memegangi tanganku


Mereka adalah dua bodyguard Ayah yang ditugaskan untuk mengawasi ku.Kesal sekali rasanya.Ku kira setelah menikah sudah tak ada lagi pengawasan namun tetap saja.

__ADS_1


"Shitt,lepasin gue.Gue bisa jalan sendiri."ujar ku kesal


"Maaf tidak bisa Non,Ini perintah Pak Bos."ujarnya lagi lalu membawaku masuk kedalam mobil


Tak ada obrolan sama sekali dimobil.Mereka pun hanya diam sedangkan aku berfikir keras mencari cara untuk kabur dari bodyguard sialan ini.Namun aku juga berpikir tentang apa yang akan dilakukan Ayah jika nanti aku pulang.


Akupun segera turun dari mobil dan memasuki rumah.Namun baru saja masuk,diruang tamu aku sudah disambut hangat oleh Ayah,Bunda,dan Adnan yang duduk di sofa ruang tamu.


"Hebat sekali kamu Ra,Suami kamu biarin tidur sendirian,pusing nyariin kamu sedangkan yang dicari malah asyik-asyik nongkrong diluar sana.Apalagi lihat ini penampilan kamu.Baju mini,ketat,make up tebal udah kayak Tante-tante girang aja."ujar Ayah dengan wajah merah padam


"Jujur Ra,Ayah malu liat kamu seperti ini.Ayah sudah seperti gagal mendidik anak perempuan Ayah satu-satunya.Ayah sudah berbicara ini dengan suami kamu dan dia menyetujuinya.Mulai besok kamu Ayah kirim ke pesantren.Dan kamu besok akan tinggal bersama keluarga Adnan biar kamu lebih dewasa dan berubah lebih baik."ujar Ayah lalu pergi meninggalkan kami semua


"Kenapa mesti ke pesantren sih Yah.Aku gak setuju dan gak bakal mau kesana."ujar Rara


"Terserah dan gak ada penolakan.Kalau kamu masih mau jadi anak Ayah turuti kemauan kami jika tidak silahkan pergi dan cari kehidupanmu sendiri."ujar Ayah diambang pintu


"Rara capek Yah nuruti semua kemauan Ayah.Bahkan Rara rela nikah muda juga demi Ayah.Lalu kenapa Ayah masih saja ngatur kehidupan Rara?"ujarku dengan mata berlinang air mata


"Ayah egois.Aku benci sama Ayah."ujarku lalu berlari menuju kamar


akupun duduk dikasur dengan berlinang air.Sesekali ku basuh air mataku dengan tisu.Terdengar suara ketukan pintu tak lama kemudian muncul siluet lelaki dengan kaos putihnya.Akupun hanya diam tak menghiraukannya.


"Ra.Maafin saya ya.Mungkin gara-gara saya kamu jadi dimarah sama Ayah kamu seperti ini."ujar Adnan sembari duduk didepanku


"Bukannya ini yang Lo inginkan.Ngelihat gue dimarah Bokap habis-habisan danparahnya lagi gue bakal dikirim ke pesantren."ujarku dengan sedih


Aku memang tak ingin masuk pesantren.Rasanya aku sudah begitu nyaman dengan sekolahku saat ini.Aku bebas membully siapapun,bergaya apapun sesuka ku tanpa ada yang melarang.


"Memang kenapa kamu gak mau masuk pesantren?Dipesantren enak loh,disana temannya ramah-ramah."ujar Adnan


"Udah deh gak usah sok peduli hidup gue."ujarku lalu merebahkan tubuhku membelakanginya

__ADS_1


Keadaan cukup hening karena diantara kami berdua sama-sama diam.Aku yang bergelut dengan pikiranku dan dia yang bergelut dengan pikirannya.Ku lihat dia sudah merebahkan tubuhnya di sofa kamar.


"Apa yang mesti saya lakukan supaya kamu bisa memaafkan saya?"ujar Adnan yang membuatku diam seribu bahasa


Otakku pun berpikir keras dan aku menemukan ide cemerlang.


"Bujuk Ayah supaya batalin ngirim gue pesantren."ujarku singkat


"Sepertinya tidak bisa karena ini sudah menjadi keputusan valid.Tapi kalau itu yang kamu mau saya akan coba bicara lagi sama Ayah kamu."ujar Adnan


"Baiklah."ujarku


"Berarti kamu sudah memaafkan saya?"ujar Adnan lalu menghampiriku dan mengulurkan tangannya


"Hmmm."ujarku lalu menerima uluran tangannya


"Oh iya saya tau kamu gak setuju dengan pernikahan ini tapi saya mohon berbuat baiklah saat didepan orang tua kita.Buat seolah pernikahan ini pernikahan bahagia.Rasanya saya tidak tega melihat mereka sedih memikirkan kita."ujar Adnan


"Maksud loh gue mesti nerima pernikahan ini?"ujarku sinis


"Ya enggak gitu."ujarnya belum selesai namun dengan segera kupotong.


"Sorry gue bukan tipe cewek yang suka membohongi perasaan.Dari awal gue gak suka dan gak setuju dijodohin apalagi dinikahin sama Lo jadi wajar aja gue berontak.Dan satu lagi gue gak suka diatur-atur apalagi tentang pasangan hidup."ujarku kesal


"Saya tau Ra.Tapi semua itu butuh proses apalagi hubungan kita bukan hubungan sepele disini kita sudah terikat sah dimata agama dan negara jadi sangat susah untuk lepas dari semua ini.Dengan kamu semakin berontak maka orang tua kamu malah semakin mudah untuk berpikiran bahwa kamu membutuhkan seseorang untuk membimbingmu makanya Ayah kamu memilih untuk menikahkan kamu supaya kamu tidak terjerumus maksiat.Kalau saran saya sih lebih baik kita jalanin aja dulu."ujar Adnan


Memang benar apa yang diucapkan lelaki didepanku ini.Semakin aku memberontak maka semakin mudah Ayah menganggapku remeh.


"Oke gue setuju sama ucapan Lo.Besok gue akan buat surat perjanjian pra nikah dan akan gue jelasin isinya besok.Tapi Lo mesti janji bujuk Ayah supaya dia gak nekat ngirim gue ke pesantren."ujarku dengan smirk khas


"Insyaallah saya usahakan.Lebih baik kamu tidur karena besok kamu masih sekolah."ujar Adnan lalu kembali ke Sofa untuk merebahkan tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2