Menikah Dengan Tunangan Sahabatku

Menikah Dengan Tunangan Sahabatku
Ada apa dengan Velia?


__ADS_3

"Wlee😋ambil aja nih kalau bisa!!" Kata Leonard masih berjalan mundur dengan memamerkan jepit Velia yang dia pegang di tangannya.


Aku yang melihat tingkah mereka berdua pun hanya bisa geleng-geleng kepala. Mereka sudah seperti kucing dan tikus yang sering sekali bertengkar, dengan Leo yang selalu menjahili Velia seperti itu.


"Ayo sini!" Kata Leo masih mengejek dan terus berjalan ke belakang karena menghadap mereka. Hingga dirinya tak tahu kalau ada seseorang di belakangnya, sehingga,,,,


Brukk,,,


Leo menabrak seseorang yang berjalan ke arahnya. Karena dia tidak melihat ke arah depan dirinya tidak tahu kalau ada orang yang berjalan ke arah terbalik dengan posisi kami.


Ya, aku tahu siapa orang itu. Dia adalah kakak tingkat yang sangat di sukai oleh Velia saat ini. Bahkan aku lihat Velia tak berkedip melihatnya, mulutnya juga menganga melihat sosok pria tampan itu berdiri di dekat Leonard.


Aku melihat Leonard yang tadi hendak tersungkur berhasil menyeimbangkan badannya supaya tidak terjatuh terjerembab ke depan. Leonard langsung berbalik melihat siapa yang di dia tabrak itu. Dia terdiam setelah melihat pria tampan yang di sukai Velia itu ada di dekatnya.


"Kak Robert!" Lirih Velia dengan mata berbinar menatap ke arah Robert. Ya, dia adalah Robert, orang yang sedang Velia incar. Bahkan hanya dengan melihatnya saja aku merasa kalau pria itu memiliki daya tarik yang membuat Velia menyukainya. Padahal menurutku dia tidak lebih dari seorang pria biasa saja.


Pria yang di sukai Velia itu tampak berjalan dengan para gengnya yang berjumlah 4 orang termasuk dengan dirinya.


Velia langsung berlari menghampiri Leo dan mengambil jepit yang ada di tangan Leonard.


"Sini!!" Kata Velia sambil menyambar jepitnya di tangan Leonard. Velia justru membiarkan rambutnya tergerai dan langsung meminta maaf kepada kak Robert mengenai kesalahan temannya itu. Ya, meskipun sebenarnya Velia malas meminta maafkan atas nama Leonard, tapi itu dia lakukan sebenarnya dengan tujuan supaya dia bisa lebih dekat dengan kak Robert.

__ADS_1


Aku masih terdiam di tempatku berdiri tadi sambil tanganku yang memegang tas milikku. Aku masih setia melihat mereka berbincang dari jarak yang tak begitu jauh. Leonard juga tampak terdiam saja, dia tidak mengucapkan sepatah kata pun pada pria itu, bahkan meminta maaf pun tidak.


"Apa dia temanmu?!" Tanya Robert itu pada Velia yang tengah menunduk. Ya, Velia bahkan gugup menatap wajah Robert, entah kenapa ku lihat kekhawatiran di wajah Velia. Padahal sebelumnya Velia belum pernah seperti itu.


"Maaf ya kak!" Kata Velia lagi.


Aku melihat Robert tersenyum tipis ke arah Velia yang sedang menunduk, "Tidak apa-apa gadis kecil! Kau tak perlu meminta maaf atas kesalahan yang tidak pernah kau perbuat!" Katanya dengan lembut, mungkin Velia saat ini sedang berbunga-bunga karena di perlakukan dengan suara lembut seperti itu. Bahkan Velia tak menjawab ucapan dari kak Robert, aku bingung melihat sikap Velia yang mendadak seperti gugup itu.


Karena aku takut terjadi sesuatu pada Velia saat itu, aku langsung menghampirinya dengan langkah tergesa. Aku juga terpaksa mengajak Velia segera pergi dari sana bersama dengan Leonard juga. Tapi sebelum itu aku meminta maaf pada Robert itu.


"Maaf karena temanku telah menganggu jalanmu, kami permisi!" Kataku dengan datar dan langsung menarik tangan Velia dan Leonard lalu kemudian membawa mereka pergi dari sana. Aku lihat tak ada penolakan dari Velia juga saat itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Robert, sepertinya dia mangsa baru untukmu! Apa kau akan melewatkannya?!" Tanya salah satu teman Robert.


Robert mengangkat satu alisnya, " Benar apa katamu! Tapi aku sepertinya lebih tertarik dengan temannya itu!" Kata Robert dengan tersenyum licik ke arah depan tanpa menatap temannya yang ada di belakangnya.


"Aku pertaruhkan mobil baruku kalau kau bisa mendapatkan keduanya secara bersamaan!" Kata salah satu teman Robert memberi saran. Robert tersenyum seringai.


"Itu sangat mudah untuk di lakukan! Tapi mungkin akan sedikit menantang dengan teman gadis kecil itu!" Kata Robert dengan percaya dirinya.

__ADS_1


Ya, Robert memang terkenal menjadi seorang playboy. Dirinya sering gonta ganti pasangan ,dia juga sering bertaruh hanya untuk mendapatkan seorang wanita. Bahkan dirinya sama sekali tidak pernah di tolak oleh para cewek yang menjadi bahan taruhannya. Biasanya dia hanya akan memacarinya dalam waktu seminggu, itu pun hanya untuk menuruti taruhan dari teman-temannya. Dia tidak ingin di remehkan oleh teman-temannya karena tak bisa mendapatkan hati seorang wanita.


Bahkan Robert tak segan-segan memutuskan hubungan di depan umum dan membuat malu wanita itu dengan mengatakan dan memfitnah, kalau yang dia pacari ternyata hanya seorang ******.


Tantu saja Alana dan juga Velia tidak mengetahui berita tentang itu, karena mereka masih mahasiswa baru di sana. Dan itu pun Alana juga tak terlalu peduli mengenai masalah Robert, hanya Velia saja yang mengagumi Robert. Akan tetapi Velia seakan tutup kuping ketika mendengar apa orang lain katakan mengenai keburukan Robert. Menurut Velia Robert adalah seorang raja kampus yang sangat dia kagumi dan ingin dia miliki.


"Aku beri kau waktu satu bulan! Dapatkan hati mereka! Terserah mau salah satu ataupun keduanya! Mobil baru sudah di depan mata kamu!" Kata salah satu teman Robert. Ya, tak hanya tampan, Robert juga seorang pria kaya, begitu juga dengan teman-temannya. Mereka lebih suka menghamburkan uang untuk kesenangan mereka. Sebenarnya bagi Robert taruhan dengan hasil apapun yang dia dapatkan dari teman-temannya itu tidaklah sebanding dengan kekayaan yang dia miliki. Bahkan Robert tidak pernah kekurangan dalam hal materi. Sejujurnya Robert mau melakukan itu ketika dia ingin bermain dengan hati wanita dan mendapatkan kesenangan sendiri dengan itu. Maka dari itu dia sangat menyukai sebuah tantangan untuk mendapatkan hati seorang wanita. Karena baginya itu adalah hal yang sangat mudah untuk di lakukan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku menarik tangan Velia dan Leonard dan membawanya ke kelas, karena sebentar lagi dosen juga akan datang. Beruntung saat kita bertiga sampai, dosen itu belum datang. Bahkan di kelas itu hanya ada 3 orang yang sudah datang, yang lainnya tentunya belum.


"Vel, kenapa kamu malah diam aja? Bukannya katanya kamu suka ya sama cowok itu?" Tanyaku pada Velia yang masih saja menunduk. Entahlah , itu tidak seperti biasanya kalian tahu? Aku baru kali ini melihat Velia hanya diam menunduk seperti itu.


"Jadi pria tadi yang di sukai sama Velia?" Tanya Leonard yang mendengar ucapan ku, sekarang dia juga tahu kalau Velia menyukai kakak tingkat kita yaitu, Robert.


Aku tak menjawab ucapan dari Leonard barusan, aku yakin pasti tanpa aku jawab sekalipun Leo sudah pasti tahu mengenai hal itu. Sedangkan pandanganku masih terus fokus pada Velia yang masih terdiam.


"Vel, kenapa kamu malah diam aja?" Tanyaku heran melihat Velia malah terus diam saja sambil menunduk, wajahnya juga seperti sedang di sembunyikan dariku dan Leonard.


"Vel!!" Panggilku sambil mengguncangkan tubuhnya.

__ADS_1


Tiba-tiba,,,


Brukk,,,,


__ADS_2