Mengejar Cinta Halalmu

Mengejar Cinta Halalmu
Pertemuan tak disengaja


__ADS_3

Aku dan Bara duduk memandangi langit yang begitu indah dipagi hari.Cukup lama kami berdua mengobrol.


"Ehh liat tuh ada kura-kura raksasa."ujar Bara lalu menunjuk kearah kura-kura itu


"Itu bukan kura-kura Bar,itu penyu raksasa."ujarku


"Enggak itu kura-kura,kesana yuk."ujar Bara lalu menarik tanganku


"Ihhh lepasin jangan tarik-tarik."ujarku menutupi kegugupanku


Aku berusaha melepaskan tangan Bara yang membawaku ke penyu raksasa itu.You know lah aku sangat takut dengan hal semacam itu.Melihat penyu mati saja aku sudah bergidik ngeri apalagi kalau penyu itu hidup.


"Bar lepasin,gue takut."ujarku pelan saat mengucap kata takut


Bara pun menghentikan langkahnya memandangku sekilas lalu tertawa terbahak-bahak.


"Emang ada yang lucu ya?"ujarku sembari mengerucutkan bibirku


"Hahaha lucu aja gitu.Kenapa gak bilang dari tadi sih?Sok pemberani hahaha."ujar Bara yang masih terkekeh


"Ya..ya gue kan..'ujarku berhenti sejenak."Tau ahh pusing gue.Mending kita main Air pantai."ujarku mengalihkan pembicaraan lalu beranjak bermain air dipinggir pantai.


Akupun melihat Bara yang hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuanku.Barapun mengikutiku.Udara pagi yang begitu segar meskipun dingin.


"Ihh jangan gitu entar gue basah,gue gak bawa baju ganti."ujarku cemberut


"Biarin wlee."ujar Bara lalu memeletkan lidahnya sembari berlari


Dengan kesal akupun mengejarnya.Tanpa kusadari ternyata seluruh mata memandang kami yang sedang berlarian dipasir pantai.Ada yang kagum dan ada juga yang mencibir.Dasar nitijen.Ujarku lalu mencebik.


Bara menghampiriku karena melihatku yang berhenti mengejar dia.Tuhh kan kalau gak dikejar malah mendekat.


"Kayak maling aja Bar."ujarku sembari bermain air


"Hah?"ujar Bara cengo


"Iya kayak maling.Semakin dikejar semakin ia jauh."ujarku sembari terkekeh


"Gak elit banget sih masak orang ganteng kayak gue disamain sama maling.Ehh itu bukannya lagunya seventeen ya?lagunya gini kan semakin ku kejar semakin kau jauh,gitu kan?"ujar Bara sembari menyanyi


"Seventeen gundulmu orang itu lagunya lima menit."ujarku sembari merasakan ombak pantai yang menyapu kakiku.


"Emang ada ya grup band limamenit?grup band mana tuh?"ujar Bara tampak bingung


"Adalah lo nya aja yang kudet.Itu loh grup band five minutes."ujarku lagi sembari berdiri dibibir pantai

__ADS_1


"Hadehh kalau itu gue tau Rara."ujar Bara kesal


Cukup lama kami berdua saling diam.Entah kenapa aku jadi membayangkan Adnan.


"Andaikan yang bersama gue saat ini Adnan pasti gue seneng banget."ujarku dalam hati sembari memandang lurus ombak yang menggulung


"Adnan gue kangen."ujarku lirih yang kemudian Bara pun memegang pundakku


"Ra,Lihat gue!"ujar Bara namun aku masih saja tak bergeming


Membuatku yang hanya diam lalu Bara mengangkat daguku agar aku menatapnya.


"Bukan mukhrim Bara."ujarku lalu menurunkan tangan kekar yang melingkar dilenganku,akupun segera menundukkan pandanganku


"Hehehe maaf gue lupa."ujar Bara nyengir


"Ra.Kalo lo masih sayang perjuangin.Jujur gue sayang sama lo,tapi setelah tau lo udah memiliki suami gue sedih Ra.Sebisa mungkin gue mesti bisa ngelupain lo.Gue harus bisa mengikhlaskan Lo bersanding dengan Adnan.Prinsip gue sih jodoh pasti bertemu.Siapa tau lo emang wanita yang dijodohkan untuk gue.Intinya lo harus bisa mengikhlaskan Adnan."ujar Bara sembari menatap deburan ombak yang menerpa kaki kami.


Aku diam mendengar pengakuan Bara.


"Gue tau Ra lo pasti kecewa sama Adnan tapi apa lo tau kalo Adnan bener-bener ngelakuin itu?Gue tau Adnan dan rasanya enggak mungkin kalo orang kayak Adnan bakal berbuat hal yang tak senonoh seperti itu."Ujar Bara lagi lalu mengikutiku berjalan menjauhi pantai


"Iya gue tau Bar,waktu Adnan sadar dari komanya gue udah bisa memaafkan Adnan gue udah lupa masalah itu tapi pas gue denger Mama mertua mau nikahin Adnan sama cewek itu rasanya pertahanan gue runtuh gitu aja.Gue bingung harus percaya atau enggak.Sementara hati gue takut kalo itu bener-bener nyata dan gue lebih milih mundur daripada gue harus dimadu."ujarku yang sudah banjir dengan air mata


"Iya gue bisa rasain apa yang sekarang Lo rasain.Lo yang sabar ya!Udah gak usah sedih kita kesini itu buat liburan bukan buat sedih-sedihan.Yang berlalu biarlah berlalu."ujar Bara lalu kami berdua tersenyum


Melihatku yang begitu antusias ingin menaikinya Bara pun segera menarikku ke area penyewaanyan.Kami berdua berkeliling pantai dengan motor itu.Sesekali kami saling tertawa lepas.


"Ihhh pelan-pelan Bara."ujarku lalu memukul punggung Bara pelan kala ia sengaja melajukan motornya dengan cepat


"Suka-suka guelah kan gue yang nyetir."ujarnya lalu mengelilingi area pantai sedangkan aku hanya mengerucutkan bibir sembari memukul punggung tegap lelaki itu.


...***...


Kami berdua sudah pulang dari pantai.Kini kami sedang menikmati makan siang bersama Nenek.Tentunya seusai kita sholat dhuhur berjamaah.


"Nanti malam Nenek mau menghadiri pengajian kalian mau ikut?"ujar Nenek sembari membereskan piring kotornya


"Tempatnya dimana Nek,jauh gak?"ujarku lalu melirik Bara yang nampak setuju dengan Nenek


"Kompleks samping yang ngadain.Ayolah kalian ikut.Nambah ilmu juga."ujar Nenek yang kubalas dengan anggukan


Akupun membantu Nenek membereskan piring kotor membawanya kebelakang untuk dicuci oleh Mbak Tika asisten rumah tangga dirumah Nenek.


Setelah itu aku berjalan menghampiri Bara diruang keluarga yang sedang menonton tv.Jangan heran Bara memang orangnya friendly dan mudah bergaul meski kadang tampangnya datar dan songong.

__ADS_1


"Bar,lo udah cari tiket kereta?"ujarku lalu merebut toples keripik pisang dari tangan Bara.


"Belum.Lo mau balik kapan?"ujar Bara sembari memakan kripik pisang


"Coba lo cari tiket buat besok kalau ada kita balik besok."ujarku yang masih memasukkan beberapa keripik pisang kemulutku


"Oke."ujar Bara lalu membuka aplikasi tiket online.


"Ada nih jadi balik besok?"ujar Bara


"Yaudah besok aja.Jam berapa berangkatnya?"ujarku


"Jam 11 berangkat."ujar Bara


"Yaudah iya besok aja."ujarku yang masih asik ngemil kripik pisang


Aku sudah duduk bersama Nenek dan Mbak Tika menunggu acara pengajian dimulai.Sementara Bara bersama Pak Samsul berada dibilik khusus laki-laki.


Suasana menjadi ramai kala pasukan Hadrah baru saja datang.Satu persatu personil hadrohpun menaiki panggung dan yang terakhir membuatku setengah kaget.Ada rasa rindu tapi hanya tercekat ditenggorokan.Tatapan matanya begitu teduh hingga membuatku terpana.Para kaum hawa pun banyak yang berteriak-teriak kegirangan.


"Sepertinya dari tadi Gus Adnan melihat Mbak Rara terus ya?"ujar Mbak Tika yang duduk disampingku


"Ahh mungkin hanya perkiraan Mbak Tika aja."ujarku lalu menatap kedepan dan tak sengaja pandangan kami bertemu namun dengan segera Adnan menundukkan pandangannya.


Merdu itulah kata yang tepat untuk suara Adnan.Entah mengapa aku merasa sangat tenang saat mendengar Adnan bersholawat.Cukup lama hingga akhirnya digantikan dengan ceramah.


Ustad muda dengan status kakak iparku itu tampak tenang dalam menyampaikan risalahnya.Lagi-lagi banyak yang memandangnya kagum tak hanya kalangan remaja namun kalangan orang tua pun memandangnya kagum.Siapa lagi kalau bukan Ustad Fasha atau yang kerap kusapa Kak Fasha itu.


Acara pun selesai kami bertiga berjalan menuju parkiran untuk menemui Pak samsul dan Bara.Namun aku memilih untuk menyusul karena aku mampir ditoilet.


Didalam toilet aku mendengar para kaum hawa sedang mengghibahi Adnan.


"Anjirr Gus Adnan ganteng banget,sholeh lagi calon idaman gue banget."ujar perempuan berjilbab pashmina itu


"Enak aja itu udah gue boking jadi bapak dari anak-anak gue."ujarnya lagi mengimbuhi


Sementara aku hanya menjadi pendengar setia mereka,sesekali menghela nafas.Seusai mengaca akupun keluar dari toilet yang tak sengaja berpapasan dengan Kak Fasha.Akupun menyapanya karena sepertinya dia tak tau kalau aku yang berpapasan dengannya.


"Kak Fasha."ujarku yang membuat sang empu menoleh


"Rara.Kamu juga ikut kajian?"ujar Kak Fasha


"Iya kak.Kebetulan aku lagi di Jogja terus denger ada pengajian jadinya aku ikut.Kakak sama keluarga gimana kabarnya?"ujarku


"Alhamdulillah baik Ra.Keadaan Adnan juga sudah membaik.Dan kakak minta maaf kalo mungkin kamu kecewa sama Adnan.Doakan saja masalah itu cepat tertangani.Kamu yang sabar."ujar Kak Fasha yang aku tau kemana arah pembicaraannya

__ADS_1


"Iya kak.Ehh maaf aku udah ditunggu Nenek,aku pulang dulu kak salam buat keluarga dirumah.Assalamualaikum."ujarku lalu berjalan melewati Kak Fasha


__ADS_2