
Diam-diam Nova keluar dari pintu dapur menuju halaman belakang, ia mencari tangga untuk memanjat pagar namun tak dapat menemukan benda itu di manapun.
"Masa iya di rumah semegah ini tidak ada tangga" gumam Nova. Matanya kembali mencari sesuatu untuk ia gunakan namun tak menemukan apa-apa. Hingga akhirnya ia menatap sebatang pohon dan Mencoba untuk memanjatnya.
Ketika Nova sudah mencapai atas, salah satu kakinya ia letakkan ke atas pagar dan menjadikan tangannya sebagai penopang. Saat Nova hendak mengangkat kaki satunya, salah satu anak buah Elthan mengejarnya.
"Hei, nona turun !"
Mendengar teriakan yang tiba-tiba, Nova ketakutan dan kehilangan keseimbangan. Membuatnya terjatuh, hingga lututnya terluka dan beberapa goresan di tangan dan kaki.
Tadi saat anak buah Elthan melihat Nova memanjat pohon salah satu dari mereka langsung berlari untuk menemui Elthan, mereka harus memberi tahu kabar ini pada sang bos.
"Tuan" panggilnya setelah membuka pintu ruangan, disana ia melihat Elthan sedang duduk di kursi kebesarannya.
"Ada apa ?" Tanya Elthan
"Nona Nova sedang memanjat pohon di halaman belakang"
Mendengar hal itu Elthan langsung berdiri dari duduknya dan berlari menuju halaman belakang, disana ia melihat Nova tengah berbaring di rerumputan.
__ADS_1
"Sialan" umpat Elthan, ia kembali berlari mendekati Nova untuk membantu wanita itu berdiri. Terdengar Nova mendesis kesakitan.
"Apa kamu baik-baik saja ?" Tanya Elthan seraya menatap wajah Nova.
"Kaki dan lututku sakit" jawab Nova, beruntung saat ia terjatuh tadi wajahnya tak membentur tanah.
Mata Elthan langsung melihat bagian tubuh Nova yang terluka, hingga tanpa aba-aba ia langsung mengangkat tubuh Nova dan membawanya ke kamar. Sedangkan Gian mengikuti dari belakang.
Elthan membaringkan tubuh Nova ke atas tempat tidur dan meminta Gian mengambilkan kotak P3K.
"Memangnya apa yang akan kau lakukan sampai memanjat pohon itu ?" Tanya Elthan dengan suara tenang.
"Aku hanya melihat-lihat" jawab Nova menghindari tatapan mata Elthan.
"Tapi aku baik-baik saja kan, hanya kakiku yang sakit"
"Kenapa kamu harus melakukan ini ? Selama ini aku berusaha menyelamatkanmu dan melindungi mu, tapi ini balasanmu bahkan kau sampai melukai dirimu sendiri" ucap Elthan frustasi.
"Makanya biarkan aku pergi, mengapa kamu menahan ku disini ?"!
__ADS_1
Elthan berjalan mendekati Nova, ia menatap wajah wanita itu dengan tajam.
"Dengar Nova !, Dengarkan aku baik-baik !. Karena aku tidak akan mengulanginya lagi, jika kamu mencoba melarikan diri lagi aku bersumpah demi nama ibuku, aku akan membuatmu menyesal. Apa kau mengerti ?" Ancam Elthan dengan napas terengah-engah saat ia menahan amarahnya.
Mendengar hal itu Nova menjadi takut, untuk pertama kalinya ia menelan ludah dengan susah karena Elthan. Matanya mulai berkaca-kaca, sedangkan Elthan keluar kamar dan membanting pintu dengan keras.
Tak berapa lama Gian datang bersama seorang dokter untuk mengobati luka-luka Nova. Wanita itu hanya diam saja saat sang dokter mengoleskan obat pada lukanya.
*
*
*
Malam harinya Elthan kembali memasuki kamar dan melihat Nova sedang tertidur, ia duduk di sisi tempat tidur, memindahkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah cantik Nova, menatap wajah Nova untuk beberapa saat.
"Tidakkah kamu tau kalau aku sangat mencintaimu" bisiknya di telinga Nova.
Dan malam ini karena tadi Nova kecelakaan membuat Elthan akan menjaga wanita itu, ia akan tidur di sofa untuk memastikan kalau Nova baik-baik saja.
__ADS_1
Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, Elthan merebahkan dirinya di sofa.. kakinya yang panjang menjuntai di lantai. Mungkin karena rasa lelah tak berapa lama ia sudah tertidur.
Keesokan paginya Nova terbangun, ia mengubah posisi menjadi duduk dan terkejut saat melihat Elthan tidur di sofa.