Mengejar Cinta Ustazah Khanza

Mengejar Cinta Ustazah Khanza
Adam dan Khanza.


__ADS_3

Satu Minggu telah berlalu, sejak itu banyak hal yang di lalui oleh santri di pondok pesantren Ar-raudhatun muta'almin, terlebih bagi Khanza dan juga Adam. Bukan nya semakin membaik, kini mereka malah semakin menyalakan apa permusuhan, tepatnya bagi Adam. Dia yang selalu di buat malu oleh Khanza semakin membenci sosok wanita yang itu.


Seperti sekarang ini, Adam tengah di hukum oleh Khanza, karna lelaki itu dengan sengaja mengganggu teman yang lainnya, sementara dirinya sendiri tidak menyimak apapun saat Khanza menjelaskan isi dari kitab yang sekarang ini mereka ngaji.


Adam kini berdiri di pintu kelas, sebelah badan nya di luar, dan sebelah lagi di dalam. Dia tampak biasa saja, karna menurut Adam hal seperti itu sudah biasa dia lalui, karna hampir setiap hari dan juga malam dia mendapatkan hukuman dari Khanza.


"Jadi malam ini kita membahas bab yang mewajibkan kita mandi ada tujuh. Yang pertama yaitu setelah berhubungan badan antara laki-laki dan perempuan. Yang kedua keluar man*, yang  ketiga wanita yang baru selesai dari haid, yang ke empat, wanita yang baru selesai melahirkan, yang ke lima wanita setelah nifas, yang ke enam mayat, yang ke tujuh adalah kafir yang baru masuk Islam." jelas Khanza pada semua anak murid nya.


Sementara yang lain begitu fokus menyimak, akan tetapi Adam tengah sibuk dengan pikirannya sendiri, dia tengah memikirkan cara bagaimana mengerjai Khanza. Saat pikiran nya masih sbuk mencari cara, tiba-tiba dia mendengar Khanza berbicara pada seseorang di balik sambungan telepon.


"Halo ustazah Sarah, apa Ustazah ada di kompleks putri?" tanya Khanza pada seorang guru wanita.


Mereka tidak bisa mendengar apapun yang di katakan oleh lawan bicara Khanza, mereka hanya bisa mendengar saat Khanza menyahuti saja, termasuk Adam.


"Saya minta tolong, suruh seluruh para santri wanita ke sini sebentar ya Ustazah!" pinta Khanza lagi.


Selesai berbicara pada orang di balik telpon, Khanza menutup sambungan nya, dia langsung mendapatkan tatapan penuh pertanyaan dari semua murid nya.


"Tunggu sebentar lagi, kalian pasti akan tau!" ujar Khanza.


Adam bermasa bodoh, dia tidak ingin terlalu ambil pusing dengan apa yang di lakukan oleh gurunya itu.


Tak berapakah lama, sekitar tujuh ratus santri wanita kini berdiri di depan kelas yang Khanza, mereka semua juga bingung, karna tadi Ustazah Khanza hanya mengatakan jika mereka semua harus pergi ke kompleks pria.

__ADS_1


Khanza bangun, dia melewati Adam tanpa melihat pada pria itu, seolah keberadaan nya tidak terlibat oleh putri bungsu Bagaskara tersebut.


Seisi kelas hanya melihat saat Khanza terlihat berdiskusi dengan para santriwati yang terbilang banyak itu.


Setelah berbincang, kini Khanza kembali pada pintu masuk, dengan satu rotan di tangan nya, dia menyuruh Adam untuk berjalan pada para santriwati tersebut.


"Adam, ayo jalan kamu!" perintah Khanza, sambil sesekali memukul betis Adam yang di lapisi sarung acak-acakan.


"Gw gak mau." tolak Adam.


"Ke sana saya bilang." Sentak Khanza.


"Ge bilang tidak mau!" kekeh Adam lagi.


"Lo, awas--" belum sempat Adam mengeluarkan gerutunya, salah seorang santriwati sudah menyahut.


"Oh ini yang bernama Adam, yang tidak bisa apa-apa, yang setiap harinya hanya membuat onar dan kegaduhan, yang selalu senang mendapatkan hukuman," belum cukup di sana, yang lain pun ikut menimpali.


"Yang selalu membantah,"


"Yang membuat para guru kewalahan hingga beberapa guru mundur dari kelas nya,"


"Yang setiap mengaji terus mengganggu teman nya,"

__ADS_1


"Yang selalu tidur saat jamaah subuh,"


"Yang sambong, sok, dan tidak mau mendengar apapun nasehat orang lain!"


Berbagai cemoohan di lontarkan pada Adam, membuat laki-laki itu linglung karna semua mulut kini menyudutkan dirinya, dia melihat bergantian orang di sana, suara mereka sudah sangat membuat kepala nya hampir pecah.


Sebenarnya Khanza sudah kasihan melihat Adam, tapi dia ada tujuan membuat seperti ini.


Semua orang masih terus mengatai Adam, hingga mereka berhenti saat mendengar teriakkan Adam.


"Akhhhhhhhhhh, stop. Apa yang kalian lakukan?"


.


.


~Bersambung.


...Haha kena mental kan lo Dam....


...Maaf ya besty, aku jarang up, karna beberapa hari lalu nyiapin acara, dan sekarang sudah dengan dengan hari H, jadi aku Up satu bab ya....


...Jangan lupa Like komen dan juga Vote, meskipun aku sibuk, tapi tetap nyempetin waktu buat up....

__ADS_1


__ADS_2