Mengejar Cinta Raffa

Mengejar Cinta Raffa
BAB 4


__ADS_3

Beberapa bulan Dinda di rawat di rumah sakit. Dokter mengatakan bahwa Dinda mengalami amnesia tapi, tidak permanen.


Jadi, suatu saat nanti Dinda akan mengingat semuanya kembali.


Karena Dinda hilang ingatan dia berhenti sekolah selama satu tahun.


Setelah satu tahun Dinda mulai mengingat semuanya.


Itu juga disertai dengan usaha-usaha dari teman dan keluarganya.


Sinta. Dia adik kelas Dinda tapi, karena Dinda berhenti sekolah selama amnesia jadi dia sekarang harus satu kelas dengan Sinta.


Dinda tak menyesali peristiwa itu, peristiwa saat dia menyelamatkan Raffa.


Dinda mengambil sisi positifnya yaitu, dia bisa mengenal Sinta dan bisa menjadi sahabatnya.


Itu alasan kenapa Sinta memanggil Raffa dan teman-temannya dengan sebutan Kakak.


Untuk menghormati Kakak kelas, kecuali Dinda karena dia menolak jika Sinta memanggilnya Kakak.


Selama itu pula perasaan Dinda pada Raffa.


Tapi, dia tidak pernah tau masa lalu Raffa karena Raffa terlalu tertutup pada siapapun kecuali pada sahabatnya.

__ADS_1


***


"Emang lo gak sakit hati waktu Raffa maki-maki lo?" tanya Evan setelah Dinda menceritakan sedikit pengalamannya.


"Mm ... sakit hati? iya sih, sebenernya juga gue sakit hati, tapi gue gak mau Raffa tau." jelas Dinda.


"Lo gak ada niat buat move on dari dia?" tanya Iqbal.


"Gak! gue bakal pertahanin sampai gue bisa dapetin Raffa, gue bakal seneng banget kalo udah sama dia, berasa jadi manusia palinh bahagia di dunia tau." Dinda menolaknya antusias.


"Din ... Din ... Raffa itu udah anti cewek banget semenjak dia putus sama mantannya," ucap Iqbal.


"Mantan? gue baru tau kalo Raffa punya mantan?" tanya Dinda yang belum tau soal mantan Raffa.


"Temen kelas kita?" tanya Dinda lagi.


"Iya, lo inget yang namanya Monic?" tanya Iqbal.


"Iya, yang sekarang udah pindah sekolah kan?" Dinda memastikan.


"Iya itu, Raffa tuh suka sama dia, jadi dia nembak Monic terus mereka pacaran selama dua bulan, gak lama setelah itu mereka putus gara-gara Monic selingkuh dan malah membanding-bandingkan Raffa sama cowok barunya, Monic juga memaki-maki Raffa." Iqbal menceritakan masa lalu Raffa.


"Ou, jadi itu alasan kenapa dia anti cewek banget ... terus dia sering maki-maki gue juga karena itu?" Dinda mulai paham dengan masa lalu Raffa.

__ADS_1


"Iya mungkin, gue juga kurang tau, Raffa itu orangnya tertutup banget," sahut Evan.


"Din, mending lo move on deh," saran Sinta.


"Kenapa lo tiba-tiba ngomong gitu?" tanya Dinda heran.


"Gue gak mau lo sakit hati terus menerus, lo juga berhak dapet cowok yang cinta sama lo, gak kaya sekarang, bertepuk sebelah tangan." jelas Sinta.


"Makasih Sin, lo perhatian banget sama gue, tapi lo tenang aja gue masih bisa bahagia walau cinta gue bertepuk sebelah tangan," sahut Dinda.


"Din ...."


"Udah Sin, lo jangan khawatir ya!" Dinda menenangkan sahabatnya yang mulai cemas.


"Iya Sin, gue yakin sekeras apapun hati Raffa dia pasti luluh dengan orang yang tepat." Iqbal juga ikut menenangkan.


"Heh ... iya sih, tapi gue khawatir." Sinta menarik nafasnya dalam-dalam untuk membuang rasa khawatirnya.


"Tenang aja, gue bakal bantu kalian!" ucap Evan mantap.


"Gak perlu Van, gue mau usaha sendiri dan bisa mendapatkan cintanya Raffa dengan cara gue sendiri." Dinda menolak.


"Ya udah deh, semangat ya." Evan memberi semangat.

__ADS_1


__ADS_2