Menikah Dengan Tunangan Sahabatku

Menikah Dengan Tunangan Sahabatku
Merasa kecewa


__ADS_3

"Itu tidak perlu Vel, itu hanya akan membuatmu terlihat merendah di depannya!" Kataku memberi tahu Velia. Namun sepertinya Velia tak mengidahkan nya. Dia malah berdiri dari duduknya, seakan tak menganggap aku dan Leonard ada di sana dan seperti telah terpikat pada pesona Robert. Dirinya langsung bangkit begitu saja dengan membawa benda pipih miliknya di tangan kirinya.


"Vel, mau ke mana?" Tanyaku yang sudah tak di hiraukan lagi oleh Velia. Dia malah langsung pergi begitu saja. Aku sendiri tidak mungkin harus memanggilnya lagi, yang ada nanti seluruh pelanggan cafe akan menatapku dengan tatapan aneh mereka, ketika melihatku berteriak memanggil Velia. Jadi aku memilih diam dan mengurungkan niatku, aku hanya akan memantau Velia dari jauh bersama dengan Leonard yang masih fokus pada makanannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi Velia, dirinya tengah mencoba mendekat ke arah Robert yang saat ini tengah duduk di salah satu kursi cafe bersama dengan teman satu gengnya. Semua mata sempat mengarah padanya pada saat dirinya memasuki cafe itu. Itu wajar karena memang Robert pria terpopuler di kampus, dan rata-rata yang mengunjungi cafe itu juga berasal dari kampus yang sama. Mengingat jaraknya dengan kampus juga sangat dekat.


Velia sengaja berjalan melewati tempat duduk Robert dengan tujuan dirinya akan pura-pura tak melihat Robert yang ternyata juga ada di sana.


"Eh, kak Robert? Kakak di sini juga?!" Sapa Velia dengan basa-basi.


Robert sedikit mengernyitkan dahinya, dia paham kalau wanita yang menyapanya ini pasti menyukai dirinya. Karena di tambah dia harus bisa mendapatkan 2 wanita sekaligus dari tantangan para teman satu gengnya itu.


"Kamu yang kemarin itu ya?!" Tanya Robert yang seolah akrab dengan Velia, dirinya akan mencoba mendekati Velia.


Sedangkan Velia sendiri hatinya berbunga-bunga karena ternyata Robert masih mengingatnya saat kejadian kemarin bertemu Robert di kampus.


"Iya kak, aku yang kemarin!" Kata Velia dengan senyum termanisnya.

__ADS_1


"Cantik!" Gumam Robert yang dapat di dengar oleh Velia. Bukan tanpa sadar melainkan dia sengaja supaya Velia dengar dengan apa yang dia katakan dan bisa dengan mudah nantinya untuk mengambil hati Velia.


Tak dapat di pungkiri kalau hati Velia benar-benar sangat bahagia mendengar ucapan Robert tadi. Tapi ya dia hanya akan menjadi permainan saja untuk Robert, tidak untuk berhubungan dengan landas kan cinta.


"Duduklah!" Kata Robert yang menyuruh Velia duduk di kursi yang ada di sampingnya.


Velia seperti tak percaya, dirinya malah terbengong karena mendapat tawaran untuk duduk di dekat Robert saat ini. Bahkan dirinya tak tahu lagi harus berkata apa saking senangnya. Karena terbengong tadi, Robert menegurnya.


"Hey, apa kamu tidak mau bergabung denganku? Apa kamu ke sini dengan temanmu yang lainnya?" Tanya Robert yang membuyarkan lamunan Velia.


"Ah eh iya gimana tadi? Oh aku ke sini sama temen aku, tapi aku membiarkannya di sana dengan sahabatku yang lain!" Kata Velia dengan gugup, dia sampai tak bisa berbohong pada Robert karena saking gugupnya.


"Kalau begitu apa kau akan menemui mereka lagi?" Tanya Robert yang seakan wajahnya di buat menyedihkan supaya Velia mau di menemaninya. Karena memang itulah tujuan Robert, supaya dirinya bisa dengan mudah mendekati wanita itu. Karena dia juga tahu kalau Velia menyukainya, itu dapat di lihat dari sorot matanya. Apalagi mengingat Robert yang playboy membuat dirinya dengan mudah mengetahui semua karakter target yang akan dia perdaya lagi.


"Oh iya, memangnya di mana sahabat kamu? Kamu yakin mereka tak akan marah kalau kamu menemani aku di sini?" tanya Robert dengan basa-basi, padahal kenyataannya dia ingin melihat sahabat dari wanita yang duduk di sampingnya itu. Karena dia juga harus bisa meluluhkan hati wanita itu yang tak lain adalah sahabatnya juga.


"Mereka berdua ada di sana kak! Lagi pula mereka berdua tidak akan keberatan kalau aku ke sini menemani kamu duduk kak!! Ucap Velia sambil menunjuk Velia pada sebuah meja yang terdapat 2 orang duduk tak jauh dari mereka berada, pandangan mata Robert langsung mengarah pada tempat yang tadi di tunjuk oleh Velia. Robert mengernyitkan keningnya sebentar lalu merubah ekspresinya supaya tidak membuat Velia curiga akan niatnya.


Robert langsung mengalihkan kedua pandangan matanya ke arah Velia. meja yang sudah melihat target satunya lagi ada di sana, mencoba untuk bersikap dengan tenang di depan Velia.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, aku senang kalau ada gadis cantik yang mau menemani aku nongkrong di sini!" Ucap Robert mencoba melancarkan aksinya untuk dekat dengan Velia. Velia tersipu malu sendiri, pipinya benar-benar merah merona namun dia segera menutupinya dengan rambut yang ia gerai.


Ini semua tidak luput dari pandangan Robert, kalau wanita yang ada di dekatnya saat ini tengah merasakan hati yang berbunga-bunga karena kata-kata yang keluar dari mulutnya.


"Ya, sudah kalau begitu bolehkah kita berkenalan? Aku belum mengetahui nama kamu!" Kata Robert basa basi, tapi memang benar mereka juga belum saling berkenalan. Ya, meskipun mereka pasti sudah tahu siapa itu Robert.


Robert mengulurkan tanda saling berkenalan, sejenak Velia terdiam dia seperti melamun sesaat melihat tangan Robert yang terulur ke arahnya. Kemudian Velia langsung tersadar dan menjabat tangan Robert untuk memperkenalkan diri kepada Robert.


"Nama aku Velia kak!" Kata Velia memperkenalkan dirinya pada Robert.


"Ah, nama yang bagus! Cantik seperti orangnya!" Ucap Robert yang membuat Velia langsung salah tingkah dia di buatnya. Benar adanya kalau Velia itu memang cantik.


"Kau pasti sudah tahu kan siapa aku?! Semua orang pasti juga sudah tahu!" Kata Robert dengan nada sombongnya. Namun Velia tak mempermasalahkan itu, dia memang sudah tahu siapa sebenarnya itu Robert.


Setelah itu mereka berdua memesan makanan, sedangkan para teman-teman Robert sengaja duduk sedikit berjauhan dari mereka, dan membiarkan Robert dengan leluasa melakukan aksinya, untuk mendekati Velia dan mendapatkan hatinya.


Hingga tak terasa kalau malam semakin larut, dan Robert berniat untuk mengantarkan Velia pulang ke rumahnya. Akan tetapi tadi Alana sudah lebih dulu memberi tahunya kalau dirinya harus mengantar Alana pulang, dan menyelidiki kebenaran mengenai Leonard. Alana sudah mengirimi sebuah pesan pada Alana tadi sebelum Robert menawarkan diri untuk mengantarkan Velia pulang kerumahnya. Velia sedikit kecewa karena dia tak bisa menikmati dengan di antar kan Robert pulang ke rumahnya. Bahkan wajah Robert juga di buat sedih supaya Velia itu percaya kalau Robert itu benar-benar ingin mengantarnya pulang.


"Maafkan aku Robert!" Ucap Velia dengan nada menyesal karena tak bisa ikut mobil Robert.

__ADS_1


"It's oke, kamu tenang aja! Mungkin lain waktu masih bisa!" Kata Robert dengan wajah di buat-buat supaya Velia menjadi iba padanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2