
Seperti biasa setiap pagi akan diadakan sarapan.Kedua orangtuaku termasuk kedua abangku sudah tau kalo hubunganku dengan Adnan sedang tidak baik.Jangan heran guys pasti mulut lemes Bang Zou yang bilang ke mereka semua.
"Bun,Yah besok Rara mau ke Jogja buat daftar ulang universitas."ujarku seusai sarapannya
"Jam berapa kamu berangkat ke jogja?"ujar Ayah
"Jam 8 yah."ujarku
"Kamu dianterin apa bawa mobil sendiri?"ujar Bunda
"Naik bis bun."ujarku lalu tersenyum
"Lah kenapa mesti naik bis?Kan ada mobil?"ujar Bang Zou menatapku heran
"Enggak ah males nyetirnya capek.Perjalanannya jauh lagi."Ujarku sembari memakan potongan apel
"Biar Bang Ano anterin."ujar lelaki berwajah tampan dengan wajah datarnya
"Hehehe gak usah Bang.Rara emang sengaja naik bis berangkatnya biar bisa sambil liburan terus pulangnya Rara naik kereta.Lagian Rara pengen banget naik kereta."ujarku
"Yakin berani?"ujar Bang Ano yang diangguki oleh Bunda dan Ayah
"Beranilah kan bareng Bara kesananya."ujarku sembari terkekeh
"Dihh pantesan."ujar Bang Zou nampak begitu sewot
"Bilang ke Bara besok abang anter kalo pulangnya terserah kamu kalo mau naik kereta."ujar Bang Ano yang membuatku tak bisa menolaknya
"Kamu yakin bisa Bang?Apa gak bertabrakan sama jadwal kamu."ujar Ayah
"Bisa Yah.Kebetulan besok aku gak ada jadwal praktik dirumah sakit kalau masalah klinik kan aku udah punya Asisten sekarang."ujar Bang Ano yang mampu membuat semua orang menatapnya takjub
Bukan tanpa alasan melainkan ini kali pertama ia berkata sepanjang ini.Biasanya ia hanya berkata seadanya bahkan diajak bicara pun membalasnya dengan berdehem.
__ADS_1
"Berarti kamu nginep dong beberapa hari?"ujar Bunda dengan senyum merekah
"Iyalah Bun.Dan rencananya Rara mau nginep dirumah nenek biar irit gitu."ujarku lalu terkekeh pelan
Jangan heran guys kenapa aku selalu terkekeh dan tersenyum didepan mereka semua karena aku gak mau mereka semua tau kalo aku lagi sedih.
Dan selain itu aku juga gak mau berlarut-larut dalam kesedihan.Aku harus bisa bahagia dan tersenyum meskipun sebenarnya berbeda kenyataannya.Aku masih proses move on dari Adnan.Mencoba mengikhlaskan dia meskipun itu sangatlah sulit.
Acara sarapanpun telah usai.Ketiga lelaki itu sudah pergi berlalu.Kini hanya tersisa aku dan Bunda yang sedang membersihkan meja makan.
"Kamu gak berangkat ke butik?"ujar Bunda sembari menaruh cucian piring kotor di wastafel.
"Berangkat tapi nanti aja sesudah bantu Bunda bersih-bersih."ujarku dengan senyum merekah
"Kamu dari tadi senyum-senyum aja.Ada apa nih?Udah move on kah?"ujar Bunda
"Ehmm jangan bahas itu dulu ya Bun,ini masih terlalu pagi.Jangan buat mood Rara rusak gara-gara masalah ini."ujarku yang membuat Bunda tersenyum lalu memelukku
"Kamu yang sabar ya Nak.Maafin Bunda sama Ayah yang udah bikin kamu kayak gini.Mungkin ini ujian pernikahan kamu dan kalau kamu masih cinta silahkan kamu perjuangkan sekalipun kamu ingin melepaskan Adnan kami pun tak masalah.Bunda sama Ayah nyerahin keputusan ini ke kamu sepenuhnya."ujar Bunda dengan berderaian air mata saat memelukku
Akhir-akhir ini aku memang sibuk dengan kerjaanku dibutik Bunda.Lelah pastinya karena aku selalu pulang malam karena menyelesaikan pekerjaanku.
...****...
Pagi-pagi sekali Bara sudah berada di rumahku.Rencanya hari ini kami akan berangkat ke Jogja bersama dengan diantar oleh Bang Ano dan Bang Zou.
Seperti saat ini Bara sudah duduk dimeja makan bersama keluargaku.Banyak hal yang mereka obrolkan mulai dari masalah kuliah maupun masalah dunia perbolaan.
"Kamu juga masuk di UGM Bar?"ujar Ayah sembari menyuapkan makanannya
"Iya om."ujar Bara sembari tersenyum sopan
"Lo ngambil jurusan apa?"ujar Bang Ano dengan tampang datarnya
__ADS_1
"Kedokteran bang."ujar Bara yang dijawab dengan huruf O
"Wihh calon dokter nih."ujar Bang Zou menyambar karena memang dia sendiri yang baru bergabung diruang makan
"Nak Bara ngambil keahlian apa?"ujar Bunda sembari menyiapkan roti untuk Bang Zou
"Saya ngambil Dokter bedah Tan."ujar Bara dengan tak henti-hentinya tersenyum sopan
Kamipun saling mengobrol dan sarapan bersama.Kemudian aku berpamitan kepada Bunda dan Ayah.
Aku sudah duduk manis dibangku tengah bersama Bang Zou.Sementara Bara duduk didepan bersama Bang Ano yang sedang mengemudi.Aku mendengus kesal karena melihat Bang zou sudah terlelap dimimpinya.
"Hadehh baru aja 1 jam perjalanan udah molor aja ni orang."ujarku dalam hati
Bosan rasanya karena tidak ada yang ku ajak ngobrol.Bara dan Bang Ano sedang sibuk ngobrol tentang kedokteran.Mereka berdua sharing tentang kedokteran.Karena kebetulan Bang Ano juga termasuk dokter bedah.Ia bekerja disalah satu rumah sakit terbesar dijakarta.
"Untung Bang Ano dokter bedah bukan dokter anak coba kalo dia jadi dokter Anak pasti gak laku karena tampangnya yang dingin dan tatapan tajamnya itu."ujarku dalam hati lalu terkekeh geli
"Kenapa senyum-senyum?"ujar Bang Ano yang melihatku lewat kaca mobil yang membuat Bara menoleh kearahku
"Hehehe gapapa.Pengen senyum aja."ujarku sembari menunjukkan jajaran gigi putihku
"Kehabisan obat kali bang."ujar Bara lalu tertawa sementara Bang Ano hanya memutar bola matanya malas
Tak terasa beberapa jam perjalanan akhirnya sampai juga diuniversitas.Akupun berjalan masuk menuju universitas impianku itu.Aku ditemani oleh Bang zou untuk daftar ulang sementara Bang Ano memilih untuk menemani Bara.
Terlihat mereka berdua begitu klob.Bara mampu memecah kedinginan saat mengobrol dengan Bang Ano.Jika dilihat Bara memang orangnya friendly jadi mudah mendapatkan teman.Bahkan diapun tak pernah pilih-pilih saat berteman.
Beda sekali dengan diriku yang dulu selalu memilih teman yang sekelas denganku.Memilih berteman dengan kelas atas dan membully kelas bawah.Namun bersama Adnan aku diajarkan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Aku sudah selesai daftar ulang namun sedang menunggu Bang Zou yang pergi ke toilet.Rasanya begitu lama sekali dia meninggalkanku disini hingga rasa gabut menyerang.
Perasaan gabut ini membuatku kembali mengingat lelaki berwajah manis itu.Ahh kira-kira sedang apa dia sekarang.Apakah dia sudah mengingat istri manisnya ini?Lalu yang menjadi pertanyaanku sekarang ini apakah dia telah menikahi wanita itu?
__ADS_1
Berkali-kali aku membaca nama kontak Adnan muncul dinotifku.Namun rasanya begitu mustahil.Entah sampai kapan ia akan bersikap dingin seperti ini.Bahkan jika diingat-ingat dulu saat pertama kali kami bertemu sikapnya tak sedingin itu.Atau mungkin rasa cintanya kepadaku sudah luntur sehingga ia bersikap biasa saja sehingga sulit sekali mengingat diriku.
Seusai daftar ulang aku memilih untuk berjalan-jalan menyusuri fakultas yang ada disana.Ternyata jarak antara fakultas kedokteran dengan fakultasku cukup jauh.Yup aku masuk di Fakultas Ekonomi dan Bisnis tepatnya diprodi Akuntansi.Kami berduapun menghampiri Bang Ano dan Bara yang berada di Fakultas Kedokteran.