
"Haish, gadis manja itu selalu bangun siang hari ma ,kalau nggak ada jam kampus ya gitu kerjaannya! Tidur terus!!" Jawabku memberi tahu mama dan papa.
Setelah itu kami bertiga melanjutkan untuk makan sarapan bersama. Hingga makanan yang di sajikan oleh mama di piringku habis tak bersisa. Aku kenyang, ya semua orang tahu kalau tidak ada siapa pun yang bisa menandingi seorang ibu dalam hal memasak. Masakan ibu selalu menjadi primadona bagi para anak-anaknya, termasuk aku.
Setelah selesai sarapan, aku membantu mama untuk mencuci piring kotor yang kami gunakan tadi. Sampai akhirnya aku selesai membantu mama, dan memutuskan untuk jalan ke sebuah taman yang letaknya tak jauh dari rumah keluargaku.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aku berjalan memutari taman itu dan pandangan mataku mengarah ke sebuah kursi taman yang tak jauh dari tempatku berdiri saat ini. Ya, aku akan beristirahat di sana sebentar sembari menikmati suasana di sini, aku putuskan untuk membeli minuman lebih dulu baru setelahnya aku akan duduk di kursi taman itu.
Aku kini telah duduk di sebuah kursi taman sembari meminum minuman yang tadi sempat aku beli. Aku mengedarkan pandanganku ke segala arah dan menikmati udara sejuk yang menyeruak masuk ke dalam indra penciumanku.
Sampai akhirnya aku melihat seseorang yang tak asing bagiku. Dia duduk bersama dengan seorang wanita yang tak jauh dari tempat dudukku saat ini. Aku menajamkan mataku untuk melihatnya lagi, dan benar saja tidak salah lagi. Aku melihat Robert sedang duduk berdua dengan seorang wanita. Kelihatannya dia sangat akrab sekali dengan wanita itu, apa mungkin itu kekasihnya? Kalau itu kekasihnya, aku akan segera memberi tahu Velia untuk segera membatalkan niatnya yang ingin lebih dekat lagi dengan Robert.
Saat aku tengah melihatnya, tiba-tiba aku malah di tatap balik dari kejauhan. Spontan saja aku langsung mengalihkan pandanganku dari melihatnya.
"Haish, apa dia melihatku?!" Gumam ku saat itu juga yang masih duduk di kursi taman.
Saat aku memutuskan untuk melihatnya lagi, ternyata Robert dan wanita itu sudah tidak ada di tempatnya. Aku celingukan mencari sampai sebuah suara mengagetkanku.
"Kau mencari ku?!" Sebuah suara terdengar, aku langsung menoleh ke sumber suara itu. Dan aku tahu siapa yang kini ada di dekatku. Aku tersentak ketika melihat Robert yang berdiri di depanku.
__ADS_1
Aku sempat kaget sebentar, namun akhirnya aku berusaha menetralkan rasa keterkejutan ku itu dan bersikap biasa saja, "Kamu? Ngapain kamu ke sini?" Tanyaku ambigu, memang benar-benar bodoh. Kenapa aku bertanya padanya seperti itu?.
"Ini tempat umum bukan? Siapa saja boleh datang ke sini!" Jawabnya, dan aku sudah menduga itu. Dia pasti akan mengatakan kalau ini adalah tempat umum, wajar saja kita bisa bertemu ,mungkin hanya kebetulan.
"Ah ya kau benar!" Kataku sedikit canggung.
"Apa aku boleh duduk di sini?" Tanya Robert padaku, bahkan aku belum sempat menjawab ucapannya tadi. Dia sudah lebih dulu duduk di sebelahku. Reflek aku sedikit menjaga jarak darinya, takut orang mengira kalau kita ini sepasang kekasih.
"Ada apa? Aku lihat kau tadi memperhatikanku dari jauh? Apa kau sedang menguntit ku?" Tanya Robert, sontak aku membulatkan mataku. Sudah aku duga dia melihatku tadi. Dan aku sangat malu sekali karena ketahuan, sudah terlanjur tertangkap basah juga akhirnya sekalian aja nyebur.
"Ya, aku nggak sengaja lihat kamu tadi!" Jawabku singkat.
"Tadi itu temanku, aku tidak sengaja bertemu dengannya!" Ucap Robert tiba-tiba yang membuatku mengernyitkan dahi bingung. Tentu saja aku bingung, bahkan aku tidak bertanya padanya. Tapi kenapa dia tiba-tiba memberi tahuku seperti itu, aku sama sekali tidak penasaran oke.
"Lalu? Itu hak kamu!" Jawabku ketus tanpa menoleh ke arahnya.
Tiba-tiba saja Robert hendak menyentuh tanganku, tapi aku berusaha mengalihkan tanganku yang terletak di kursi yang sengaja tadi aku gunakan untuk menopang tubuhku di kursi.
Robert berdehem, "Kau sendiri?" Tanya Robert lagi.
"Ya!" Singkat ku, aku tidak suka berbasa basi oke, aku tidak akan menjawabnya kalau bukan karena dia orang yang di sukai oleh Velia. Jelas saja aku tidak ingin, karena aku tak langsung bisa akrab dengan seorang pria. Hanya Leonard saja teman priaku satu-satunya. Sebenarnya ada banyak, tapi aku tidak pernah dekat dengan mereka. Bahkan hanya untuk sekedar bertanya kabar saja sangat jarang. Itu karena aku memang wanita pendiam.
__ADS_1
Aku merasa Robert akan jenuh sendiri dan pergi begitu saja dari sampingku. Tapi siapa sangka, justru pria ini malah menanyaiku seperti orang bodoh, jujur aku tidak suka berbasa basi. Apalagi dengan seorang pria, mengingat aku sama sekali tidak ingin berbicara dengan siapapun orang yang baru aku kenal.
"Temanmu kemarin, apa dia tidak apa-apa?" Tanya Robert tiba-tiba yang membuatku langsung terdiam dan sejenak berpikir. Kenapa tiba-tiba Robert bertanya seperti itu?
Apa dia tahu kalau kemarin Velia pingsan?
Tapi itu tidak mungkin bukan?
Dari mana Robert tahu?
Karena pertanyaan ini mengacu pada Velia jadi aku putuskan untuk menjawabnya, ya sekalian itung-itung aku bisa tahu informasi tentang pria ini. Dengan begitu aku akan dengan rela membiarkan Velia bersama dengannya.
"Dari mana kau tahu?!" Tanyaku sembari menoleh ke arah Robert. Ku lihat Robert tak menatapku, tapi setelah aku bertanya itu padanya, dirinya langsung mengarahkan pandangannya ke arahku. Sontak saja aku langsung mengalihkan pandanganku dari dirinya. Aku sangat tidak ingin kalau sampai mata kami bertatapan, sungguh ini sebenarnya membuatku merasa tidak nyaman. Tapi ini demi Velia oke.
"Aku melihatnya di gendong oleh pria itu dan di bawa ke ruang rawat yang ada di kampus!" Jawab Robert apa adanya. Memang kemarin ketika berada di kampus, dirinya tak sengaja melihat Leonard yang sedang tergesa-gesa dengan menggendong Velia dan membawanya ke ruang rawat.
Aku menghela nafas mendengar jawabannya, "Ya, kemarin dia memang pingsan! Tapi dia baik-baik saja!" Jawabku memberitahunya. Aku rasa Robert akan lebih mengenal Velia karena dia membahas tentang Velia.
"Kau juga sahabatnya bukan?! Lalu kenapa kau juga tidak ikut mengantarnya ke ruang rawat juga?" Tanya Robert lagi.
"Aku harus tetap berada di kelas karena akan ada presentasi!" Jawabku apa adanya. Entah kenapa aku malah terus membalas ucapannya yang menurutku formal ini. Tapi ya sudahlah, siapa tahu aku bisa mengenalnya dan akan memberi tahu Velia tentang dirinya. Dengan begitu akan mempermudah Velia untuk lebih dekat lagi dengannya.
__ADS_1