Mengejar Cinta Halalmu

Mengejar Cinta Halalmu
healingg kan ya?


__ADS_3

Perjalanan dari kampus UGM ke rumah nenek sangatlah dekat hanya membutuhkan waktu 30 menit saja.Dan sekarang aku sudah sampai di rumah Nenek.


Kulihat wajahnya yang sudah mulai keriput itu sedang bergelut ditanamannya.Nenekku memang pecinta tanaman khususnya bunga mawar.Nenek menyambutku dengan senyum yang mengembang.


Nenekpun menyuruhku dan Bara untuk beristirahat dikamar.Memang sebelumnya nenek mengira kalau Bara itu adalah suamiku alias Adnan tapi aku hanya tersenyum dan beranjak ke kamarku sementara Bara memilih bermain PS dengan Bang Ano dan Bang Zou.


Tok..tok..tokk


"Iya masuk aja gak dikunci."ujarku yang berbaring dikasur kingsizeku


Jangan heran ini memang kamarku yang lama tepatnya saat aku masih SD.Dulu aku memang tinggal disini bersama nenek sementara Bang Ano dan bang Zou memilih untuk tinggal bersama Ayah dan Bunda.


"Nenek seneng banget kamu udah mau berhijab."ujar nenek yang duduk disampingku


"Ehhehehe iya nek."ujarku


"Kamu berhijab bukan karena suami mu kan?"ujar nenek


"Bukan nek,ini dari hati aku sendiri cuma waktu itu aku jadi ingat nasihat Mas Adnan yang selalu menyuruhku untuk menutup aurat jadi aku mutusin untuk berhijrah."ujarku


"Nenek sudah tau semuanya.Kamu yang sabar ya.Ini ujian keimanan sama rumah tangga kamu.Jangan sampai kamu melepas hijabmu kembali meskipun kamu sudah tak bersama suamimu itu."Ujar nenek lalu memelukku


Hangat itulah yang saat ini kurasakan.Aku rasa ini memang sebuah ujian untukku.Ujian terberat dan semoga tuhan mempermudah diriku dalam mengahadapi ujian ini.


...***...


Hari sudah berganti.Cahaya bulan sudah terganti menjadi cahaya matahari.Aku sudah terbangun sedari tadi tepatnya saat adzan subuh dikumandangkan.Kini aku bergelut didapur membantu Nenek menyiapkan sarapan.


"Cepat panggil temen kamu biar Nenek yang siapin."ujar wanita tua itu sembari menyiapkan makanan dimeja makan namun hanya kubalas dengan anggukan


Aku hendak mengetuk pintu kamar Bara namun tak jadi karena Bara sudah keluar dari kamar dengan senyum yang merekah.


"Pagi ukhti.Pasti antum mau manggil ana ya."ujarnya sembari terkekeh


"Yee PD banget lo.Cus kita sarapan."ujarku lalu berjalan mendahului Bara


Kami semua sudah duduk dimeja makan dengan menu sarapan nasi goreng telur ceplok.Meja nampak hening hanya ada suara denting sendok.


Sudah menjadi kebiasaan kalo sedang makan tidak boleh berbicara.Itulah nasihat dari nenek yang selalu ku ingat.Kami semua sudah selesai melakukan sarapan.Kami semua masih duduk dimeja makan untuk sekedar mengobrol.


Kedua kakakku sudah kembali ke Jakarta sejak kemarin malam.Mereka tak menginap disini,hanya singgah lalu kembali pulang.Sebenarnya Bara juga hendak ikut balik ke kota namun dicegah oleh Bang Zou katanya sih supaya biar bisa jaga dan nemenin aku pas balik.

__ADS_1


"Masakan Nenek enak banget ngalah-ngalahi masakan restoran."ujar Bara sembari mengacungkan jempolnya


"Bisa aja kamu nak Bara lha wong ini cuma masakan desa lo bukan kota."ujar Nenek sembari membereskan beberapa piring kotor


"Serius nek enak banget."ujar Bara sementara aku hanya tersenyum


"Oh iya kalian jadi jalan-jalan?"ujar Nenek


"Jadi dong nek."ujarku berbarengan dengan Bara dan kamipun saling berpandangan lalu terkekeh


"Nanti pakai mobil Nenek aja terserah mau pakai supir atau kamu bawa sendiri."ujar Nenek yang hendak membawa piringnya kedapur namun segera kurebut


"Sendiri aja Nek gak enak entar ngerepotin Pak Samsul."ujarku lalu pergi ke dapur


"Oh yaudah.Kunci mobilnya ada di Pak Samsul ambil aja."ujar Nenek


"Siap nek."ujar Bara lalu mengacungkan jempolnya sementara nenek hanya tersenyum


Sementara aku yang hendak mencuci piring dilarang keras oleh Nenek.


"Biarkan saja Nduk,biar Nenek aja yang nyuci mending sekarang kamu siap-siap gigi katanya mau jalan-jalan."ujar Nenek dengan senyum manisnya yang mau tak mau segera kuturuti ucapannya


"Yaudah Aku mau mandi dulu.Babay."ujarku mencium wanita tua itu lalu melenggang pergi


Sementara Nenek hanya geleng-geleng kepala melihatku.


Tak butuh waktu lama untukku bersiap-siap.Aku sudah berdiri didepan cermin dengan memoles bedak diwajahku yang tak lupa kupakai liptint agar bibirku tidak terlihat pucat.


Aku memakai  mini skirt berwarna hitam putih dengan celana jeans warna putih serta jilbab berwarna abu-abu.Tak lupa aku memakai sepatu flatshoes berwarna hitam.Aku segera keluar dari kamar dengan menyambar slingbagku.


"Gue udah siap yuk berangkat."ujarku menghampiri Bara yang sedang duduk didepan teras dengan memainkan hpnya.


Tak ada suara apapun dari Bara.Semenit dua menit Bara masih fokus dengan Hpnya.Tepatnya fokus dengan gamenya.Akupun memutar bola mataku malas.Tanpa aba-aba akupun merebut paksa hp Bara yang membuat Bara melotot kearahku lalu memutar bola matanya malas.


"Makanya kalo dipanggil nyaut."ujarku sembari menampilkan deretan gigi putihku


"Iya deh iya.Woman always right."ujarnya lalu masuk kedalam rumah.


Aku sudah bersiap siap membuka mulutku namun dengan cepat Bara pun berbicara.


"Gue mau ambil jaket dulu."ujar Bara lalu melenggang pergi

__ADS_1


"Tau aja sih tu anak."ujarku lalu menghampiri Nenek yang asik dengan bunganya


"Nek kita berdua berangkat dulu ya."ujarku dengan Bara.


"Iya hati-hati jangan ngebut-ngebut."ujar Nenek


Mobil yang kami tunggangi sudah melenggang dari rumah.Diperjalanan aku memilih untuk menyanyi lagu yang terputar.Rasanya lirik lagu yang terputar ini menggambarkan diriku sendiri.


Biar aku yang pergi


Biar aku yang tersakiti


Biar aku yang berhenti


Berhenti mengharapkanmu🎼🎶


Aku yang memilih pergi dari Adnan.Dan aku juga yang merasa tersakiti.Tak hanya Adnan yang menyakiti tapi aku juga telah menyakiti diriku sendiri.Ibaratnya itu bagai buah simalakama.Bertahan sakit pergipun juga sakit.


Oh Tuhan kuatkan aku


Menerima semua ini


Jika dia memang untukku


Kuharap kembalikan dia padaku🎶🎶


Tapi aku selalu berdoa agar tuhan selalu memberiku kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.Aku harus bisa mengiklaskan dia dihidupku.Ini skenario tuhan jadi aku serahkan semua ini kepada sang pembuat skenario itu.Aku yakin jika jodoh pasti bertemu.Seberapun jarak yang memisahkan kita walaupun jodoh pasti akan dipertemukan kembali.


Jika dia memang untukku


Kuharap kembalikan dia padaku🎶


Aku dan Bara menyanyikan lirik lagu tersebut secara bersamaan lalu tanpa sengaja mata kami saling bertemu.Dengan segera akupun memalingkan wajahku.


...****...


Aku berjalan menuju pantai parangtritis.Kami berdua berjalan beriringan.Aku dan Bara hanya memakai sandal untuk berada di parangtritis.Semua pasang mata banyak yang menatap kami berdua dengan tatapan kagum.Aku hanya menundukkan pandangan kala ada kaum Adam yang menatapku.Sementara Bara nampak santai dengan para tatapan kaum Hawa yang memandangnya kagum.


"Ternyata udah beda ya suasana di parangtritis."ujar Bara memandang kagum keindahan ombak pantai


"Iya udah direnovasi.Aku aja udah 2 tahun ini gak kesini."ujarku yang masih berjalan lalu duduk dibibir pantai jaraknya sih agaj jauh dari ombak

__ADS_1


"Berarti kamu setiap tahun kesini dong?"ujar Bara yang kubalas dengan anggukan


"Aku aja terakhir kesini pas study tour SD.Dan setelah itu gak pernah kesini lagi."Ujar Bara yang membuatku terkekeh.


__ADS_2