
"Maafkan aku karena tidak menyadari perasaan kamu Leonard! Aku terlalu terobsesi dengan Robert sehingga aku tid-" Velia tidak melanjutkan ucapannya karena jari Leonard sudah terulur untuk membuat Velia diam tanpa melanjutkan lagi ucapannya.
"Tidak perlu kau ucapkan, aku sudah tahu! Dan aku ikhlas menunggu kamu selama ini!!" Kata Leonard dengan senyuman manisnya ke arah Velia.
Velia yang melihat itu merasa bahagia dengan apa yang di katakan oleh Leonard tadi. Dia membalas senyuman manis Leonard lalu setelahnya mereka berpelukan untuk menenangkan jantung mereka yang sedari tadi tak menentu.
2 hari kemudian, Velia sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit. Tentunya Leonard yang menjemputnya, bahkan Velia meminta kalau dirinya ingin menemui Alana terlebih dahulu sebelum pulang ke rumahnya.
Di perjalanan menuju ke rumah Alana. Leonard bertanya pada Velia, " Apa kamu yakin ingin ke rumah Alana dulu? Kamu nggak mau pulang dulu aja?!" Tanya Leonard memastikan niat Velia yang memintanya mengantarkan Velia ke rumah Alana.
Velia menatap Leonard yang masih fokus menyetir mobilnya, "Aku yakin, rasanya seperti ada yang mengganjal di hati aku. Apalagi Alana adalah satu-satunya sahabat wanita terbaik yang aku punya, aku nggak mau kalau dia terlalu lama merasakan kecewa ke aku!" Kata Velia menjelaskan panjang lebar apa yang dia rasakan.
Leonard menghembuskan nafasnya setelah mendengar apa yang di katakan oleh Velia. Tidak bisa di pungkiri kalau dirinya sebenarnya juga merasa bersalah pada Alana mengenai dirinya yang telah membohongi kedua sahabatnya itu.
Sesampainya di rumah Alana, mereka berdua langsung turun dari mobil dan dengan perasaan cemas juga takut akan Alana yang tak bisa memaafkan mereka berdua nantinya.
Tok tok tok
Suara pintu rumah di ketuk dari luar oleh Leonard, "Permisi?" Ucap Leonard sembari mengetuk pintu rumah Alana.
Ceklek
Tak berapa lama pintu di buka, namun bukan Alana yang membukanya. Itu adalah Mama dari Alana yang membuka pintu, tentu saja karena biasanya jam siang seperti ini papa Alana masih berkerja sedangkan hari ini jadwal Alana di kampus pagi hari. Tentunya Velia dan Leonard tidak bisa masuk kelas kuliah pagi ini karena Velia yang baru saja pulang dari rumah sakit.
"Eh ada nak Velia" sapa mama Alana dengan ramah kepada mereka berdua yang tersenyum menanggapi mama Velia yang tengah menyapa.
"Apa Alana ada tante?!" Tanya Velia dengan sopan.
__ADS_1
"Oh Alana? Tadi dia pamit mau ke supermarket di depan saja! Kalian berdua tunggu di dalam saja ya! ayo nak silahkan masuk!" Mama Alana menyuruh mereka berdua untuk masuk ke dalam menunggu Alana kembali dari supermarket.
Velia dan Leonard yang di terima baik oleh mama Alana langsung saja masuk ke dalam rumah. Mereka menunggu di ruang tamu, sedangkan mama Alana pergi ke dapur untuk membuatkan minuman untuk mereka berdua.
"Kalian tunggu di sini sebentar ya, tante mau ke dapur dulu bikin minum buat kalian!" Ucap Mama Alana dengan tersenyum ramah ke arah mereka.
"Eh tan nggak usah repot-repot, kita ke sini mau ketemu Alana aja kok!" Kata Velia yang tidak enak hati. Karena memang keluarga Alana yang terbilang sederhana tidak memiliki seorang pembantu. Namun meskipun begitu kehidupan Alana tidak pernah kekurangan, mereka merasa tercukupi dengan apa yang mereka punya sekarang ini.
"Udah nggak repot kok, kalian tunggu di sini bentar ya! Bentar lagi Alana pasti bakalan pulang kok!" Kata Mama Alana lalu setelahnya pergi menuju dapur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi Alana, dia yang sedang membeli perlengkapan bulanan pulang ke rumah. Namun dia mengernyitkan alisnya saat melihat sebuah mobil terparkir di depan rumahnya. Tidak salah lagi, Alana tahu itu mobil siapa. Itu adalah mobil Leonard!
"Ngapain Leonard datang ke sini??" Batin Alana sambil berjalan pelan melewati mobil Leonard yang terparkir tepat di depan rumah Alana.
"Mama, Alana pulang!" Ucap Alana begitu dia masuk dengan membawa belanjaannya.
Leonard dan juga Velia yang melihat kedatangan Alana langsung menoleh ke asal suara, "Alana?!" Kata Velia yang langsung berdiri saat melihat Alana masuk ke dalam rumah.
Alana terdiam, melihat sahabatnya itu juga ada di sana. Jujur di hatinya yang paling dalam, dirinya merasa senang karena melihat Velia sudah lebih baik dan keluar dari rumah sakit.
"Hay!" Sapa Alana masih berusaha tersenyum melihat mereka.
"Alana bisa kita bicara berdua??" Tanya Velia sambil berjalan mendekat ke arah Alana berdiri.
"Ah, maaf aku harus ketemu dulu sama mama dulu di belakang!" Kata Alana lalu berjalan masuk ke dalam rumah menuju dapur, sebenarnya dia hanya ingin menghindari Velia dan Leonard.
__ADS_1
Leonard berdiri dari duduknya dan menuju ke arah Velia berdiri, "Duduklah dulu, aku yakin Alana pasti hanya butuh waktu!" Kata Alana
Velia menatap Leonard sekilas lalu mengangguk dan akhirnya memutuskan untuk duduk menunggu Alana.
Alana sendiri yang sudah sampai di dapur menemui mamanya, "Loh Al, kok kesini itu temennya datang kenapa nggak di temenin?!" Tanya mama Alana pada anaknya yang tampak lesu.
Alana menghela nafasnya, "Aku masih bingung ma, kenapa rasanya Alana itu masih nggak bisa kalau harus ketemu sama mereka dulu! Alana masih kecewa sama mereka!" Entah dorongan dari mana Alana saat itu juga menceritakan semuanya pada mamanya. Dirinya tak lagi menutupi semuanya dari mamanya tentang masalah pribadinya dengan para sahabatnya itu.
Mama Alana tersenyum ke arah putrinya sembari mengusap lembut surai hitam milik Alana, "Nak, itu semua sudah berlalu bukan? Mereka juga sudah minta maaf sama kamu! Lagi pula mereka pasti memiliki alasan tersendiri untuk berbohong!" Ucap mama Alana menasehati anaknya.
"Tapi ma-" ucap Alana terpotong.
"Temui mereka dan maafkan saja mereka, mereka berdua anak yang baik, Al! Jangan hanya karena keegoisan kamu mereka akan menjauhi kamu!" Jelas mama Alana lagi yang membuat Alana menarik nafasnya berat dan menghembuskan nya dengan kasar.
Setelah perbincangan Alana dengan mamanya, akhirnya Alana memutuskan untuk tidak menuruti egonya dan menemui para sahabatnya dengan membawa nampan berisi minuman.
"Silahkan!" Ucap Alana sembari meletakkan dua buah minuman ke meja, tepatnya di depan Velia dan Alana.
Velia yang melihat kedatangan Alana pun merasa senang hingga akhirnya membuka suara.
"Al, aku sama Leonard ke sini dengan tujuan ingin meminta ma-" Kata Velia terpotong.
"Cukup!" Potong Alana langsung pada ucapan Velia tadi, sontak saja langsung membuat Velia terdiam.
....***.....
Untuk para pembaca setia novel ini, author benar-benar minta maaf yang sebesar-besarnya ke kalian. Jujur author memang udah hiatus kurang lebih hampir 1 bulan lamanya. Tapi itu semua sebenarnya bukan keinginan author, karena kesibukan di tambah lagi author sempat harus di rawat karena sakit jadi nggak bisa up untuk novel ini.
__ADS_1
Maaf untuk para pembaca setia yang udah kecewa karena karya ini tidak pernah up lama. Tapi author akan usahakan mulai bulan depan akan UP semampu author🤗 Author sayang kalian semua❤️