Menikah Dengan Tunangan Sahabatku

Menikah Dengan Tunangan Sahabatku
Sebuah kebohongan?


__ADS_3

"Maafkan aku Robert!" Ucap Velia dengan nada menyesal karena tak bisa ikut mobil Robert.


"It's oke, kamu tenang aja! Mungkin lain waktu masih bisa!" Kata Robert dengan wajah di buat-buat supaya Velia menjadi iba padanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Karena memang malam hari itu semakin larut dan mengharuskan Velia pulang karena dia membawa Alana bersama dengannya. Robert dan para teman-temannya juga sudah lebih dulu pulang.


Leonard juga sudah masuk ke dalam mobilnya sendiri, bersiap untuk pulang ke rumahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di dalam mobil yang di aku dan juga Velia tumpangi, lebih tepatnya itu mobil milik Velia. Sebenarnya bisa saja aku meminta Leonard untuk mengantarkan aku pulang, tapi karena aku ingat harus menyelidiki kebenaran mengenai siapa itu Leonard jadi aku terus saja berpikir dan mengingatkan Velia mengenai hal itu. Aku memberi tahu Velia menggunakan benda pipih milikku yang tadi aku letakkan di dalam tas. Tentunya Leonard tak mengetahui rencana penyelidikan ku dengan Velia ini.


Hingga akhirnya Velia yang harus kecewa karena tak bisa berduaan bersama Robert dan memilih untuk bersama denganku.


Di dalam mobil, kita berdua diam-diam mengikuti Robert, sambil terus berbincang membahas tadi yang terjadi di antara Robert dan Velia. Bahkan Velia sangat antusias sekali untuk menceritakannya.


Sampai akhirnya kita melihat mobil Leonard memasuki kawasan perumahan elit yang ada di kota itu. Aku sempat heran akan hal itu. Tapi ternyata benar kalau Leonard sempat menghentikan mobilnya di depan sebuah mansion besar yang ada di sana.


"Ini rumah Leonard?" Tanyaku pada Velia yang masih tak percaya.

__ADS_1


"Kayaknya sih gitu, tapi kenapa dia nggak ngomong ke kita kalau dia tinggal di sini? Kenapa harus di rahasiakan?!" Tanya Velia di akhir ucapannya.


"Terus kita harus ngapain?!" Tanyaku dengan polos, sebenarnya sih bukan polos. Akan tetapi memang sebenarnya itu hak dari Leonard kalau mau memberi tahu mengenai tempat tinggalnya atau tidak. Tapi bukankah sebagai seorang sahabat itu harus saling terbuka? Bahkan tempat tinggal pun seakan di rahasiakan oleh dia, yang malah membuatku seakan tak di hargai sebagai sahabat. Begitu juga dengan Velia, dirinya juga merasa seperti tidak di anggap oleh Leonard sebagai sahabatnya.


"Wah, ini sih nggak bisa di biarin Al! Kita harus turun dan tanyain langsung ke dia!" Kata Velia yang membuatku langsung menoleh ke arahnya.


"Tapi Vel-" Kataku terpotong, Velia bahkan sudah lebih dulu turun dari mobilnya. Aku sebenarnya mewajari kalau Leonard mau menutupi di mana tempat tinggalnya , aku berusaha berpikir positif dengan berpikir kalau Leonard memang menjaga privasi.


Tanpa pikir panjang lagi aku segera turun dari mobil mengikuti langkah Velia yang hendak menuju ke tempat di mana Leonard berada. Leonard sendiri saat itu juga tengah turun dari mobil untuk membuka gerbang karena yang aku lihat tidak ada satpam di sana.


Aku lihat Velia berjalan dengan tergesa sampai akhirnya ketika aku dan Velia telah sampai di dekat mobil Leonard. Velia langsung berteriak memanggil Leonard.


"Hey! Leonard!!" Teriak Velia yang langsung membuat Leonard terdiam menghentikan langkahnya yang hendak membuka pintu gerbang.


Hal itu langsung membuatku percaya kalau memang benar mansion yang ada di depan kita itu adalah milik Leonard.


Leonard perlahan berbalik dan menatap ke arahku dan juga Velia secara bergantian. Aku melihat dia seperti gugup saat menatap kita berdua. Kenapa harus gugup dia bahkan tidak memiliki kesalahan apapun menurutku, tapi mungkin dia berpikir kalau dia itu memang sudah menutupi semua ini dari aku dan juga Velia.


"Velia? Alana?" Ucapnya setelah berbalik melihat aku dan juga Velia yang ada di sana.


"Hey, kenapa denganmu? Apa ini mansion milikmu? Kenapa tidak pernah mengatakan pada kita kalau kau tinggal di sini?!" Velia langsung mencecar berbagai pertanyaan pada Leonard dengan berkacak pinggang tentunya.

__ADS_1


Leonard ku lihat tengah menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Mungkin dia takut dan tak mau mengakuinya.


"Katakan!" Ucapku dengan nada dingin pada Leonard. Itu aku lakukan karena jujur aku kecewa memiliki seorang sahabat yang tak bisa jujur dari awal. Velia dan Leonard menatapku dengan serius, Leonard tak berkutik setelah aku mengucapkan itu.


"Alana, Velia! Ya, ini mansion aku!" Katanya dengan nada canggung. Aku rasa dia merasa bersalah karena sudah menyembunyikan indentitasnya.


Aku berjalan mendekat ke arah Leonard diikuti oleh Velia yang mengekor di belakangku. Aku menatap Leonard dengan tatapan datar ku.


"Lalu kenapa kamu tidak pernah memberitahu tempat tinggal mu? Kenapa kau merahasiakannya? Apa kamu takut kalau aku dan Velia tahu tempat tinggal mu yang mewah ini , kamu akan meminta hartamu?!" Ucapku, tapi setelahnya aku menunduk karena sedikit merasa bersalah akan apa yang sudah aku ucapkan pada Leonard. Aku rasa itu terlalu menusuk.


"Alana, Velia! Maafkan aku! Aku tidak bermaksud seperti itu! Tolong jangan salah paham!" Kata Leonard mencoba menjelaskan.


"Jelaskan semuanya!!" Kata Velia, aku rasa Velia tahu apa yang ada di pikiranku, dia langsung meminta Leonard menjelaskan.


"Baiklah aku akan jelaskan, tapi kita masuk dulu!" Ajak Leonard pada kita berdua. Tapi aku dengan cepat menolaknya.


"Itu tidak perlu!" Kataku namun tak menatap ke arah Leonard. Aku sendiri merasa bersalah dengan ucapan ku sendiri tadi.


"Iya, maafkan aku! Sebenarnya awal pertama pertemuan kita itu aku berpikir, semua orang pasti akan mendekatiku kalau tahu aku anak orang berada! Maka dari itu setelah bertemu kalian, aku memutuskan untuk menutupi semuanya! Aku nyaman bersahabat dengan kalian! Tapi aku sendiri mulai berpikir kalau aku salah membohongi kalian mengenai statusku di sekolah!" Kata Leonard menjelaskan panjang lebar.


"Jangan bilang kau juga anak dari pemilik kampus!" Ucapku yang langsung membuat kedua sahabatku itu tersentak. Velia terdiam mendengarnya. Sedangkan Leonard? Aku tidak tahu dia merespon dengan wajah yang bagaimana, karena aku menundukkan kepalaku.

__ADS_1


Leonard lalu berkata, "Maafkan aku! Maaf karena telah membohongi kalian!" Kata Leonard dengan lirih karena dia merasa sangat menyesal.


Tanpa menjawabnya aku langsung pergi menuju mobil Velia dan masuk ke dalamnya. Jujur saja aku benar-benar terkejut karena mengetahui itu, aku sudah memikirkan ini dari jauh hari ketika Leonard pernah di panggil oleh seorang guru untuk menemui kepala sekolah. Aku sudah menaruh curiga di sana. Tapi sekarang aku sudah tahu mengenai kenyataannya kalau Leonard adalah anak pemilik kampus itu. Aku merasa kecewa dengan Leonard, entah kenapa rasanya ingin sekali marah padanya saat tahu akan hal itu. Tapi mulutku terasa kelu dan tak bisa berucap, maka dari itu aku memilih untuk tidak lagi berada di sana dan menuju ke mobil Velia.


__ADS_2