Menikah Dengan Tunangan Sahabatku

Menikah Dengan Tunangan Sahabatku
Larangan rumah Robert


__ADS_3

"Ya, mungkin kau benar! Tapi aku sangat yakin kalau Robert itu tidak benar-benar mencintai Velia! Dia hanya mempermainkan hati Velia saja, aku sangat yakin itu!" Kataku dengan penuh keyakinan.


Leonard langsung menatapku dengan tatapan mengintimidasi, "Kenapa kau bisa yakin seperti itu?! Apa kau memiliki hubungan dengan Robert juga?!" Tanya Leonard yang membuatku terdiam.


Namun aku memutuskan untuk mengatakan semuanya pada Robert, tentunya tentang apa saja yang telah Robert katakan padaku sebelumnya.


"Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Robert!" Kataku memulai ucapan, "Tapi aku beberapa kali bertemu dengannya!" Lanjut ku.


Leonard menatapku dengan tatapan penasarannya, "Tolong ceritakan semuanya! Aku ingin tahu tentang Robert itu!!" Pintanya dengan memaksaku untuk menceritakan semuanya.


Aku menghela nafasku untuk memulai mengatakan semuanya pada Leonard tentang diriku yang beberapa kali bertemu dengan Robert.


Aku mulai menceritakan dari saat aku bertemu Robert di taman dan melihatnya bersama dengan seorang wanita. Bahkan hampir setiap pertemuanku dengan Robert, aku selalu melihatnya bersama seorang wanita, dan itu selalu berbeda.


Leonard yang mendengarkan ceritaku langsung membelalakkan matanya terkejut, dia tidak percaya ada seorang pria yang brengsek seperti itu. Aku melihat Leonard mengepalkan tangannya, dia tidak terima kalau Velia jatuh pada tangan pria yang salah.


"Dia memang pria yang bejat!!!" Ucap Leonard sambil mengepalkan tangannya. Aku mencoba menenangkan emosinya. Leonard benar-benar marah kali ini.


"Tenanglah, lebih baik kita pikirkan cara untuk menunjukkan pada Velia kalau Robert itu bukanlah pria yang baik untuknya!" Kataku memberi tahu Leonard.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain, Velia kembali ke tempat di mana Robert dan teman-temannya berada. Akan tetapi di sana tidak ada siapapun, Robert sudah pergi dari sana. Velia langsung mencari Robert ke segala penjuru kampus, namun hasilnya nihil.


Saat Velia sibuk untuk mencari Robert, tak sengaja tatapan matanya menatap ke arah Alana dan Leonard yang tengah berada di halaman kampus.

__ADS_1


"Cih, bahkan mereka tak mencari ku, dan malah berada di sana tanpa rasa bersalah sama sekali!" Gumam Velia dari kejauhan yang tak dapat di dengar oleh siapapun.


Saat Velia hendak berbalik arah, Leonard dan Alana menyadari akan adanya dirinya.


"Velia?!" Lirih Leonard yang di dengar oleh Alana, sontak saja Alana langsung melihat ke arah yang di lihat oleh Leonard.


"Velia! Kemari lah!" Panggil Alana, namun Velia hanya menghentikan langkahnya saja tanpa berbalik menoleh. Sejenak Velia lalu pergi begitu saja dengan perasaan masamnya.


Alana hendak beranjak untuk mengejar Velia, namun langkahnya berhasil di gagalkan oleh Leonard.


"Kenapa sih? Lepasin dulu, aku akan membujuk Velia, jangan halangi aku!" Ucap Alana melepaskan tangannya yang di pegang oleh Leonard tadi.


Leonard awalnya enggan melepaskan, karena dia tahu nantinya Velia tidak akan memaafkan mereka berdua nantinya.


"Baiklah, beri tahu aku kalau Velia sudah berubah pikiran!" Lirih Leonard dengan suara pasrah, dan langsung di jawab anggukan oleh Alana. Setelah genggaman tangan Leonard terlepas, Alana dengan cepat berlari menuju ke arah Velia. Namun Velia entah berada di mana, dia menghilang di antara lorong-lorong kampus, membuat Alana harus mencarinya entah kemana.


Alana langsung mencari di mana keberadaan Velia saat itu, hingga suatu yang tidak terduga pun di dengar oleh Alana. Benar saja, ketika Alana melewati sebuah lorong yang mengarah pada perpustakaan dirinya tak sengaja bertemu dengan teman-teman Robert. Alana dengan cepat langsung bersembunyi di balik tembok, namun masih dengan jelas dirinya mendengar percakapan diantara teman-teman Robert itu.


Alana tak pernah menyangka akan mendengarkan semua ini. Apa yang di katakan oleh teman-teman Robert itu membuat Alana tercengang. Akan tetapi dirinya harus bisa menetralkan rasa keterkejutannya, kalau tidak dirinya pasti akan ketahuan menguping.


Alana mendengar kalau para teman-teman Robert itu membahas tentang taruhan yang sudah di rencanakan. Dengan Robert yang tak berhasil mendapatkan Velia dan juga Alana secara bersamaan membuatnya gagal dalam taruhan itu. Alana yang terkejut pun menutup mulutnya, dia sungguh tidak menyangka akan menjadi bahan taruhan seperti ini. Untung saja dirinya tidak terjerumus dan termakan rayuan Robert. Akan tetapi berbeda dengan Velia yang malah sudah masuk ke dalam perangkap buaya itu. Apalagi Velia juga begitu mencintai Robert, yang membuatnya malah sering salah sangka terhadap kedua sahabatnya saat ini. Velia seakan telah di butakan oleh rasa cintanya kepada Robert.


Padahal kenyataannya dirinya hanya di permainkan oleh Robert saja, hal itu yang membuat Alana tidak terima dan merasa sakit hati, setelah mendengar kalau sahabatnya itu hanya menjadi bahan taruhan dan tak benar-benar di cintai oleh Robert.


"Eh kalian di sini? Di mana Robert?!" Tanya Velia yang tiba-tiba datang di antara kerumunan para teman Robert.

__ADS_1


Dirinya sungguh tidak memiliki rasa takut akan bertemu dengan teman-teman Robert yang notabenenya memang buaya darat. Velia sendiri tahu akan hal itu.


"Untuk apa kau cari Robert?! Lebih baik sama aku saja!" Kata salah seorang teman Robert.


"Diam lah! Dia milik Robert!! Robert akan marah nanti kalau sampai kekasihnya ini lecet sedikit saja!" Ucap teman yang satunya.


Velia yang ada di sana sedikit takut, namun berusaha untuk memberanikan dirinya untuk menghadapi para teman Robert, "Katakan di mana Robert? Dia belum di obati!" Ucap Velia dengan berani.


"Dia sudah pulang! Tapi lebih baik kau tidak perlu datang ke rumahnya!" Jawab teman Robert yang membuat Velia menyipitkan kedua matanya.


"Memangnya kenapa?? Bukankah itu akan lebih baik jika aku datang ke rumahnya?!" Tanya Velia dengan polosnya yang membuat teman-teman Robert saling pandang.


Salah satu teman Robert langsung mendapatkan sebuah pesan misterius, dan langsung menjawabnya dengan beberapa kata ketikan di ponselnya.


"Kau tahu? Robert paling tidak suka kalau ada seorang wanita yang datang ke rumahnya, termasuk kamu! Kekasihnya!" Jawab teman Robert.


Degg,,,,


Velia sempat terkejut namun segera dia tepis rasa keterkejutan yang tiba-tiba menghampirinya tadi, "Memangnya kenapa?!" Tanya Velia.


"Kita nggak tahu, tapi kalau kamu maksa buat ketemu sama dia, lebih baik temui saja dia di bar nanti malam! Alamatnya di jalan Kxxxxx, Robert biasanya ada di sana setiap malamnya!!" Kata teman Robert yang tadi sempat menerima sebuah pesan misterius pada ponselnya.


Velia sempat berpikir sejenak sebelum dia menjawab, "Baiklah, aku akan datang menemuinya nanti malam di tempat yang sudah kalian katakan tadi! Semoga Robert baik-baik saja!" Lirih Velia di akhir ucapannya.


Setelah mengatakan itu Velia langsung pergi ari kerumunan para teman-teman Robert itu. Sedangkan Alana masih berada di posisinya, begitu juga dengan teman-teman Robert yang masih ada di sana, menatap kepergian Velia sembari mengolok-olok kepolosan Velia yang tak mengetahui apapun mengenai seorang Robert.

__ADS_1


__ADS_2