
"Kita nggak tahu, tapi kalau kamu maksa buat ketemu sama dia, lebih baik temui saja dia di bar nanti malam! Alamatnya di jalan Kxxxxx, Robert biasanya ada di sana setiap malamnya!!" Kata teman Robert yang tadi sempat menerima sebuah pesan misterius pada ponselnya.
Velia sempat berpikir sejenak sebelum dia menjawab, "Baiklah, aku akan datang menemuinya nanti malam di tempat yang sudah kalian katakan tadi! Semoga Robert baik-baik saja!" Lirih Velia di akhir ucapannya.
Setelah mengatakan itu Velia langsung pergi ari kerumunan para teman-teman Robert itu. Sedangkan Alana masih berada di posisinya, begitu juga dengan teman-teman Robert yang masih ada di sana, menatap kepergian Velia sembari mengolok-olok kepolosan Velia yang tak mengetahui apapun mengenai seorang Robert.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aku tak sengaja mendengarkan apa yang di katakan oleh salah satu teman Robert kepada Velia. Ya, aku tak sengaja menguping pembicaraan mereka. Bukan-bukan, aku memang sengaja karena aku sangat penasaran dengan apa yang mereka bicarakan, jadi aku memutuskan untuk menguping pembicaraan mereka.
Tapi kenapa harus pergi ke sebuah bar? Bukankah ini akan berdampak buruk. Aku tahu kalau Velia tidak menyukai tempat seperti itu. Aku tak yakin itu akan aman jika Velia akan ke sana sendirian untuk menemui Robert. Bahkan aku curiga saat teman-teman Robert mengatakan kalau Robert tidak bisa di temui di kediamannya sendiri.
Aku akan memberi tahu Leonard nanti, dan tak akan aku biarkan Velia pergi sendirian ke bar hanya untuk menemui pria brengsek seperti Robert.
Aku kembali ke tempat di mana Leonard berada dan memberi tahu Leonard mengenai hal itu. Leonard yang itu pun merasa terkejut, dia berpikiran yang tidak tidak. Karena bagaimana pun Robert adalah pria yang brengsek, bahkan di tempat umum seperti kampus pun dia sudah berani ingin melecehkan Alana. Apalagi di tempat seperti bar yang notabene ya sering digunakan untuk para remaja yang tidak memiliki etika. Mereka sering melakukan perbuatan yang tidak terpuji dan di sana pergaulan dalam s*x bebas sangat di perbolehkan.
"Nanti malam aku akan ikuti Velia! Aku nggak mau kalau sampai dia nanti kenapa-kenapa!" Kata Leonard dengan mengepalkan kedua tangannya setelah mendengarkan ucapan ku tadi. Bahkan seketika raut wajahnya berubah menjadi merah padam karena amarahnya tadi. Aku berusaha menangkan dirinya supaya emosinya tidak meledak, karena kami masih berada di area kampus.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Pov Velia
Aku memutuskan untuk pulang ke rumah. Aku kesal dengan Alana dan juga Leonard bagaimana bisa mereka melakukan itu pada Robert?
Tapi yang aku bingung kan sekarang ini, kenapa Robert tidak memperbolehkan aku untuk datang ke rumahnya? Apakah ada sebuah rahasia yang dia sembunyikan?
Bahkan sampai sekarang aku masih terngiang-ngiang dengan ucapan dari para sahabat Robert tadi, aku di suruh untuk datang ke sebuah bar. Padahal aku sama sekali tidak menyukai bau alkohol yang menyengat, bahkan membayangkannya saja aku ingin mual. Tapi karena ini demi Robert aku akan melakukannya. Aku akan tetap lakukan demi mempertahankan hubunganku dengan Robert. Aku bahkan akan meminta maaf padanya akan kesalahan yang sudah di perbuat oleh kedua sahabatku itu.
"Aku akan meminta maaf padanya nanti! Semoga saja Robert tidak marah padaku!" Kataku sambil menatap keluar jendela.
Aku sengaja pulang lebih awal karena memang Robert juga sudah tak ada di kampus, dan aku juga sedang malas dengan kedua sahabatku itu. Karena mereka sudah berani memukuli kekasihku. Makanya aku lebih baik pulang ke rumahku untuk menanti malam tiba.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pukul 19.00, aku dan Leonard sudah merencanakan untuk mengikuti Velia secara diam-diam, karena jujur memang kami tidak tega kalau melihat Velia nantinya masuk ke dalam bar seorang diri. Aku dan Leonard sungguh takut kalau sampai terjadi sesuatu pada Velia nantinya, apalagi Leonard yang notabenenya memiliki perasaan terhadap Velia yang membuatnya merasa cemas akan hal ini. Namun Leonard mengatakan padaku kalau memang kebahagiaan Velia tidak bersama dengannya, dia akan ikhlas dengan hal itu. Namun meski tak bersama dengan Leonard, Velia akan tetap di jaga oleh Leonard meskipun hanya dalam diam.
"Apa Velia tidak jadi keluar?" Tanyaku pada Leonard karena tak melihat mobil Velia keluar dari kediamannya.
Leonard menghela nafasnya, "Kau tahu? Dia pasti berangkat lebih malam lagi , karena biasanya orang-orang yang berada di bar sering berangkat saat menjelang malam!" Kata Leonard menjelaskan padaku. Seketika aku langsung mengernyitkan dahi ku bingung sekaligus penasaran.
__ADS_1
"Kok kamu sampai tahu detailnya begitu sih? Kamu sering datang ke bar?!" Tanyaku dengan polosnya, ya sebenarnya bukan polos. Aku hanya memastikan saja apakah benar kalau Leonard itu pernah pergi ke bar seperti yang akan merek datangi ini nanti.
Leonard dengan cepat menyangkalnya, "Hey, aku memang bukan pria yang sempurna untuk Velia, tapi masalah minum-minum kayak gitu, aku paling nggak bisa!" Jawab Leonard mencoba meyakinkan aku dengan ucapannya.
Aku menghela nafasku lega, aku percaya pada ucapan Leonard itu, "Iya baiklah, aku percaya padamu!" Kataku lalu setelahnya menatap ke depan untuk memantau Velia yang saat itu belum keluar juga dari rumahnya.
Beberapa saat kemudian, aku dan Leonard yang sudah menunggu pun melihat mobil Velia yang perlahan melaju keluar dari gerbang rumahnya. Aku segera menyuruh Leonard untuk mengikutinya dengan diam-diam, supaya Velia tidak tahu dan kita berdua juga tidak ketahuan kalau mengikuti Velia.
Selang beberapa menit saja aku melihat Velia sudah memarkirkan mobilnya di depan sebuah bar. Leonard lah yang akan turun untuk memantau, sedangkan aku tidak di perbolehkan turun olehnya. Leonard menyuruhku untuk tetap berada di dalam mobil. Aku hanya mengangguk pasrah dan menunggu Leonard di dalam mobil. Tidak ada yang tahu akan berbahaya bila wanita yang tak terbiasa berada di sana akan masuk ke dalam sebuah lubang yang penuh dengan buaya dan pria hidung belang. Leonard yang memberi tahu aku mengenai bahaya itu, makanya dia takut kalau sampai nanti terjadi sesuatu pada Velia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain Leonard diam-diam turun dari mobil dan mengikuti Velia yang masuk ke tempat itu. Leonard memakai marker supaya Velia yang menyadari akan adanya Leonard di sana.
"Apa anda nona Velia?" Tanya seorang pelayan pada Velia saat masuk ke dalam bar itu. Suara alunan musik yang membuat siapa saja akan merasa pusing bila tak terbiasa berada di tempat seperti itu.
"Iya benar!" Jawab Velia.
"Anda sudah di tunggu tuan Robert di sana!" Ucap pelayan dengan berpakaian seksi itu menunjuk ke sebuah kursi sofa besar yang ada seorang pria dan wanita duduk di sana.
__ADS_1
Mata Velia melihat ke arah yang di tunjuk oleh pelayan itu, "Oh baiklah terima kasih!" Jawabnya lalu Velia langsung mendekat ke sana untuk menemui Robert. Leonard juga mengikutinya diam-diam.