
Beberapa hari telah berlalu, bulan puasa hampir usai, lebaran pun semakin dekat. Adam kini tengah merenungi tentang semua ucapan Khanza.
Adam kehilangan arah dan semangat nya. Dia selalu berharap jika Khanza mempunyai rasa kepada dirinya. Namun, sekeras apapun usahanya, tapi Khanza tetap terus menolak nya, bahkan memaksa dirinya untuk melupakan diri Khanza.
"Kamu itu sudah aku anggap sebagai adikku sendiri, jadi lupakan lah aku sekarang!" perkataan Khanza selalu terbayang-bayang dalam ingatan Adam.
"Kenapa aku selalu tidak beruntung dalam percintaan, Vanya dulu berselingkuh dengan teman ku sendiri. Dan Khanza malah menolak ku," batin Adam menjerit.
"Baiklah, jika itu yang kamu inginkan, aku akan buktikan jika aku akan bisa membanggakan Mama," gumam Adam.
Sementara Khanza kini tengah membuka pengajian bersama-sama para ibu, karna sudah tidak lagi menjadi guru ulang Adam, kini Khanza membuka pengajian pada siang hari. Dia hanya ingin membagi ilmu, juga sebagai ulangan agar dia tidak lupa semua hukum yang sudah dia dalami. Selain itu, Khanza ingin meneruskan kegiatan sang Ummi, yang semasa kecilnya sering di ajak Nabil ikut menemani nya membuka pengajian dengan ibu-ibu.
"Jadi ibu-ibu, kita sudah berada di akhir bulan yang sangat berpahala, mulia dan juga bulan penuh berkah. Sebagaimana firman Allah dalam surah Al Baqarah ayat 183.
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
"Allah memerintahkan kepada kita untuk berpuasa di bulan Ramadhan, agar kita menjadi orang yang bertakwa. Akan tetapi, apakah bulan Ramadhan itu di khususkan hanya untuk berpuasa saja? Dan jika kita melakukan ibadah yang lain, apa kita bisa mendapatkan pahala? Tentu saja iya, Karna di dalam bulan ini banyak faedah, kemuliaan yang sangat besar. Itulah kenapa tadi saya bilang bulan Ramadhan bulan penuh pahala, karna setiap amalan yang kita kerjakan akan di hitung berpuluh-puluh kali lipat,"
Rasulullah shallallahu'alahiwa sallam menyampaikan Firman Allah SWT dalam sebuah hadis:
"Seluruh amalan kebaikan manusia akan dilipatgandakan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Ta'ala berfirman, "Kecuali puasa. Sebab pahala puasa adalah untuk-Ku. Dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Ia (orang yang berpuasa) telah meninggalkan syahwat dan makannya karena-Ku."
__ADS_1
"HR Bukhari Muslim. Maka dari itu, kita harus memanfaatkan kesempatan yang hanya ada sebulan sekali dalam setahun. Cara memanfaatkan nya sangat mudah, kita hanya perlu berpuasa, bersedekah, solat tarawih, khatam Al-Qur'an, dan masih banyak lagi."
Berhubung ramadhan sudah mau akhir, mari kita pergunakan dengan sebaik mungkin. Terutama bagi kita ibu-ibu, kita itu kalangan yang sangat mudah mendapatkan pahala, contoh saja saat kita memasak untuk suami kita, dengan rasa senang dan ikhlas maka pahalanya juga akan di lipat gandakan," ucap Khanza pada beberapa ibu-ibu yang kini mengangguk-anggukan kepala nya sambil senyam-senyum merasa senang.
Tapi, kita juga dari kalangan yang sangat mudah menghapus pahala, kita mungkin selalu berpuasa, tapi tidak bisa menjaga pahala nya, maka itu akan sangat rugi bagi kita," tambah Khanza lagi membuat ibu-ibu yang tadi tersenyum langsung murung.
"Maaf Nak ustazah, kenapa kita mengharuskan menjaga pahala puasa, kenapa tidak Ustazah katakan menjaga puasa saja?" tanya salah satu ibu di sana.
Khanza tersenyum "Karna menjaga puasa itu mudah. Tapi, menjaga pahala puasa yang sangat susah. Maka beruntung lah bagi orang-orang yang mampu menjaga lidah mereka, karna dari lidah lah kita sering menghilangkan pahala puasa kita sendiri, seperti saat puasa kita suka ghibah, adu domba, suka marah-marah, suka membentak, apa lagi yang suka berkata kotor, berbohong, maka dia hanya menjalankan puasa saja, tapi tidak ada lagi pahalanya." sahut Khanza.
Para ibu-ibu langsung mengelus dada mereka sambil beristighfar.
"Ibu, apa ibu mau pulang? seperti nya ibu bukan orang sini!" tanya Khanza basa-basi.
"Iya, Nak. Ibu orang perumahan komplek sebelah. Ibu datang ke sini karna dengar dari kawan ibu ada pengajian di sini, maka dari itu ibu ke sini," jawab ibu paruh baya itu.
"Ibu sangat senang, ternyata guru pengajian nya cantik dan juga masih muda. Ibu sangat bangga, Nak. Pasti orang tuamu juga sangat baik, hingga melahirkan anak se solehah dirimu!" puji ibu itu.
Khanza yang tidak haus akan pujian hanya tersenyum "Saya tidak sebaik itu kok, bu. Masih sering berbuat khilaf dan melakukan kesalahan, saya masih belajar juga untuk menjadi baik," jawab Khanza.
Ibu itu tersenyum "Kamu sudah menikah, Nak?" tanya nya yang langsung membuat Khanza terkejut.
__ADS_1
"Be--belum, Bu!" jawab Khanza kaku.
"Oh Alhamdulillah, syukur berarti ibu masih punya kesempatan untuk melamar mu," ucap ibu itu terus terang.
Khanza terkejut "Me--melamar?" tanya Khanza tergagap.
Ibu itu mengangguk "Iya, Nak. Anak ibu umur nya 27, dia pengusaha properti, lulusan terbaik Inggris," jawab nya.
Khanza hanya tersenyum kaku, tidak tau harus mengatakan apa.
"Itu anak ibu sudah menjemput," tukas ibu itu saat melihat sang putra kini sudah datang.
Khanza melihat pada mobil sport yang kini memasuki pekarangan masjid dan memarkir kan mobil nya di dekat mereka.
Sementara lelaki yang di dalam mobil itu keluar dengan wajah datar. Tapi, matanya langsung memicing saat melihat gadis cantik dan anggun yang berdiri di samping sang Mama.
"Khanza,"
"Ahmad,"
~Bersambung.
__ADS_1