Mengejar Cinta Ustazah Khanza

Mengejar Cinta Ustazah Khanza
Adam dan Khanza.


__ADS_3

"Wallahu alam," ucap Khanza sambil menutup kitab yang yang baru dia ajarkan pada murid-muridnya.


"Dari pelajaran yang saya terangkan, apa ada yang kurang paham atau bertanya?" tanya Khanza seraya melihat seluruh wajah sang murid yang berjumlah 32 orang.


Tapi, semuanya tampak diam. Terutama Adam, dia sama sekali tidak menyimak apa yang di terangkan Khanza, karna dia lebih fokus pada apa yang terlah dia perbuat.


"Ya sudah, karna kalian diam. Saya menganggap semua nya sudah paham!" cicit Khanza "Kalau gitu, kalian boleh bersholawat!" lanjut nya lagi.


Suara shalawatan pun terdengar di dalam kelas yang di ajarkan oleh Khanza. Dan setelah itu, mereka semua bangun, hendak keluar. Tapi, perhatian mereka teralihkan pada suara pekikan Khanza dan juga suara robeknya pakaian Khanza.


"Akh, astaghfirullah!" pekik Khanza. Diapun langsung melihat pada kain bajunya yang masih tertinggal di lantai.


"Ahahahahaha .... Hahaha ...!" semua pandangan kini teralihkan pada Adam, yang tertawa begitu puas. Tapi, melihat tidak ada yang tertawa, Adam menghentikan nya, dia juga dapat melihat tatapan yang begitu tajam yang di tunjukkan Khanza terhadap dirinya.

__ADS_1


"Kenapa kalian menatap ku seperti itu? Aku tidak tau apa-apa, hanya tertawa karna merasa lucu," kilah nya, saat melihat semua mata nampak mengintimidasi dirinya.


Sedangkan Khanza sendiri melihat Adam dengan tatapan membunuh, dia tau jika yang jail dan membencinya dalam kelas itu adalah Adam. Dia kembali melihat pada kain yang robek itu, untung saja dia selalu memakai rok di dalam baju gamis yang dia gunakan, hingga tidak sampai menampakkan auratnya yang akan membuat nya aib seumur hidup.


Dengan perasaan marah, Khanza mengambil kitabnya, kemudian berjalan mendekati Adam dengan tatapan mata yang masih tajam.


Sedangkan Adam, sudah merasa tercekik dengan tatapan yang di berikan Khanza, dia bahkan dapat melihat tatapan marah, sedih, juga kekecewaan yang di perlihatkan Khanza padanya.


"Ustazah, pakai sajadah saya saja!" tawar Faizin pada Khanza.


"Apa, kenapa kau menatapku?" tanya Adam, berusaha santai dan tidak terjadi apa-apa.


Khanza tidak menjawab, dia langsung berpaling dan turun dari dalam kelas. Sungguh, jika berlama-lama di sana, dia akan sabar tidak membalas perbuatan Adam.

__ADS_1


"Astaghfirullah ... sabar Khan, kamu tidak boleh terpancing emosi dengan anak-anak seperti dia!" gumam Khanza pada dirinya sendiri.


Sementara Adam kembali tertawa saat melihat raut keterkejutan dari Khanza, dia ikut keluar dari kelas saat seluruh teman sekelasnya sudah keluar.


"Ha ... Rasanya aku ingin melakukan hal yang lebih lagi dari itu," cecap Adam sendiri. Kini dia sudah sampai di dalam bilik dan masih belum bisa menahan senyumnya, senyuman yang selama di pesantren baru kali ini dia perlihatkan.


"Kamu kenapa Dam, tersenyum-senyum sendiri?" tanya ust. Raka, saat dia masuk sudah melihat senyuman yang tidak pernah di lihat dari wajah Adam.


Sedangkan Adam, dia langsung mengendurkan senyumannya dan kembali berwajah datar, entah kenapa dia sangat tidak suka pada ust. Raka "Bukan urusan mu!" sahut Adam. Setelah itu dia langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, melanjutkan tidurnya yang semalam tertunda, dan sekarang dia bisa tidur dengan nyenyak karna berhasil membalas membuat malu wanita yang menjadi ustadzah nya.


~Bersambung.


...Lu kok jahat banget Dam, gimana kalo tadi Khanza ga make rok di dalam nya, sudah pasti kelihatan tuh auratnya....

__ADS_1


...Bantu dukung novel Mengejar Cinta Ustazah Khanza dengan like, komen dan vote yuk....


...Follow juga ig aku besty Ulfa.santi.7927...


__ADS_2