
Saat jam pengajian telah tiba, suara lonceng terdengar begitu nyaring, menandakan mereka semua harus segera ke dalam kelas masing-masing.
Begitupun dengan para dewan guru, termasuk Khanza yang sudah siap untuk pergi ke tempat di mana dia akan membagikan ilmu yang selama ini dia gali. Seperti biasa, dia akan pergi bersama dengan Ustazah Mirna, sambil berbincang hingga mereka berpisah di gerbang pembatas antara santri putri dan putra.
"Apa anda tidak merasa kewalahan mengajar di kelas itu?" tanya Ustazah Mirna.
Khanza tersenyum sambil menggeleng "Kenapa harus kewalahan, mereka di sini mengaji, bukan adu tinju," jawab Khanza.
"Iya memang sih, tapi kan di sana ada Adam yang terkenal begitu bandel dan nakal, apa dia tidak membuat anda merasa kesal? Karna sedari yang saya tau Adam selalu di berikan hukuman denda tidak mengikuti mata pelajaran, tapi saat dengan anda, dia tidak pernah lagi terlihat berdiri di tengah lapangan." kelakar Ustazah Mirna lagi.
Lagi-lagi Khanza tersenyum dan menggeleng "Untuk apa memberikan hukuman yang di sukai oleh nya?" tanya Khanza.
Ustazah Mirna mengerutkan keningnya "Apa maksud anda hukuman yang dia suka?" tanya balik Ustazah Mirna.
"Iya, dia sangat tidak suka mengikuti pengajian, maka dari itu dia selalu berbuat tingkah agar di beri sanksi keluar dari kelas, jadi dia tidak perlu mengikuti pengajian, bukan kah itu artinya dia suka dengan hukuman ketimbang mengikuti pengajian? Maka dari itu, saya tidak memberikan hukuman seperti itu untuk nya, jika pun saya menyuruh nya berdiri, maka itu harus di dalam kelas, jadi dia bisa menjalani hukuman sekalian dengan mengikuti pengajian!" terang Khanza begitu panjang.
__ADS_1
Ustazah Mirna tampak mengangguk "Iya juga ya, jadi mau tidak mau dia harus mengikuti pengajian." imbuh nya lagi.
Khanza tersenyum "Kalau begitu saya duluan ya," pamit Khanza.
"Baik, sampai bertemu di kamar bilik kembali!" sahut Ustazah Mirna.
"Assalamualaikum," ucap Khanza saat berada di pintu masuk, seraya kakinya dia langkah ke dalam.
"Waalaikumsalam," jawab semua murid nya. Mereka tampak tersenyum senang, semuanya begitu senang bisa mendapatkan guru sebaik, lembut, juga secantik Khanza.
Sontak ucapan nya yang hampir mirip dengan gombalan langsung mendapatkan sorakan yang begitu riuh.
"Pagi-pagi udah ngegombal aja lu!" sahut murid lain lagi.
Khanza hanya menggeleng, dia sama sekali tidak menjawab, bukan sombong hanya saja Khanza tidak ingin muridnya nanti bersikap lebih dan tidak patuh lagi apa yang dia ucapkan.
__ADS_1
Saat semua murid tampak senang, berbeda dengan Adam, lelaki itu hanya memutar bola mata jengah, tapi seketika semangat nya bangkit kembali saat melihat Khanza yang ingin duduk di tempat nya.
"Ayo, ayo duduk guru ku yang cerewet, Ya Tuhan bantulah aku," batin Adam, hingga dia menjerit senang di dalam hati saat melihat pantat Khanza sudah menempel pada tempat yang sudah dia lumuri dengan lem cair.
"Yes, kena lo!"
Khanza yang baru duduk sedikit merasakan keanehan, tapi dia bermasa bodoh, mungkin saja perasaan nya saja. Kemudian dia melihat semua muridnya satu persatu, hingga matanya berhenti pada sosok yang duduk di salah satu sudut di depannya.
Ada rasa lega di hati ustazah Khanza, dia merasa apa yang dia lakukan semalam memang berguna, buktinya sekarang Adam jadi anak yang patuh, karna ini pertama kalinya Adam berada di dalam kelas begitu awal.
"Alhamdulillah, akhirnya anak itu mau berubah juga!" batin Khanza.
~Bersambung.
...Jangan senang dulu Khan, tuh Adam ngejehatin kamu....
__ADS_1
...Jangan lupa like, komen, dan juga vote ya kakak ku sayang....