
Pagi hari, seperti biasa Adam selalu tidur di dalam masjid saat wirid dzikir subuh. Dia bangun saat semua orang keluar dari dalam masjid.
Jam masih menunjukkan pukul 6 pagi, sayup-sayup Adam mendengar seorang perempuan mengaji dengan begitu merdu. Biasanya dia tidak akan peduli, dia pasti akan langsung keluar dari dalam masjid, tapi kali ini beda, dia seperti mengenal sura tersebut.
Dengan perlahan, langkah nya mengayun pada tirai pembatas di dalam masjid yang luas itu, menyibak sedikit tirai untuk melihat dengan jelas pemilik suara yang sangat merdu itu.
Kedua manik Adam terbelalak saat melihat jika yang sedang mengaji Alquran adalah ustazah yang mengajar di kelasnya.
Ada rasa tidak percaya dalam hati Adam saat mendengar suara yang begitu lembut, karna biasanya Khanza selalu bicara dengan nada ketus dan juga bervolume tinggi.
Adam ingin pergi dari sana, tapi matanya juga tak ingin lepas dari makhluk yang namanya wanita itu, hatinya seketika mendadak tenang, terlebih saat melihat bibir bervolume itu melantunkan satu persatu kalimah dalam kitab suci tersebut.
"Cantik dan anggun." batin Adam. Tapi seketika dia langsung menggeleng kepalanya begitu kuat.
"Apa yang aku pikirkan, ingat Adam, dia wanita sudah beberapa kali mempermalukan kamu, jadi kamu harus membalas nya!" gerutu Adam pada dirinya sendiri.
Dia pun memutuskan untuk pergi dari sana, tapi alangkah terkejutnya nya dia saat berbalik, ternyata sudah ada ustadz Raka di belakangnya yang sedang berkacak pinggang menatap intens padanya.
"Mamak!" pekik nya karna kaget sambil memegang dadanya, bahkan Adam terjungkal ke belakang hingga punggung nya menabrak tirai pembatas, Hingg dia terjatuh di sebelah saf perempuan.
"Astaghfirullah!" pekik Ustazah Khanza, dia sangat kaget melihat seseorang yang kini terlentang di depannya.
"Adam," panggil nya, dia langsung menutup Al-Qur'an nya "Kenapa kamu tidur di sini?" tanya nya lagi.
__ADS_1
"Ck, sialan. Siapa yang tidur, hah? Gw hanya kaget tadi." jawab Adam lantang,seraya menarik tubuhnya untuk bangun. Tapi, seketika dia langsung menutup mulutnya karna keceplosan.
"Kenapa kamu kaget?" tanya ustazah Khanza yang tidak paham.
"Tentu saja dia kaget karena kepergok mengintip!" timpal ust. Raka. Dia masih berdiri di saf laki-laki.
Adam melotot, begitupun dengan Khanza.
"Kamu ngintip saya, Adam?" tanya Khanza pada muridnya itu.
Dengan begitu cepat Adam menggeleng, dia tidak rela di katain pengintip.
"Jangan ke-Eran lo, gw tuh bukan ngintip lo, tapi penasaran saat gw denger suara orang mengaji, karna suara lo tuh jelek banget, makanya gw pengen lihat, siapa pemilik suara seperti kunti saat nyanyi lengser wengi." hardik Adam dengan wajah datar nya, enak saja dia di bilang mengintip, walaupun memang benar, tapi setidaknya guru nya jangan sampai tau.
Begitupun dengan Ustazah Khanza "Apa kamu bilang? Suara saya seperti kunti? tanya Khanza dengan nada tinggi. Dia mencium Al-Qur'an lalu menyimpan nya, dia bangun dan menatap sengit pada pria yang lebih tinggi darinya itu.
"Iya, memang nya kenap--" pertanyaan Adam langsung terhenti saat lengan di tarik dengan paksa oleh Khanza. Dia yang tidak sigap langkah nya langsung terayun sesuai langkah wanita yang menariknya.
"Ahhkkk, apa yang lo lakukan wanita kunti!" teriak Adam saat saat tubuhnya terus di seret pada pintu keluar dari dalam masjid, yang lebih parah lagi, Khanza menarik Adam pada pintu sebelah santri perempuan, itu artinya akan banyak santri perempuan di sana.
Ust. Raka yang melihat hal itu langsung mengikuti mereka, dia khawatir apa yang akan di lakukan oleh Khanza, karna dia tau bagaimana karakter wanita itu.
"Rasakan kamu murid tidak berakhlak, berani sekali mengatai saya seperti suara kunti," ucap Khanza langsung menarik rambut Adam, saat mereka sudah keluar dari dalam masjid. Khanza sengaja tidak melakukan di dalam masjid, karna sangat tidak baik membuat pertikaian di dalam tempat mulia tersebut. Dia juga menarik rambut Adam di lapisi dengan mukena nya.
__ADS_1
"Hey, lepasin gw kunti!" teriak Adam lagi.
Mendengar itu, Khanza semakin kuat menarik rambut Adam "Berani sekali kamu, mengataiku kunti!" pekik Khanza lagi, dia tidak perduli banyak santri yang melihat nya, bahkan mereka ada yang menertawai Adam.
Ust. Raka sudah bingung. Dia langsung mencoba melepaskan Adam dari tangan Khanza.
"Ustazah Khanza, berhentilah. Malu kita di lihat oleh santri yang lain!" ujar ust. Raka.
Seketika itu, Khanza melepaskan kepala Adam, dia melihat banyak rambut yang menempel pada mukena nya.
Adam mengelus kepalanya yang terasa perih, seketika wajah nya terasa sangat panas saat melihat begitu banyak santri perempuan yang menertawai dirinya. Adam merasa harga dirinya sebagai laki-laki di injak-injak oleh wanita yang bernama Khanza itu.
"Awas kamu!" ancam ustadzah Khanza dengan wajah sengit, kemudian dia langsung melangkah meninggalkan Adam di sana.
"Lo yang awas, lo harus membayar mahal semua ini!"
.
.
~Bersambung.
...Yakin Dam mau balas? Tar duluan naksir loh. Hehhe...
__ADS_1
...Jangan bosan tinggalkan like komen dan Vote nya kakka. Supaya aku juga lebih semangat, kalau kalian malas komen, aku gak bakal tau, karya ku dimintai atau tidak....