Mengejar Cinta Raffa

Mengejar Cinta Raffa
BAB 3


__ADS_3

Dinda dan Sinta hari ini ada janji dengan seseorang. Kini keduanya sedang menunggu disebuah cafe.


Sambil menunggu mereka mengobrol tentang rencananya yang kemarin baru dibahasnya.


Tak lama orang yang mereka tunggu datang.


"Kalian ngapain ngajak kita ke sini?" tanya salah satu dari mereka.


"Duduk dulu Kak," ujar Sinta.


Mereka yang ditunggu-tunggu Sinta dan Dinda adalah Evan dan Iqbal—sahabat Raffa.


"Jangan bilang kalian mau minta tolong ke kita buat bantu Dinda dapetin Raffa?" tebak Evan.


"Enak aja, gue bakal usaha sendiri." sergah Dinda.


"Terus kalian mau apa?" Kali ini Iqbal yang bertanya.


"Gue mau tau soal Rafa dari kalian, kenapa dia bisa benci banget sama yang namanya cewek?" jelas Dinda.


"Ou ... itu sih tentang masa lalunya," ucap Evan.


Iqbal menendang kaki Evan dari bawah meja. Dinda yang menyadari akan hal itu, tau maksud Iqbal yang memberi kode pada Evan.


"Kalian tenang aja, gue gak bakal sebarin ke siapapun dan gue gak bakal ngomong ke Raffa soal ini." Dinda berusaha meyakinkan mereka berdua—sahabat Raffa.

__ADS_1


Evan dan Iqbal saling tatap, meminta persetujuan satu sama lain.


Sinta yang menangkap langsung maksud mereka akhirnya berusaha membujuk.


"Ayolah, masa kalian tega sama Dinda yang dari dulu udah suka sama Kak Raffa? udah satu tahun lebih dia ngejar Raffa lho." Sinta mulai membujuknya.


"Kalian tau kan yang di lakukan Dinda untuk mendapatkan cintanya Raffa? dia bahkan rela mengorbankan dirinya saat Raffa hampir di tabrak dan pada akhirnya Dinda amnesia terus berhenti sekolah satu tahun sampai keadaannya benar-benar pulih dan bisa ingat semuanya." Sinta tak henti-hentinya membujuk kedua orang itu.


Bahkan dia sampai membawa masa lalu yang membuat Dinda amnesia.


Dinda menatap langit-langit cafe sambil mengingat kejadian satu tahun kemarin.


"Raff ... gue suka sama lo, gue harap lo mau buka hati buat gue," ucap Dinda untuk kesekian kalinya.


"Terus kapan lo suka sama gue?"


"Gak akan pernah lah, lo itu cewek murahan, gak punya harga diri, ngapain gue suka sama lo?" Untuk kesekian kalinya Raffa memaki-maki Dinda secara langsung.


"Ok, gue emang cewek murahan dan gak punya harga diri, tapi gue lakuin ini semua buat lo." Dinda berusaha menahan air matanya yang kini menggenang di pelupuk matanya.


"Denger baik-baik ya, gue gak minta lo buat lakuin ini." Setelah berkata seperti itu Raffa pergi meninggalkan Dinda sendiri.


Dinda menatap kepergian Raffa yang kini mulai menjauh.


Tanpa sengaja Dinda melihat sebuah mobil melintas ke arah Raffa yang kini sedang berjalan.

__ADS_1


Dinda yang menyadarinya langsung berlari untuk menyelamatkan Raffa.


Tin ... tin ... tin ...


Bunyi klakson mobil itu terdengar nyaring.


Satu detik saja Dinda terlambat untuk menyelamatkan Raffa, mungkin Raffa akan tertabrak mobil itu.


Tapi, naasnya malah Dinda yang mengalami kecelakaan itu.


Dinda tertabrak mobil itu dan tubuhnya terpental cukup jauh dan kepalanya terbentur batu yang cukup besar.


Raffa yang kini merasakan tubuhnya sakit bangun dari tempat dia tergeletak.


Dia mencari siapa yang telah menyelamatkannya.


Raffa melihat ada kerumunan orang, kemungkinan besar dia yang telah menyelamatkannya. Dia menghampiri mereka dan melihat siapa orang yang telah menyelamatkannya.


Setelah melihat dia tak menyangka karena yang menyelamatkannya adalah cewek yang barusan dia tolak cintanya.


Dinda. Ya Dinda lah yang menyelamatkannya.


Gak, gak mungkin dia yang yang udah nolongin gue, batin Raffa.


Raffa langsung pergi dari tempat kejadian, meninggalkan Dinda yang tergeletak lemas tak berdaya dan dikerumuni orang-orang.

__ADS_1


__ADS_2