Mengejar Cinta Ustazah Khanza

Mengejar Cinta Ustazah Khanza
Adam dan Khanza.


__ADS_3

Khanza yang di panggil oleh salah seorang santri wati langsung menutup panggilan nya saat mendengar nama nya di panggil oleh Adam. Dengan begitu tergesa-gesa dia melangkah pada gerbang pembatas.


"Ada apa, Dam?" tanya nya, saat melihat raut wajah Adam yang tampak menegang.


"Jangan terima, Raka!" ucap Adam to the points.


Khanza menaikkan sebelah alisnya "Kamu tau?" tanya nya kaget.


"Yang jelas jangan terima Raka!" ulang Adam lagi.


"Memang nya kenapa?" tanya Khanza lagi.

__ADS_1


"Karna-- karna alasan nya sudah jelas, jika aku mencintaimu!" ujar Adam.


Mendengar itu, Khanza memutar bola matanya jengah "Cinta kamu bilang? Ayolah Dam, kamu tuh pantasnya jadi adik saya. Umur mu masih terlalu muda untuk mengatakan hal itu kamu masih anak-anak, memang nya kamu siap kalau nanti tiba-tiba saya ngajak nikah, karna umur saya kan sudah layak untuk menikah," tukas Khanza, dia sengaja mengatakan itu agar Adam sadar dari apa yang dia ucapkan.


"Aku siap, dan jangan panggil aku anak-anak!" ucap Adam begitu lantang.


Membuat Khanza melotot, dia tidak habis pikir, Adam benar-benar teguh pada pendirian nya "Tapi kalau saya tidak mau dengan mu dan saya memilih ust. Raka apa yang akan kamu lakukan?" tanya Khanza pada akhirnya.


Sekarang Khanza yang terdiam, menarik nafas dalam-dalam dan kemudian melihat pada Adam "Iya, saya menerima nya karna dia seorang ustadz, lebih pandai, juga sudah dewasa!" jawab Khanza meyakinkan Adam.


"Tapi kedewasaan bukan pada umumnya, meski umur ku masih muda, tapi aku yakin aku bisa membuat mu bahagia!" sentak Adam.

__ADS_1


"Yang jelas aku sudah membuat keputusan untuk menerima ust. Raka, dan untuk mu jadilah anak yang baik, belajar yang sungguh-sungguh, buktikan jika kamu memang orang yang layak di cintai! Tapi bukan untuk ku, untuk Mama dan dirimu sendiri!" tukas Khanza.


"Baiklah, akan ku buktikan jika aku akan menjadi seperti yang kamu inginkan, dan aku akan menjadi lebih daripada Raka. Dan di saat itu terjadi, aku harap kamu tidak menyesal dengan pilihan mu sekarang!" cecap Adam. Setelah itu, dia langsung pergi meninggalkan Khanza dengan perasaan marah, kecewa, sakit. Bahkan rasa sakit saat di selingkuhi Vanya tidak seberapa dengan rasa sakit yang dia rasakan sekarang.


Sedangkan Khanza kembali ke bilik nya dengan kepala menunduk. Dia mengambil ponsel yang tadi di lempar begitu saja karna mendapatkan panggilan dari Adam. Khanza melihat ponsel nya sudah ada panggilan suara tak terjawab dari ust. Raka. Mungkin ust. Raka heran karena tiba-tiba Khanza mematikan ponsel. Dia menghela y kasar, kemudian mengetik pesan singkat untuk ust. Raka.


"Maaf, Raka, tapi hubungan kita sudah sangat dekat, bahkan dari dulu aku menganggap mu seperti adikku sendiri, dan orang tua kita juga sudah seperti saudara. Ku harap kau bisa menemukan wanita yang lain nya, lupakan aku dan ku harap kau menerima keputusan ku ini." setelah mengirim pesan pada ust. Raka. Khanza merebahkan tubuhnya di atas kasur, mengingat kembali betapa kecewanya terlihat Adam saat dia tolak.


"Mungkin aku akan menyesal, Dam!"


~Bersambung.

__ADS_1


...Hem ... Kenapa yah Khanza nolak Adam. Apa karna gak cinta atau ada alasan lain ya? Ada yang mau bantu tabak?...


__ADS_2