
Hari ini Sinta meminta agar dirinya tidak di jemput karena hari ini dia akan berangkat dengan kekasihnya yang baru kemarin menyatakan cintanya.
"Sinta siapa Din?" tanya Kevin yang memang belum kenal dengan Sinta.
"Sinta temen aku," jawab Dinda.
"Kenapa gak jadi di jemput?"
"Biasa lah, mau berangkat sama pujaan hatinya."
"Ou, kamu sendiri apa kabar? mana pujaan hatinya?" sindir Kevin sambil terkekeh.
"Ish, apaan sih." Akibat ucapannya Kevin harus menerima cubitan maut dari kembarannya itu.
"Aw ... sakit tau," teriaknya kesakitan.
***
Sesampainya di sekolah mereka bertemu dengan Sinta yang sedang berjalan kearah kelasnya.
"Sin!" panggil Dinda.
Sinta menghampirinya.
"Ini ... siapa?" tanya Sinta bingung melihat kehadiran Kevin.
"Kenalan dong," sahut Dinda.
"Gue Kevin, saudara kembar Dinda." Kevin memperkenalkan diri.
"Hah? lo punya kembaran?" tanya Sinta tak percaya.
"Iya, semua orang di sekolah ini juga belum tau kok," sahut Dinda.
"Ou iya, gue Sinta temen kelas Dinda."
"Yakin cuman temen?" goda Dinda.
"Eh iya, sahabat."
"Ya udah Vin, mending kamu langsung ke kelas aja," ujar Dinda.
"Kelasnya dimana?" tanya Kevin.
"Di sana, lo tinggal lurus terus belok kanan." Dinda menunjuk arah jalan.
__ADS_1
"Mau gue anter gak?" tawar Sinta.
"Sin, inget, lo itu udah punya pacar, baru kemarin lagi jadiannya." Dinda mengingatkan Sinta agar tidak genit pada kembarannya.
"Yaelah Din, ketimbang nganterin doang mah gak papa kali!?"
"Gak usah, biar gue aja yang nganterin," sergah Dinda.
"Eh, gak usah Din, biar aku kesan sendiri aja," tolak Kevin.
"Beneran?"
"Iya, duluan ya." Kevin pergi menuju kelasnya.
***
Kevin memasuki ruang kelas yang ia yakini itu adalah kelasnya.
Dia berjalan dengan santai dan memilih tempat duduk yang kosong.
Tak lama setelah kedatangan Kevin, Raffa datang bersama Iqbal.
Dia menatap bingung Kevin karena Kevin duduk di tempat duduknya.
"Lo ngapain di sini? ini tempat gue." tanya Raffa.
Bel tanda pelajaran pertama akan di mulai berbunyi nyaring di sudut sekolah.
Tak lama setelahnya guru yang mengajar datang.
"Selamat pagi anak-anak," sapa guru itu.
"Pagi pak," jawabnya kompak.
"Hari ini olahraga basket, ayo kalian ganti baju, Bapak tunggu di lapangan." Guru itu keluar kelas menuju lapangan.
Kevin yang belum mendapat baju olahraga langsung berjalan kearah lapangan berbeda dengan yang lain.
Setelah beberapa menit, mereka berkumpul di lapangan dan memulainya dengan pemanasan.
Pemanasan di lakukan dengan baik dan berjalan lancar.
Mereka melakukan penilaian dengan urutan absen.
"Ada yang belum maju?" tanya guru olahraga.
__ADS_1
"Ada Pak, dia murid baru." Tunjuk salah satu siswa pada Kevin.
"Iya Pak, saya belum." Kevin membenarkan ucapan siswa tadi.
"Ya udah, nama kamu siapa?"
"Kevin Anggara Sanjaya."
"Ok, sekarang kamu mulai dari sana."
Kevin berhasil memasukan bolanya dengan sempurna.
"Baik, masih ada waktu dua puluh menit, kalian bisa main basket dulu," ujar guru olahraga.
Mereka membuat grup untuk bermain basket.
Raffa sudah jelas dengan kedua sahabatnya dan beberapa teman kelasnya.
Sedangkan yang lain ikut kelompok Kevin yang notabene masih anak baru.
Pertandingan di mulai. Semua fokus pada permainan itu.
Nazwa berteriak mendukung kekasihnya.
Semua meneriaki nama Raffa, Iqbal dan Evan.
Karena terlalu bersemangat Raffa tak sengaja mengarahkan bolanya ke luar area lapangan yang kebetulan ada Sinta dan Dinda yang sedang melewati lapangan tersebut.
Bug!
Bola basket itu mengenai bahu Dinda dengan cukup keras.
"Aw ...." Keluh Dinda.
"Din, kamu gak papa?" tanya Kevin yang langsung mendekat.
Deg!
Raffa kaget mendengar yang diucapkan Kevin barusan.
'Kamu?'
'Apa mungkin Kevin pacar Dinda?' batin Raffa.
💦💦💦💦💦💦
__ADS_1
jangan lupa like dan komen 💐💐💐