Mengejar Cinta Ustazah Khanza

Mengejar Cinta Ustazah Khanza
Adam dan Khanza.


__ADS_3

Adam meringis sambil memegang perut di sisi lambung nya yang terasa ngilu.


"Adam kau kenapa?" tanya Mama Anggi. Semua mata tertuju padanya.


"Tidak apa-apa, Ma. Hanya nyeri, mungkin karna terlalu lapar!" jawab Adam.


Mama Anggi dan papa Ammar menggeleng mendengar jawaban Adam. Bagi mereka itu hal yang wajar, karna tahun ini kali pertama Adam menjalani ibadah puasa. Mereka kembali melangkah pada meja makan, karna sebentar lagi sudah waktunya berbuka puasa.


"Kenapa kau mempraktekkan nya beneran?" tanya Adam pada Khanza.


"Itu hanya peringatan agar kau tau, jika aku tidak akan segan-segan untuk memberikan orang pelajaran jika melampaui batasan." jawab Khanza tegas.


Saat adzan terdengar berkumandang, semua tampak tersenyum, karna itu pertanda bahwa puasa yang mereka jalani hari ini sudah berakhir.


"Alhamdulillah," ucap mereka berbarengan.


"Silahkan di minum, dan nikmati semua hidangan nya!" seru papa Ammar.

__ADS_1


Abi Faris dan Ummi Nabil mengangguk, mereka duduk berdekatan juga dengan Khanza. Sementara papa Ammar, mama Anggi duduk bertiga dengan Adam. Jadilah Adam berhadapan dengan sang ustazah.


Semua menikmati minuman pembukaan mereka, kemudian memakan beberapa biji kurma, Adam meneguk minuman sambil menatap pasa Khanza "Lebih manis," gumam nya pelan sambil matanya masih tertuju pada Khanza. Membuat sang guru merasa tidak nyaman.


"Apa kau mengatakan sesuatu, Dam?" tanya Mama Anggi.


Adam tersedak "Huk ... Huk ... Ti--tidak, Ma!" jawabnya.


Melihat itu, Khanza tersenyum, ingin rasanya dia menertawai Adam, habis nya itu ulahnya sendiri, siapa suruh menatapnya seperti itu.


"Boleh juga, ayo! Kita wudhu dulu!" sahut papa Ammar.


"Apa? Tapi kenapa tidak makan dulu? Adam sudah sangat lapar, Ma!" protes Adam. Memang imannya hanya sampai berbuka, karna biasanya dia yang paling terlambat solat magrib karna lebih memilih makan terlebih dahulu.


"Lebih baik mendahulukan solat, Adam. Kalau sudah makan, kita akan merasa berat untuk melaksanakan nya!" ucap Khanza. Entah kenapa ada terbesit dalam hati untuk mengubah kebiasaan Adam satu persatu, dia tidak tau alasan nya, yang jelas Khanza ingin membuat Adam menjadi lelaki sempurna menurut versi dirinya.


Mendengar itu, Adam terpaksa harus mengangguk. Melihat itu, mama Anggi tersenyum, sungguh Khanza bisa membawa pengaruh baik bagi anaknya itu.

__ADS_1


"Mari, lebih baik kita solat magrib berjamaah!" ajak papa Ammar.


Yang lain mengangguk, dan langsung bangun, sementara Adam masih menyempatkan menyendok nasi beserta lauk nya dan di masukkan ke dalam mulutnya.


Setelah wudhu, kini mereka semua tengah melaksanakan solat magrib. Yang lain tampak begitu tentram dalam solat mereka. Tapi, tidak dengan Adam, dia terlihat ketar ketir, sebab Abi Faris yang menjadi imam dan membaca ayat begitu panjang setelah alfatihah.


"Duh, kok lama banget ya, mana lapar banget lagi perut ku ini, haus juga, tadi sedikit baru minum sudah tersedak!" batin Adam. Yang ada dalam pikirannya saat ini hanyalah makanan dan juga minum.


Sangking dia terus teringat pada makanan, dia bahkan berdiri lagi saat raka'at ke dua dalam solat, Adam melewatkan duduk di antara dua sujud. Dia baru tersadar saat menyadari hanya dirinya yang berdiri kembali.


Tanpa berfikir panjang, Adam langsung ikut duduk "Duh, malu banget nih gw, Khanza lihat gak tadi ya?" batin Adam.


~Bersambung.


...Ya tentu lihat lah, orang kamu di depan dan Khanza di belakang, wkwkwkwk....


...Bantu dukung Novel ini dengan cara like, komen, dan juga vote kakak ku semuanya....

__ADS_1


__ADS_2