Menikah Karena Dijual

Menikah Karena Dijual
MKD-EPISODE 14.


__ADS_3

"Menyerah saja Nova ! Aku janji akan melakukan nya dengan lembut dan tidak terlalu menyakitkan" ucap Ardan seolah apa yang akan ia lakukan adalah hal kecil.


Nova menggelengkan kepalanya, ia menatap Ardan layaknya orang gila. Perlahan Ardan semakin mendekat sehingga menghimpit tubuh Nova di pintu utama. Mata Nova melirik ke kiri dan ke kanan untuk mencari sesuatu yang bisa menyelamatkan dirinya saat ini.


"Mas jangan lakukan ini ! Kamu pasti akan menyesali nya. Aku juga belum melakukan tes kehamilan jadi belum tentu ada anak di rahimku" ucap Nova berusaha menyadarkan Ardan.


"Dan walaupun kenyataan nya aku memang hamil, itu anak kamu mas seharusnya kamu senang karena kita akan menjadi orang tua" sambung Nova lagi.


"Itu terdengar sangat menarik Nova, sebentar lagi aku akan menjadi Ayah, dan apakah anak itu akan menyayangiku ?"


"Tentu saja dia akan sayang padamu Mas, dia anak mu" dengan cepat Nova menjawab, matanya menatap ke bawah dan melihat pis@u di tangan Ardan masih mengarah ke perutnya, tubuh Nova menegang ketakutan.


"Tapi sayang nya itu bukan anakku" teriak Ardan menggema, dan lagi-lagi Nova melihat ada kesedihan di mata Ardan.


"Apakah kamu tau kenapa ?, Karena aku tidak bisa memiliki anak, aku tidak subur Nova" jerit Ardan lagi


Nova tercengang mendengar ucapan Ardan, jika itu kenyataan nya ia tidak hamil.


"Jadi anak itu pasti anak pria lain" ucap Ardan terdengar kalau dirinya begitu hancur.


Nova ingin mengatakan kalau ia tidak hamil, tapi sebelum ia berhasil mengatakan apa-apa Ardan kembali mengarahkan pisau itu padanya.


"Dan sekarang, aku akan membuat kamu membayar apa yang telah kamu lakukan di belakangku" ucap Ardan sambil tersenyum, ia menjambak rambut Nova sambil membayangkan akan memotong-motong daging tubuh Nova dengan lihai.


Namun Nova tidak kehabisan akal, ia pun menendang barang berharga milik Ardan hingga membuat pria itu menjerit kesakitan. Saat Ardan lengah Nova segera berlari untuk menyelamatkan dirinya.


"Sialan !" Umpat Ardan


Mata Ardan melihat ke arah Nova yang hendak berlari ke lantai atas, dengan gerakan cepat ia melempar pisau di tangannya hingga menancap di punggung Nova.


Nova terdiam di tempat, ia dapat merasakan punggung nya ngilu dan perlahan ruangan itu menjadi gelap tanpa cahaya.


Ardan tersenyum saat melihat Nova yang tidak berdaya, ia lupa bahwa di rumah itu masih ada orang lain.


*******


3 tahun kemudian...

__ADS_1


"Bu Nova ini ada beberapa file yang harus ibu tanda tangani untuk peluncuran produk baru kita" ucap Deli asisten pribadi Nova.


"Terima kasih Deli, sekarang kamu bisa istirahat siang" jawab Nova seraya membubuhkan tanda tangan nya.


"Baik Bu" balas Deli kemudian berlalu pergi.


Nova bersandar di kursinya, ia menarik napas panjang. Selama tiga tahun ini ia meluncur produk kosmetik nya, dan sekarang Nova berhasil menjadi seorang miliader.


Nova sangat bahagia atas pencapaian nya sekarang, produknya telah mendunia dan sering di pakai oleh kalangan artis papan atas.


Ponsel mewah milik Nova berdering, dan segera Nova menjawab panggilan tersebut.


"Halo Yosi, ada apa " tanya Nova. Yosi adalah salah satu teman Nova, mereka bertemu satu tahun yang lalu dan langsung dekat sampai sekarang.


"Kamu harus datang ke pesta ku malam ini ! Dan ini adalah perintah" jawab Yosi di seberang sana.


"Aku pasti datang Yos" balas Nova sambil tertawa.


"Terima kasih Nona Miliader" Setelah mengatakan itu panggilan telepon terputus secara sepihak. Nova menatap layar ponselnya sambil memutar matanya malas.


*****


Setelah merasa penampilan nya pas dan wajahnya cantik, Nova langsung berangkat ke tempat pesta.


"Hai Yosi" sapa Nova setelah tiba di sana.


Wanita bernama Yosi itu menoleh lalu berjalan mendekati Nova "Hai juga Nov, waw kamu terlihat sangat cantik malam ini"


"Terima kasih, kamu juga terlihat sangat cantik" balas Nova sambil mengedipkan sebelah matanya, membuat Yosi tertawa.


"Ayo ke sana" ajak Yosi dan berjalan duluan, Nova mengikutinya dari belakang dimana pesta Yosi di selenggarakan di dekat kolam renang.


Nova dan Yosi terus berjalan mendekati tempat pesta, ada banyak wanita cantik yang hadir disana. Tiba-tiba langka kaki Nova terhenti saat mendengar suara seseorang.


"Bu Nova"


Nova menoleh kebelakang, lalu tersenyum ke arah Deli yang juga hadir malam itu.

__ADS_1


"Hai Del, kamu terlihat sangat cantik sekarang, dan sudah ku bilang jangan panggil aku Ibu jika tidak sedang bekerja" ucap Nova memarahi Deli.


"Hehe, maafkan Nov, aku hanya pangling karena malam ini kamu sangat cantik, lihat semua pria disini menatapmu dengan kagum"


Nova menatap sekeling, benar apa yang dikatakan Deli kalau seluruh pria disana menatap ke arah Nova.


"Biarkan saja mereka" ucap Nova mengangkat bahunya.


Namun beberapa detik kemudian, kedua bola mata Nova terkejut saat melihat seorang pria sedang menatapnya dengan intens. Nova harus menelan ludah dengan cepat untuk menghilangkan kegugupan yang ia rasakan.


*******


Flashback On...


"Tuan kiriman kita berhasil" ucap Gian tangan kanan Elthan.


"Baguslah kalau begitu" jawab Elhan kemudian.


Saat ini keduanya sedang memeriksa pengiriman dari perusahaan nya ketempat lain, selain menjadi CEO di perusahaan itu Elthan juga seorang Mafia, orang-orang memanggil nya dengan sebutan Dewa Mafia karena Elthan terkenal kejam dalam urusan bisnis.


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, Yosi adik perempuan Elthan masuk.


"Kakak aku ingin kamu datang ke pesta ku malam ini ! dan aku tidak ingin mendengar penolakan mu" seperti biasa sikap Yosi akan selalu seperti ini, semua orang tau kalau wanita cantik itu suka memerintah.


"Aku tidak bisa Yosi, aku masih banyak pekerjaan yang harus aku urus"


"Yakin kakak tidak akan datang ?, padahal aku sudah mengundang Nova, aku Yakin banyak pria yang akan menatap nya malam ini"


Elthan langsung menatap ke arah Yosi, adiknya itu tahu saja bagaimana caranya supaya ia tidak menolak.


Nova adalah wanita yang Elthan sukai selama ini, ia sudah memendam rasanya selama empat tahun.


Menurut Elthan, Nova adalah wanita yang luar biasa, dia cantik dan juga seksi. Tapi masalahnya adalah Nova tidak tertarik padanya, mereka sering bertemu saat Nova menemani Yosi. Hanya saja wanita itu terus menganggap kalau Elthan adalah orang asing.


"Ya sudah kalau kakak tidak mau datang, nanti jangan salah kan aku kalau aku mengenalkan Nova ke pria lain" ucap Yosi kemudian berlalu pergi.


Elthan menarik napas panjang "batalkan jadwal ku malam ini Gian !" pinta nya pada Gian yang sejak tadi terkekeh geli.

__ADS_1


__ADS_2