
"Silahkan!" Ucap Alana sembari meletakkan dua buah minuman ke meja, tepatnya di depan Velia dan Alana.
Velia yang melihat kedatangan Alana pun merasa senang hingga akhirnya membuka suara.
"Al, aku sama Leonard ke sini dengan tujuan ingin meminta ma-" Kata Velia terpotong.
"Cukup!" Potong Alana langsung pada ucapan Velia tadi, sontak saja langsung membuat Velia terdiam.
Velia tentu saja merasa takut kalau sampai Alana benar-benar memusuhinya karena telah berbohong padanya. Akan tetapi ternyata dugaannya salah.
"Kalian berdua tidak perlu meminta maaf lagi padaku! Aku sudah memaafkan kalian berdua!" Kata Alana yang membuat Velia dan juga Leonard langsung memandang ke arahnya. Mereka berdua sungguh tak menyangka kalau akan semudah ini mendapatkan maaf dari Alana. Mereka bahkan sempat berpikir kalau Alana tidak akan mau lagi menjadi sahabatnya. Akan tetapi semua utu kini berubah menjadi senyuman yang terukir indah di wajah keduanya.
Velia dan Alana saling berpelukan penuh haru. Velia juga berjanji kalau dirinya tidak akan lagi berbohong pada Alana mengenai apapun. Begitu juga dengan Leonard.
Bahkan setelah keharuan itu, "Al, ada yang mau aku sampaikan sama kamu!" Ucap Velia setelah meneguk minuman yang tadi di bawakan oleh Alana untuknya.
"Katakan saja! Aku akan mendengarkannya!" Ucap Alana mempersilahkan Velia untuk berbicara.
Alana menatap ke arah Leonard sebenta tanda meminta persetujuan, Leonard pun tersenyum dan mengangguk. Membuat Alana bingung dengan tingkah kedua sahabatnya ini. Namun Alana membulatkan matanya ketika menyadari sesuatu, dirinya langsung mengambil kesimpulan , bahkan sebelum Velia sempat mengatakannya terlebih dahulu.
"Tunggu! Jangan bilang kalian?" Kata Alana dengan menggantung ucapannya, membuat Velia dan Leonard saling pandang lagi dan merasa malu dengan hubungan mereka yang langsung di ketahui oleh Alana.
__ADS_1
Hening sejenak , mereka terdiam ketika mendengar kesimpulan yang di ambil oleh Alana dengan tiba-tiba tadi. Lalu Leonard pun angkat bicara.
"Ya, kami berdua sudah jadian!" Kata Leonard menjelaskan hubungannya dengan Velia. Mendengar itu Alana merasa senang, karena akhirnya cinta Leonard terbalaskan. Velia yang mendengar penuturan dari Leonard pun tersipu malu.
Semenjak hari itu hubungan mereka bertiga sebagai sahabat sangat harmonis. Mereka bahkan hampir jarang bertengkar.
Pov Alana
Hari itu seperti biasa, aku berangkat ke kampus dengan naik taksi. Karena aku Velia bilang padaku kalau dia akan berangkat bersama dengan Leonard, tentu saja aku tidak ingin mengganggu mereka yang lagi kasmaran seperti itu.
Setelah aku turun dari taksi, aku melihat ada Velia yang tengah menungguku di dekat gerbang kampus. Tapi aku hanya melihat Velia saja di sana, aku tidak melihat adanya Leonard di sana.
"Iya baiklah sabar dikit Vel!!" Kataku sambil berjalan menuju ke arah Velia berada.
Setelah aku sampai pada posisi Velia, aku melihat raut senang bercampur dengan rasa khawatir di matanya. Tentu saja aku bingung dengan apa yang terjadi dengan Velia hingga dia seperti itu.
"Ada apa Vel? Apa ada sesuatu yang buat kamu nggak nyaman? Atau kamu dj sakitin sama Leonard?!" Aku mencerca berbagai pertanyaan pada Velia karena aku benar-benar khawatir dengan dirinya.
"Haish, bukan itu Al! Aku itu lagi bingung!" Velia menggantung ucapannya yang membuat aku merasa semakin penasaran sama dia.
Aku mengernyitkan dahiku bingung dengan apa yang akan di maksudkan oleg Velia, "Bingung kenapa?" Tanyaku.
__ADS_1
"Nanti aku ceritain di kelas aja deh!" Velia menarikku untuk langsung menuju ke kelas, padahal aku masih ingin menanyakan kenapa Velia tidak bersama dengan Leonard. Bukankah tadi Velia tadi kasih tahu aku kalau dia bersama dengan Leonard?
Sesampainya di kelas, Velia langsung menceritakan apa yang terjadi sebelum dirinya bertemu dengan Alana tadi.
"Jadi begini, Leonard hari ini sengaja nggak masuk kelas! Karena dia mau jemput mamanya yang datang dari luar negeri!" Jelas Velia.
"Lalu?" Tanya Alana bingung.
"Haish, Al!!! Leonard juga bilang sama aku kalau nanti malam, mamanya ngajak makan malam bersama! Aku takut Al!" Velia mengatakan kegelisahannya karena nanti malam mama Leonard yang baru pulang dari luar negeri mengajak Velia untuk malam malam di luar, sekaligus mengenalkan Velia pada calon mertuanya itu.
Alana menghela nafasnya, "Ya, harusnya kamu senang dong, itu artinya Leonard benar-benar serius sama kamu Vel! Kamu juga nggak perlu gugup , yakin aja kalau semua akan baik-baik saja!" Ucap Alana memberikan pengertian pada Velia.
"Tapi, Al! Aku minta sama kamu buat temenin aku ya malam ini!" Kata Velia dengan tiba-tiba membuat Alana membelalakkan matanya bingung.
"Gimana ,gimana? Aku harus temenin kamu? Lah kan ini malam malam khusus buat kamu ketemu sama calon mertua kamu , kenapa malah ajakin aku?!" Tanya Alana yang bingung dengan keputusan dari Velia itu.
"Oh ayolah Al, kau tahu kan kalau aku sudah tidak memiliki kedua orang tua, aku juga sudah memberi tahu Leonard kalau aku akan mengajak kamu nanti malam! Jadi aku mohon ya sama kamu buat temenin aku!! Pleaessss!" Velia memohon dengan mata berbinar membuat Alana bingung dengan keputusan yang harus dia ambil sekarang ini. Setelah beberapa menit menunggu jawaban dari Alana, Velia tiba-tiba saja menundukkan kepalanya sedih. Tentu saja itu hanya di buat-buat supaya Alana mau menemani dia nanti malam.
Alana yang tak tega akhirnya menghela nafasnya, "Iya baiklah, aku akan temenin kamu!" Putus Alana dengan final. Membuat Velia langsung tersenyum sumringah mendengar keputusan yang di ambil oleh Alana.
"Terima kasih Al, kamu memang sahabat aku yang paling pengertian!" Ucap Velia yang langsung memeluk Alana tanpa aba-aba. Beruntung kelas saat itu masih sepi dan tidak ada orang tahu dengan apa yang sedang mereka bicarakan.
__ADS_1