Mengejar Cinta Ustazah Khanza

Mengejar Cinta Ustazah Khanza
Adam dan Khanza.


__ADS_3

Mendengar suara Khanza, tiba-tiba Adam terdiam, dia seolah kehilangan kata-kata.


"Halo, ada apa ust. Raka?" tanya Khanza.


"E, aku hanya ingin menyampaikan jangan lupakan tugas mu sebagai guru di sini!" celetuk Adam. Setelah itu, tanpa mengucapkan salam, Adam langsung mematikan panggilan nya.


Khanza mengerutkan keningnya "Aneh." gumam nya.


Waktu terus berlalu, rasa hampa semakin menyeruak dalam hati Adam, serasa semangat nya benar-benar hilang "Ini aneh, kenapa aku terus memikirkan guru itu, aku juga sangat ingin melihat nya saat ini!" gumam Adam pada diri nya sendiri.


"Apa aku merindukan nya?" tanya Adam lagi entah pada siapa.


"Jika benar aku merindukan nya, itu artinya aku jatuh cinta padanya, jantung ku selalu berdebar kencang saat teringat padanya!" lanjut nya lagi yang sekarang tengah memegang dadanya "Ini tidak mungkin, aku harus memastikan sendiri!"


"Dam, kamu kenapa tidak mengaji?" tanya Husain yang baru saja selesai mengikuti pengajian.


"Malas," jawab Adam. Selama Khanza pulang, Adam memang jarang mengaji, karna dia tidak ingin di hantui bayang-bayang Khanza.


"Wah, padahal kita tidak mengaji bersama ust. Yusuf lagi karna ustazah Khanza sudah kembali," ucap Husain.


"Apa?" teriak Adam yang langsung bangun "Jadi tadi pagi yang mengajar di kelas kita Khanza?" pekik Adam.

__ADS_1


"Iya, duh setelah lama tidak melihat ustazah Khanza rasanya sangat senang kini bisa mengaji bersama nya lagi!" celetuk Husain sambil tersenyum, dan Adam tidak menyukai itu.


Mendengar apa yang di ucapkan Husain, membuat Adam merasa menyesal karna tadi dia tidak mengaji, andai dia tau, mungkin dia murid yang pertama masuk ke dalam kelas.


Kini, dengan tidak sabar Adam menanti siang, dia ingin segera masuk ke dalam kelas dan melihat wanita yang dia kerjain selama ini yang sekarang selalu terbayang dalam ingatan nya.


Suara lonceng terdengar begitu nyaring, pertanda penantian Adam telah usai, selesai jamaah Dzuhur, Adam langsung melangkah pada kelasnya. Di sana dia duduk gelisah, rasanya dia tengah menanti seseorang yang paling spesial dalam hidup nya.


"Eh Dam, tumben kamu awal!" ejek Faizin, tapi yang di ejek hanya bermasa bodoh dengan wajah dingin.


"Ustazah udah datang!" seru yang lainnya, suasana kelaspum menjadi senyap,


"Assalamualaikum," ucap Khanza terdengar begitu lembut.


Melihat Khanza sudah masuk, tanpa sadar Adam bangun dan kini berdiri di depan Khanza. Dia menatap wanita itu tanpa berkedip, baru dia tau jika Khanza sangat lah cantik.


"Adam," panggil Khanza sambil melambaikan tangan di depan wajah Adam.


Detik itupun Adam tersadar "Em sorry, sorry!" pintanya.


"Kamu kenapa?" tanya Khanza yang merasa aneh dengan sikap muridnya itu.

__ADS_1


"Tidak. Bagaimana keadaan mu?" tanya Adam. Rasanya dia ingin memegang dadanya karna takut jika Khanza akan mendengar detak jantung nya yang begitu cepat.


"Seperti yang kamu lihat, saya sudah di sini, itu tandanya saya sudah sehat!" jawab Khanza.


"Oh iya, ya, Baguslah. Sekarang mari masuk dan selamat mengajar!" seru Adam dengan wajah datar.


Melihat perubahan sikap Adam, Khanza jadi merasa merinding, tidak biasanya Adam seperti itu.


"Kamu kenapa Dam, apa kamu sedang sakit?" tanya Khanza dengan wajah bingung.


Adam tersadar, dia melihat sekeliling tampak wajah teman sekelasnya terlihat bingung sama seperti Khanza.


"Aku tidak apa-apa, ini hanya sebuah rasa terimakasih karna kemaren telah menolong ku," kilah Adam.


"Itu bukan hal yang besar, lagian kejadian itu sudah beberapa hari yang lalu!" imbuh Khanza. Dia langsung berjalan dan duduk di tempatnya.


Dan selama pengajian, Khanza yang dulu merasa geram dengan tingkah Adam, kini semakin geram dan tidak nyaman, jika dulu lelaki itu bandel dan tidak menyimak, maka lain dengan sekarang, karna Adam terus menatap Khanza tanpa berkedip, dan tentunya dengan wajah datar.


"Aku yang kena pukul di kepala, kenapa dia yang seperti orang stress!" batin Khanza.


"Bersambung.

__ADS_1


...Yang bilang cerita ini muter-muter silahkan di baca nanti saja kalo mereka sudah sah. Ini judulnya saja mengejar cinta, kalo langsung nikah itu artinya tanpa harus berjuang mengejar cinta sang Khanza. Mohon untuk bersabar, dan terimakasih sudah membaca karya recehan ku ini. Senyum manis untuk kalian semua....


__ADS_2