Mengejar Cinta Halalmu

Mengejar Cinta Halalmu
Kenapa semua mendadak sweet?


__ADS_3

Tok..Tok..Tok


"Masuk."ujar Rara malas


"Siap-siap cepet."ujar Keano lagi-lagi dengan wajah datarnya


"Mau kemana Bangang?"ujar Rara kembali


"Jalan.Abang tunggu didepan."ujar Keano lalu keluar kamar rara


Tercetak jelas lengkungan di bibir Rara.Meskipun abangnya begitu cuek dan terkesan tak peduli namun dibalik semua itu ada rasa sayang untuknya.


...***...


Terlihat jelas gurat kebahagiaan diwajahnya.Kini ia sudah siap dengan kaos rib serta celana baggy jeans warna mocca.Wajahnya tampak terlihat cantik dengan polesan make up sederhana.


Setelah semua usai dia pun segera turun untuk menghampiri Keano.Keano pun sudah siap dengan celana jeans serta kemeja kotak-kotaknya.Mereka berdua segera berangkat menuju salah satu wisata terkenal didaerah ini.


Selama perjalanan tak ada obrolan sama sekali.Keano hanya menjawab dengan deheman saja tanpa mau berbicara panjang lebar.Rara pun tak pernah mempermasalahkan karena bisa jalan bersama Keano saja ia sudah bahagia sekali.Tak terasa ia pun sampai di tempat wisata.Ia pun segera turun dan berjalan-jalan memasuki wisata.


Sudah banyak wahana yang ia naiki.Bahkan sekarang ia memilih untuk bermain ke wahana air.Memang sekarang ini ia sedang berada di Dufan Ancol.Mungkin sudah ada satu jam hingga ia mulai terlihat bosan.


"Bang,Aku lapar makan dulu ya."ujar Rara


"Ganti dulu."ujar sang kakak yang diangguki oleh Rara


Tak butuh waktu lama akhirnya Rara telah selesai dan ia hendak menuju ke stand makanan namun langkahnya terhenti kala ia mendengar omongan dari Felisa and the geng.Ia sudah mulai mendengar omongan antek-antek Felisa yang memanaskan telinga.


"Ehh itu kan Rara,lihat deh lagi jalan sama cogan lagi dan kelihatannya tajir juga."ujar salah satu teman Felisa


"Tau tuh habis putus sama Deva,terus deketin si Bara dan sekarang malah jalan sama cowok lain gak punya malu emang tu anak."ujar teman Felisa yang satu lagi


"Kelihatan banget matre nya.Dasar cewek bar-bar."ujar Felisa yang sekarang tak memakai hijabnya ia tersenyum remeh kearah Rara


"Gak usah dengerin."ujar Keano lalu memasangkan headset dan menggandeng tangan Rara yang membuat Felisa semakin kesal


Mereka pun pergi berlalu dengan tangan Rara yang masih digandeng sang kakak.

__ADS_1


BRUK..


Lagi-lagi langkah Rara terhenti karena ditubruk oleh seseorang.


"Sorry,gue gak sengaja."ujarnya yang hendak berdiri


"Rara." "Deva."ujar mereka bersamaan


"Ohh jadi ini alasan lo mutusin gue.Lo nyianyiain ketulusan cinta gue cuma buat cowok ini?Dan bukannya lo juga lagi deket sama Bara kenapa malah lo jalan sama cowok lain.Dibayar berapa lo sama dia hah?Nyesel gue pacaran sama cewek murahan kayak lo."ujar Deva yang menekankan kata murahan sementara Rara sudah menjatuhkan air matanya.Ia menangis sesenggukan


Bugghh..


"Ini buat lo yang udah ngatain adek gue murahan.Lo."ujar Keano melayangkan pukulan kearah wajah Deva hingga muncul bercak darah


"Jangan pernah lihat orang dari covernya."ujar dia lalu menarik tangan Rara dan meninggalkan Deva di kerumunan orang-orang


"A..a..adek..Arghh ternyata cowok itu kakaknya Rara.Goblok banget sih lu Dev..goblok."ujar Deva tampak menyesal


Dilain tempat Rara sudah berada didalam mobil karena ia sudah tak nafsu makan mendengar semuanya.Ia merasa malu dengan kejadian tadi.Banyak pengunjung yang mengamatinya.


"Dasar cengeng."ujar Keano lalu memberikan ia tisu


"Biarin orang-orang nganggep kamu buruk gak usah dengerin apa kata orang.Yang penting kamu baik dimata Abang,Ayah sama Bunda.Udah gak usah nangis lagi.Katanya laper.hmm?Rara mau makan apa biar Bang Ano beliin?"ujar Keano lalu melepas pelukannya.


"Terserah."ujar Rara lalu mengusap air matanya


Sementara Keano sudah melenggang pergi.Entah kenapa Rara tersenyum melihat kelakuan kakaknya yang begitu peduli dengannya.Dan ini merupakan kali pertama Rara mendengar abangnya berbicara dengan kalimat panjang.Dan ini juga merupakan kali pertama melihat sang Abang memukul seseorang dengan kilatan amarah.


"Bener kata Bang Ano jangan nilai orang dari covernya.Emangsih Bang Ano covernya kayak orang gak peduli gitu tapi sebenarnya ia peduli banget sama aku,sayang lagi keliatan dari sorot matanya waktu Felisa sama Deva ngatain aku murahan.Ihh makin sayang deh sama Bang Ano."ujar Rara lalu tersenyum bahagia meski rada kecewa karena ucapan Felisa dan Deva


...***...


"Pagi semua."ujarku ceria


"pagi juga anak Ayah yang cantik."ujar sang Ayah yang ditanggapi senyuman oleh Bunda


"Lah cantik dilihat dari sedotan buntu ya.Orang gak punya hidung gitu dibilang cantik."ujar Kenzou yang menarik hidungku lalu terekekeh

__ADS_1


"Apaan sih Bang sakit tau.Dasar rese."ujarku lalu memakan nasi gorengku


"Berisik."ujar Bang Ano yang sudah selesai makan lalu berpamitan dengan Ayah dan Bunda


"Ano berangkat."ujar Bang Ano dengan wajah flatnya lalu keluar


"Dasar muka triplek."ujar Bang Zou yang dijitak oleh Bunda


"yang sopan sama abangnya."ujar Bunda lalu menghabiskan makanannya


"Ra nanti pulang cepet ya.Ikut Bunda makan malem bareng sahabat lama Ayah kamu."ujar sang Bunda


"Lah kok Rara mesti ikut sih."ujar Rara cemberut


"Ya iyalah kamu kan anak Ayah sama Bunda.Lagian dirumah gak ada orang kedua abang kamu balik ke kos nya.Gak ada penolakan pokoknya."ujar sang Ayah lalu berangkat kerja


...***...


Disinilah Rara sekarang.Bersama kedua sahabatnya duduk dikantin menikmati makanannya.


"Entar ke club yuk Ra bosen nih dirumah terus."ujar Dila yang diangguki oleh Diva


"Gue gak bisa."ujar Rara


"Lah kenapa?Bukannya hukuman lo udah selesai ya."ujar Diva


"Gue ada acara entar sama bokap sama nyokap."ujarnya lalu menenguk jus jambunya


"Rara."ujar seseorang yang membuat rara mendongak


"Sorry gue duluan ya."ujar rara lalu pergi meninggalkan deva dan kedua sahabatnya


Rara berjalan menyusuri koridor kelas.Ia tidak masuk kedalam kelas melainkan datang ke rooftop hanya sekedar untuk meredam amarahnya.


"Ra gue minta maaf."ujar Deva yang sudah ada dibelakang Rara,sementara Rara hanya diam tak menanggapi ucapan Deva


"Ra.Gue bener-bener gak tau kalo itu abang lo.Gue minta maaf soal yang kemarin.Mungkin perkataan gue udah nyakitin hati lo.Gue bener-bener nyesel Ra maafin gue."ujar Deva lalu memeluk Rara yang sudah menangis sesenggukan

__ADS_1


"Ra.Sorry kalo kata-kata gue udah nyakitin lo.gue mohon maafin gue.Lo jangan nangis lagi."ujar Deva namun Rara memilih untuk mendorong Deva dan melepaskan pelukannya


"Gue butuh waktu."ujar Rara lalu meninggalkan Deva


__ADS_2