Menikah Dengan Tunangan Sahabatku

Menikah Dengan Tunangan Sahabatku
Kejadian tak terduga


__ADS_3

"Sudahlah! Aku turun di sini saja! Ingat ucapan ku Vel! Jaga diri kamu baik-baik dari laki-laki brengsek seperti Robert!!" Ucapku memperingatkan untuk yang terakhir sebelum aku keluar dari mobil Velia saat itu juga.


Velia bingung melihat aku keluar dari mobilnya dengan tiba-tiba, "Loh Al, kok kamu gitu sih?!" Ucapnya setelah aku sudah keluar dari mobilnya.


Beruntungnya ada taksi kosong lewat dan aku langsung saja menghentikannya, hingga akhirnya aku pulang menaiki taksi itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


2 hari kemudian aku sengaja bersikap dingin pada Leonard dan juga Velia, karena mereka sungguh membuat aku merasa jengkel. Dengan masalah Leonard yang berbohong, dan bahkan Velia malah semakin dekat dengan Robert. Aku beberapa kali melihat Velia bersama Robert berdua.


Aku sebenarnya perduli, tapi aku bingung harus mengatakan pada Velia bagaimana lagi. Padahal aku sudah tahu kalau Robert itu adalah playboy yang suka mempermainkan hati seorang wanita. Dalam lubuk hatiku yang paling dalam jujur aku tak rela kalau Velia di sakiti oleh Robert. Aku mengatakan itu pada Velia tapi dia malah mengabaikan ku dan masih bersikeras ingin dekat dengan Robert. Hingga hari ini aku memutuskan untuk diam dan tak akan menggangu mereka


Saat ini aku keluar dari kelas karena sekarang sudah waktunya istirahat. Aku memutuskan untuk ke kantin, tapi siapa sangka kalau Robert tiba-tiba menarik tanganku dan membawaku ke sebuah lorong yang sepi.


"Lepaskan aku!!" Aku berteriak dan menatap Robert yang mencengkeram tanganku dengan erat.


"Kenapa kau tidak menerima cintaku? Aku mencintaimu! Tapi kau malah menolaknya?" Ucap Robert tiba-tiba yang membuat ku tak mengerti dengan apa yang dia katakan. Sungguh itu bukanlah kesungguhan, aku bisa melihat itu dari sorot matanya. Ya, dia berbohong akan ucapannya itu.


Aku berusaha berontak tapi dia semakin mencengkeram tanganku dengan kuat, aku bahkan tak bisa lagi menggerakkan tubuhku untuk bisa terlepas darinya. Bahkan tubuhku sudah menempel pada dinding, itulah yang membuatku sulit untuk melepaskan diri.

__ADS_1


"Robert!! Apa kamu sudah gila hah?!!" Kataku sarkas sambil berusaha berontak.


"Ya aku memang gila! Itu karena kamu!! Berani-beraninya kau menolak ku! Padahal selama ini tidak ada wanita yang bisa menolak pesonaku!" Ucapnya dengan percaya diri membuatku semakin muak berada di dekatnya. Tapi mau bagaimana lagi, cengkeraman tangannya begitu kuat sehingga aku tak bisa melepaskan diri.


Aku mengatakan, "Kau memang pria gila! Kau bahkan sudah memacari sahabatku! Tapi kau menginginkanku! Itu tidak akan bisa!! Sebaiknya kamu lepaskan saja Velia! Aku tidak mau dia berhubungan dengan lelaki playboy seperti dirimu ini!!" Kataku dengan nada tinggi, tapi Robert malah tersenyum seringai ke arahku.


"Lantas jika aku menginginkanmu kenapa? Jika kau tidak bisa menjadi milikku dengan cara halus, jangan salahkan aku jika kau ku jadikan wanita pemuas n*fsuku!!" Ucapnya dengan nada mengancam, membuat aku membelalakkan mataku karena terkejut. Aku tidak habis pikir dengan apa yang ada di pikiran Robert saat ini, dia sungguh pria gila yang aku temui.


Belum sempat aku mengumpatinya dia sudah lebih dulu mencium leherku. Aku yang tak bisa berontak karena pergerakan ku di kunci olehnya hanya bisa pasrah. Aku berteriak sebisaku, karena memang aku begitu tak menyukai ada pria yang berani menyentuh tubuhku. Aku bahkan merasa jijik dengan tubuhku saat ini.


"Tolong!! Lepaskan aku!! Pria brengsek!!" Umpat ku pada Robert.


"Kedua gundukan ini sangatlah besar, aku tak sabar untuk bisa mencicipinya!" Ucap Robert kemudian dengan menatap buas kedua buah d*d*ku yang masih tertutup oleh baju yang aku kenakan.


"Pria brengsek!! Lepaskan aku!!!" Bentak ku padanya karena dia sudah melecehkan diriku.


Robert seakan tidak mendengar apa yang aku ucapkan, Bahkan dia sudah seperti orang tuli yang tidak mendengar apa-apa. tanpa berpikir panjang dirinya langsung hendak menyerang kedua buah d*da milikku. Aku yang menyadari itu langsung menutup mataku karena aku tak mampu melihat diriku dilecehkan ,Apalagi aku sendiri tak bisa memberontak karena pergerakanku dikunci olehnya. Tanpa sadar air mataku telah terjatuh, Aku hanya bisa pasrah sekarang dan memohon kepada Tuhan semoga ada orang yang bisa menolongku.


Akan tetapi saat aku menutup mataku ,ternyata sebelum Robert menyerang kedua buah d*da milikku. Ada seseorang yang langsung menyerang dia dengan beberapa pukulan. Aku langsung membuka mataku dan melihat apa yang terjadi. Ya, aku melihat Leonard langsung membabi buta memukuli Robert tanpa ampun. Robert yang tak terima pun melawan dan langsung berbalik memukul Leonard. Terjadi sebuah pertikaian di sana. Aku yang awalnya menangis langsung menghapus air mataku dan meminta tolong pada seseorang untuk melerai mereka yang sedang berkelahi.

__ADS_1


Hingga perkelahian pun berhasil di lerai oleh 2 mahasiswa yang berlari ke arah kami bertiga. Aku melihat wajah Robert yang sudah babak belur ,namun berbeda dengan Leonard yang hanya mendapat luka lebam di ujung bibirnya. Mereka langsung di bawa ke ruang perawatan dengan berbeda tempat, karena takutnya mereka akan mulai berkelahi lagi.


"Apa kau baik-baik saja?!" Tanya Leonard padaku setelah sampai di ruang perawatan. Kebetulan petugas yabg biasa mendapat giliran piket untuk berjaga di sana sedang libur, jadi aku yang akan mengobati luka Leonard.


"Aku baik-baik saja, terima kasih karena sudah menolongku!" Ucapku sambil mulai mengobati luka lebam pada ujung bibir Leonard.


"Aw!!" Leonard sedikit meringis ketika aku obati, terlihat dia menahan rasa sakit saat aku obati.


"Apakah rasanya sangat sakit?!" Kataku yang tak tega melihatnya seperti ini.


Leonard menggeleng, "Hanya sedikit!" Jawabnya singkat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di ruang perawatan lainnya, Robert di temani beberapa temannya bahkan Velia yang mendengar kalau Robert ada di ruang perawatan karena terlibat perkelahian langsung berlari ke sana untuk menghampiri kekasihnya itu.


Ya, ternyata hanya dalam waktu 1 hari saja ,Robert langsung mengajak Velia pacaran. Itu karena Robert yang sudah mengikuti taruhan yang di berikan oleh teman-temannya, dan hanya tinggal mendapatkan Alana saja dalam misinya. Velia bahkan tak menaruh rasa curiga apapun pada Robert. Dia bahkan malah senang karena bisa menjadi kekasih Robert saat ini. Begitu mendengar Robert mengalami perkelahian dia langsung mencarinya, tanpa tahu dengan siapa Robert berkelahi.


Robert sendiri sebenarnya tidak menyukai penolakan dia sangat tidak terima karena Alana menolaknya waktu itu. Dirinya bahkan sedikit tertarik oleh Alana sebelum terjadi waktu itu. Namun karena mendapat penolakan Robert akhirnya melancarkan aksinya untuk melecehkan Alana. Itu karena rasa kecewanya.

__ADS_1


"Robert!" Ucap Velia yang melihat kekasihnya itu dengan wajah babak belur dan sedang di obati oleh temannya. Velia langsung mendekat ke arah Robert, bahkan Robert yang menatap kedatangannya pun hanya meliriknya sekilas, bersikap acuh pada Velia. Dia begitu malas melihat gadis manja dan cerewet itu menemuinya. Kalau bukan karena taruhan dari temannya, dia tidak akan menjadikan Velia kekasihnya.


__ADS_2