
Rara pov
Aku bangun dari tidur siangku.Jarum jam sudah menunjukkan pukul 18.30 dan artinya sudah berjam jam aku tertidur.Yaph sepulang sekolah aku memilih merebahkan tubuh ini dikasur king sizeku dan ternyata malampun yang membangunkanku.
Akupun segera turun dari ranjang untuk mandi.Tak butuh waktu lama kini aku sudah mengganti pakaianku dengan baju rumahan.Akupun segera turun kedapur untuk mencari makanan.
Suasana rumah sangatlah sepi karena Bunda dan Ayah berada diluar kota untuk pembukaan cabang baru perusahaannya.Entah mengapa sedari tadi aku merasa ada yang mengikutiku,setelah aku menoleh tidak ada siapa-siapa bahkan rumah ini sepi.Aku mencoba untuk tetap biasa.Namun tiba-tiba ada yang mengejutkanku.
"Arghh..kurang ajar lo Bang."ujarku kesal
"Jhhhhhhh..gitu aja takut."ujar lelaki berahang tegas dengan lesung dipipinya itu masih saja tertawa ngakak
Kalian pasti sudah tau siapa yang mengagetkanku.Siapa lagi kalo bukan Abang Zou yang resenya gak ketulungan.
"Diem lo gak lucu tau."ujarku ketus
"Habisnya lo sih wkwkwkwkk muka lo tuh lucu banget tau gak sih."ujar Abang Zou yang kuhadiahi cubitan maut
"Aww sakit tau."ujar dia
"Makanya jangan macam-macam sama gue.Btw sejak kapan Lo ada dirumah kok gue gak tau?"ujarku sembari memakan mi instanku
"Udah dari tadi siang,lo aja yang ngebo tidurnya."ujar Abang Zou lalu mencomot mi instanku
"Hehehehe.."ujarku tersenyum
Setelah kejadian tadi aku memilih untuk kembali ke kamar.Aku memilih untuk memainkan ponselku.
...Trio Cecans...
Sharen_al
Oeyyy
p
p
P
Faradila_ApsR
dsr kau jomblo..wkwkwk
^^^Rara_Azria^^^
^^^2^^^
^^^Bosen nh gue😕^^^
Sharen_al
Gue jg
Faradila_ApsR
2
Sharen_al
ngikut aj sih lu
Faradila_ApsR
Bodoamat😛
__ADS_1
Eh ke club yuk lmayan bisa cuci mta😂
Sharen_al
gaskan
^^^Rara_Azria^^^
^^^Ok.^^^
^^^Otw kesana^^^
Tak butuh waktu lama untuk sampai ditempat laknat itu.Ia sudah berada didalam sana dengan pakaian ketat dan kurang bahan.Rambutnya digerai hingga menambah kesan cantik dan menarik.Dia duduk diam dimeja bar.Diva memilih untuk berjoget ria ditengah dentuman musik.Kalau Dila ia sedang mojok bersama pacarnya.
"Hay."ujar lelaki dengan rahang tegas yang hanya dilirik oleh rara
"Kok sendirian aja.Boleh gue duduk disini?"ujar ia yang hanya kuangguki
"Kenalin gue Ari."ujar dia yang mengulurkan tangannya
"Rara."ujarnya cuek
"Rara?Oh Rara anak SMA sebelah yang ikut marching kan?"ujar dia
"Kok lo tau."ujar rara
"Lo itu cukup terkenal."ujar dia sembari tersenyum
Akhirnya mereka berdua mengobrol dan terlihat sangat asik.
Malam semakin larut,aku sudah sampai dipekarangan rumah.Disana sudah ada mobil Ayah yang sudah terparkir rapi.Dengan hati-hati aku berjalan mengendap -endap dan masuk kedalam rumah.
Rumah nampak gelap dan sepi karena mungkin penghuni rumah ini sudah terlelap.Segera kututup pintunya dengan perlahan namun tiba-tiba lampu menyala dan menampakkan lelaki paruh baya dengan piama tidurnya.
"Kenapa diam?Kamu habis darimana dan baju apa yang kamu pakai?Baju kurang bahan kayak gini."ujar Ayah lagi dengan tatapan tajamnya
"Maafin aku yah."ujarku lirih
"Gak usah minta maaf.Ayah baru tau ternyata kayak gini kelakuan kamu kalau gak ada Ayah sama Bunda.Kamu itu anak perempuan satu-satunya Ra,Ayah cuma gak mau kalau kamu salah pergaulan.Dan mulai besok kamu harus diantar jemput supir gak boleh keluar sama sekali kecuali sekolah."Ujar Ayah lalu meninggalkanku
"Ya udah mending sekarang kamu ganti baju terus tidur.Jangan diulangi lagi ya sayang.Jangan bikin Ayah sama Bunda kecewa sama kamu."ujar Bunda sembari mengelus rambutku lalu meninggalkanku.
Akupun segera masuk kedalam kamarku.Mengganti pakaianku dengan piyama bergambar kodok.Aku masih diam sembari merenungkan kejadian tadi saat Ayah marah.
Ada sedikit rasa bersalah karena selama ini aku menipunya.Yaph memang ini bukan pertama kalinya aku ke club namun ini adalah pertama kalinya Ayah tau aku pulang malam dengan pakaian kurang bahan seperti cabe-cabean bahkan sudah seperti tante-tante karena dandananku yang terlalu mencolok.
Lambat laun aku memejamkan mata merilekskan pikiranku.Setelah itu aku sudah tak tau lagi dan mungkin aku sudah berada dialam mimpi.
...***...
Sesuai yang dikatakan sang Ayah,bahwa Rara harus menjalani hukumannya.Gadis dengan rambut selengan itu nampak bosan berada dikamarnya.Hari ini weekend sementara ia harus berada dikamarnya dan tidak diijinkan keluar rumah.
Ayahnya sedang ada pertemuan dengan kliennya sementara Bunda sibuk dengan restoran barunya.Memang kedua kakaknya sekarang sedang berada dirumah namun mereka sibuk dengan kegiatannya masing-masing.Diapun berjalan menuju kamar Kenzou kakak keduanya.Dilihatnya Lelaki berahang tegas itu masih tertidur pulas.
"Ck,padahal juga udah siang masih aja molor."ujar gadis itu mendengus kesal lalu beranjak pergi
Diapun berjalan kembali menuju kamar selanjutnya yaitu kamar Keano kakak tertuanya.Pintunya tertutup namun tidak dikunci itulah kebiasaan sang Abang.
Diapun mengetuk pintu kamar tsb,terdengar suara deheman lalu ia pun masuk.Terlihat Keano yang sibuk berkutat dengan laptopnya.Melihat pintu yang terbuka membuat sang Abang mengalihkan pandangannya,Lalu menaikkan sebelah alisnya.
"Hehehe gapapa kok Bang.Abang sibuk ya?"ujar Rara lalu duduk disofa empuk milik Keano
"Kelihatannya."ujar sang Abang yang sama sekali tak mengalihkan tatapannya dari sang laptop
"Hehehe aku bosen Bang dikamar terus.Aku kangen sama suasana kamar Abang jadinya aku nyamperin kesini deh."ujar Rara
__ADS_1
"Hmm.."ujar Keano
"Abang udah makan?"ujar rara
"Hmmm."ujar Keano lagi-lagi berdehem membuat Rara mendengus kesal
"Hamhemm mulu jawabnya.Sorry ya bang kalo Rara tadi ganggu.Yasudah Rara keluar ya Bang."ujar sang adik lalu keluar dari kamar Keano
Rara memilih untuk kembali kekamarnya dan membaringkan tubuhnya dikasur king sizenya.Inilah yang sedang ia rasakan.Ini juga salah satu alasan kenapa ia memilih berada diklub yaitu merasa kesepian.
Semua orang dirumah ini sibuk dengan urusannya masing-masing.Kalau saja bukan karena hukuman Ayahnya pasti ia sudah keluar untuk merefreshingkan pikirannya.Sebenarnya sih hukuman telah selesai namun karena ia telah membuat kesalahan dan masuk kedalam Bk hingga ia harus menjalani hukuman tambahan dari kedua orangtuanya.
Flashback On
Gadis itu nampak marah wajahnya merah padam.Pengunjung kantin hanya melihatnya tanpa mau memisahkan pertengkaran keduanya.
"Lo lagi lo lagi.Kayaknya lo gak suka deh sama gue."ujar Rara tersenyum mendekati gadis berhijab itu
"Kenapa emangnya?Gue emang gak suka sama lo?"ujar gadis berhijab dengan namtag Felisa itu
"Kok lo nyolot sih."ujar Sharen
"Tau tuh minta dikasih pelajaran nih anak."ujar Dila yang hendak memukul gadis itu namun kutahan tangannya sembari berseringai jahat yang dibalas senyuman oleh mereka berdua
"Ini udah kesekian kalinya lo bikin gara-gara sama gue.Dan gue udah cukup sabar buat ngadepin orang munafik kayak lo."ujar Rara dengan tatapan membunuh dan menarik hijab beserta rambut Felisa
"Aww..lepasin bego."ujar gadis itu kesakitan
"Sekarang gue tanya sama lo,maksud lo apaan nyiram gue pakai kuah bakso dan ini bukan yang pertama kalinya tapi ini udah berkali-kali.Lo gak suka sama gue hah?JAWAB?"ujar Rara yang makin memperkeras jambakannya
"Ya gue gak suka sama lo.Gue gak suka tingkah lo yang sering ngebully orang dan berbuat seenaknya,dan gue gak suka kalo lo deket sama BARA."ujarnya menekankan kata Bara sembari menjambak keras rambut Rara
"Bangsat."ujar Rara yang tersulut emosi karena merasa kesakitan dengan jambakan dan cakaran dari Felisa
Kedua sahabat Rara hanya diam.Sebenarnya dia ingin membantu namun karena saat ini lawan Rara hanya satu dan Rara termasuk tipe anak yang suka satu lawan satu bukan keroyokan alhasil dia hanya bertengkar sendiri.
Area kantin sangatlah ramai tak ada siswa maupun siswi yang berani melerai tingkah Rara.Mereka memilih diam menonton bahkan ada juga yang sengaja memvideokan pertengkaran Rara.
"Lo suka sama si Bara?Hahahha..Kenapa lo bencinya sama gue?Lo takut saingan sama gue?dengan perbuatan lo kayak gini sama aja udah bikin masalah sama gue dan jangan harap hidup lo akan tentram."ujar Rara yang masih saling menjambak
"Gue gak akan biarin Bara jatuh cinta sama cewek club kayak lo.Lo itu gak pantes sama Bara.Lo itu terlalu buruk buat Bara.Dasar cewek bar-bar."ujar Felisa sembari tersenyum meremehkan
"Anjing,Bangsat lo."Ujar Rara yang sudah tersulut emosinya dan hendak menampar gadis didepannya namun tanganya dicekal oleh seseorang membuat seringaian itu sirna.
"Stop.Kalian semua bubar dari sini.Kalian berdua ikut saya ke ruang Bk."Ujar Bu Vita
Lagi-lagi Felisa membuat ia marah.Ingin rasanya ia mencabik-cabik wajah sok polosnya itu.Yaph Felisa tersenyum kemenangan melihat Bara yang menyelamatkannya dari tamparan maut Rara.
Lagi-lagi membuat Rara kesal setengah mati adalah Rara harus diskors selama seminggu sedangakan gadis itu hanya 3 hari skors.Rara hanya diam duduk didalam mobil.Sesekali ia melirik sang kakak yang fokus menyetir.
"Bang."ujar Rara
"Hmm."ujar Keano yang masih fokus dengan kemudinya
"Abang kok bisa ada disekolah Rara sih."ujar Rara penasaran
"Kan lo bikin ulah."ujar sang abang dengan wajah datarnya yang membuat Rara mendengus kesal
"Maksud Rara itu kok Abang bisa ada disekolah Rara, abang gak kuliah kah?"ujar Rara yang ekstra sabar
"Cuti."ujar sang kakak yang begitu dingin dan cuek
Mendengar setiap jawaban abangnya yang super duper irit itu membuat Rara diam dan memilih tidur didalam mobil.Pertengkarannya bersama Felisa membuat moodnya begitu kacau.
Flashback off
__ADS_1