
Robert sendiri sebenarnya tidak menyukai penolakan dia sangat tidak terima karena Alana menolaknya waktu itu. Dirinya bahkan sedikit tertarik oleh Alana sebelum terjadi waktu itu. Namun karena mendapat penolakan Robert akhirnya melancarkan aksinya untuk melecehkan Alana. Itu karena rasa kecewanya.
"Robert!" Ucap Velia yang melihat kekasihnya itu dengan wajah babak belur dan sedang di obati oleh temannya. Velia langsung mendekat ke arah Robert, bahkan Robert yang menatap kedatangannya pun hanya meliriknya sekilas, bersikap acuh pada Velia. Dia begitu malas melihat gadis manja dan cerewet itu menemuinya. Kalau bukan karena taruhan dari temannya, dia tidak akan menjadikan Velia kekasihnya.
"Bagaimana ini bisa terjadi?!" Tanya Veliandengan nada cemas, dirinya khawatir dengan kondisi Robert yang tidak baik-baik saja.
"Ini semua karena sahabatmu itu!!" Kata Robert dengan dingin tanpa menoleh ke arah Velia.
Velia yang mendengar itu mengernyitkan kening bingung, dirinya tak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Robert.
"Maksud kamu apa?" Tanya Velia.
"Sahabat priamu itu! Dia memukuli ku tanpa ampun!!" Ucap Robert dengan mengepalkan tangannya.
"Tapi kenapa? Apa yang terjadi sampai dia memukuli kamu? Apa kamu melakukan kesalahan?!" Tanya Velia dengan mencerca berbagai pertanyaan.
Robert langsung menatap Velia dengan tatapan tajamnya, "Kalau kau mencintaiku! Apapun masalahnya seharusnya kamu membelaku! Bukan malah bertanya banyak hal yang membuat kepalaku tambah pusing!!" Kata Robert yang membuat Velia langsung menelan salivanya. Dia mengepalkan tangannya, ingin sekali memarahi Leonard yang sudah memukuli kekasihnya hingga seperti ini.
Tanpa permisi Velia langsung keluar dari tempat Robert, dirinya akan menemui sahabat prianya itu yang sudah berani memukuli kekasihnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesampainya di ruang Leonard, Velia langsung masuk begitu saja.
"Velia?!" Ucap Alana dan Leonard bersamaan karena melihat Velia yang tiba-tiba masuk ke sana.
__ADS_1
Tampak wajah Velia memerah karena amarah yang siap dia luapkan saat itu juga.
"Kenapa kamu memukul Robert? Apa kau mencoba membuat hubunganku dengannya renggang hah?!" Tanpa menanyakan kabar sahabatnya itu, Velia langsung memarahinya. Hal itu sontak membuat Alana dan Leonard bingung dengan tingkah Velia yang seperti itu. Padahal sebelumnya Velia tidak pernah seperti itu.
"Vel, ini nggak seperti yang kamu lihat! Kamu salah faham!" Kata Leonard berusaha menjelaskan tentang apa yang terjadi sebelumnya, di saat Robert ingin melecehkan Alana.
Di sana Alana hanya diam, karena jujur saja dia masih sedikit trauma akan kejadian tadi. Apalagi kalau harus membahasnya, Alana memilih diam meskipun dalam hatinta ingin mengatakan semuanya dan menjelaskan pada Velia.
"Apa yang perlu di jelaskan? Kamu harusnta mendukung hubunganku dengan Robert! Bukannya malah seperti ini! Kalau kalian tidak suka kalian katakan saja padaku!! Tidak perlu kalian memukuli kekasihku!!" Ucap Velia dengan meninggikan suaranya. Memang benar kalau cinta telah berhasil membutakan Velia dari semuanya, bahkan Velia sama sekali tak membiarkan kedua sahabatnya itu menjelaskan. Dia seakan telah menutup mata dan telinganya untuk itu. Yang dia pikirkan hanyalah Robert saja.
"Vel, dia yang salah! Bukan aku! Harusnya kamu it-!" Ujar Leonard terpotong.
"Cukup!! Aku kecewa sama kalian berdua!!" Kata Velia yang sudah tak peduli lagi dengan penjelasan yang akan kedua sahabatnya itu berikan.
"Vel!" Alana hendak mengejar, namun tangan kekar milik Leonard langsung menahannya. Sontak saja Alana langsung menghentikan langkahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aku ingin menjelaskan semuanya pada Velia mengenai apa yang terjadi sebelumnya, tapi lidahku seakan kelu, bayangan akan kejadian tadi masih terus menghantuiku, aku menjadi trauma dan tak bisa menceritakannta. Padahal hatiku berkata untuk memberi tahu Velia. Tapi apalah dayaku yang malah tak bisa berkata apapun ketika tiba-tiba kejadian tadi terngiang di kepalaku.
Leonard bahkan menghalangi langkahku, tangan kekarnya menahanku saat aku ingin mengejar Velia yang tiba-tiba pergi. Ini salah faham oke, kenapa Velia malah membela ornag yang jelas-jelas salah dalam hal ini. Mungkin beginilah jika Velia lebih dulu melihat Robert sebelum menemui aku dan Leonard. Aku yakin Robert telah memperalat Velia supaya membenci kami.
"Kenapa kamu malah menahanku?!" Tanyaku pada Leonard yang masih menahan tanganku.
"Untuk apa? Dan mau apa kamu mengikutinya?" Tanya Leonard padaku.
__ADS_1
"Aku harus menjelaskan semuaya pada Velia, kalau tidak dia akan salah paham dan mengira kalau kita sengaja ingin membuat hancur hubungannya dengan Robert!" Ucapku dengan segala niatan untuk mengatakan kebenaran pada Velia.
Leonard menarik nafas lalu membuangnya perlahan, "Percuma saja! Itu semua hanya akan sia-sia kau tahu? Velia sudah terpengaruh dan otaknya sudah di cuci oleh Robert! Kalau kamu menjelaskan padanya, dia tidak akan percaya!" Kata Leonard dengan wajah menunduk sedih. Aku malah heran melihatnya merasa sedih seperti itu, tidak biasanya Leonard bersedih seperti itu. Apalagi aku sendiri belum sempat memaafkan kesalahannya tempo hari.
"Aku memaafkanmu!" Kataku dengan nada menyesal. Leonard menatapku sekilas dan menunduk kembali.
"Terima kasih karena telah mau memaafkan aku!" Ucapnya dengan tersenyum kecil.
Aku mengernyitkan kening bingung, lalu kemudian aku berpikir dan terkejut, "Leon, jangan bilang kamu?" Ucapku dengan terkejut dan membelalakkan mataku.
Aku berpikir bahwa Leonard memikili rasa pada Velia, maka dari itu dia langsung menundukkan kepalanya sedih. Aku tak menyangka kalau Leonard memiliki rasa pada Velia. Bahkan aku tak habis pikir bisa seperti itu. Tapi ini baru dugaanu oke?
Aku sama sekali belum mendapat jawaban kepastian dari Leonard mengenai perasaannya terhadap Velia.
"Entahlah Al! Rasanya sulit sekali! Velia seakan selalu menghindari aku, dia hanya menganggap aku sahabat saja tidak lebih!" Ucapnya tanpa menatapku, dia hanya fokus menghadap bawah. Aku bisa menebak kalau raut wajahnya pasti sangat masam.
Aku kembali ke tempatku semula, untuk mengobati Leonard lagi, dan memberikan dia sebuah pencerahan mengenai ini. Ya, meskipun aku sendiri belum pernah jatuh cinta, tapi mungkin aku sedikit tahu mengenai perasaan.
"Lihatlah aku!" Pintaku dengan mengarahkan wajah Leonard untuk melihat ke arahku, "Jika kamu benar-benar memiliki perasaan terhadap Velia, maka kamu harus mengejarnya! Aku yakin Velia pasti akan tahu perasaan kamu! Begini, bagaimana dia bisa tahu kalau kamu tidak mengungkapkannya?!" Tanyaku di akhir ucapanku.
Leonard tampak berpikir dan mulai menjawab, "Apa kamu bermaksud untuk merusak kebahagiaannya? Apa kamu tidak lihat kalau dia mencintai Robert? Dia pantas bahagia! Kalau aku mengungkapkan perasaanku sekarang, yang ada Velia pasti malah mikir kalau aku itu ingin merusak hubungannya dengan Robert" Kata Leonard dengan raut wajah sedihnya.
"Ya, mungkin kau benar! Tapi aku sangat yakin kalau Robert itu tidak benar-benar mencintai Velia! Dia hanya mempermainkan hati Velia saja, aku sangat yakin itu!" Kataku dengan penuh keyakinan.
Leonard langsung menatapku dengan tatapan mengintimidasi, "Kenapa kau bisa yakin seperti itu?! Apa kau memiliki hubungan dengan Robert juga?!" Tanya Leonard yang membuatku terdiam.
__ADS_1