
Nova berbalik saat ia bangun dari tidurnya. Senyum nya langsung menghiasi wajahnya. Sudah lima tahun waktu yang ia lewati setelah Elthan bangun dari komanya, dan itu benar- benar tahun terindah dalam hidupnya.
Ia menatap suaminya, yang sudah menatapnya dengan kekaguman. Cinta yang dimiliki Elthan untuknya tidak ada habisnya. Nova tersenyum sambil menatap mata Elthan. Tidak ada satu hari pun ia tidak berterima kasih pada takdir karena telah membawa Elthan ke dalam hidupnya.
"Selamat ulang tahun yang ke lima," Ucap Nova, Elthan terus memandangnya dengan penuh kasih sayang dan mencium keningnya.
"Apakah kamu tahu bahwa kamu adalah satu- satunya hal yang membuatku ingin bangun di pagi hari?" Balas Elthan sambil tersenyum.
"Oh, benarkah? Bagaimana dengan pekerjaan dan tugasmu?" Nova bertanya sinis.
"Itu bisa menunggu, sayang. Kamu lupa kalau aku bosnya." Elthan mengedipkan mata, Nova tertawa seraya menggelengkan kepalanya.
Elthan membungkuk untuk mencium istrinya tapi pintu kamar terbuka, di susul dengan kemunculan putra mereka yang berusia lima tahun. Dan di belakangnya adalah putri mereka yang berusia satu setengah tahun,
Nora mencoba naik ke tempat tidur, dan Elthan tertawa sambil mengangkatnya dan membuatnya duduk tengkurap. "Apa yang sedang dilakukan putriku?" Elthan bertanya dan mencium seluruh wajah putrinya. Anak cantik itu terkekeh geli.
Di sisi lain, Nando meringkuk ke ibunya dan sudah setengah tertidur.
__ADS_1
"Nora membangunkanku. Aku ingin kamar tidur terpisah Ayah. Dia selalu membangunkanku sepagi ini."
Nova menertawakan kemalasan putranya. Sedangkan Elthan menatap putrinya dengan pandangan bertanya.
"Nora, sayang, kamu melakukan hal yang terbaik," Ucap Elthan seraya mencium pipi Nora berulang kali.
"AYAH!" Kata Nando tidak setuju.
"Apa!?" Elthan bertanya, mengangkat alisnya. Kemudian menyerahkan Nora pada Nova sedangkan dirinya menarik tubuh Nando, ia menggelitiki putranya
"Ayah, st- stoooop." Nando tertawa sampai air matanya keluar.
"Aku bukan anak kecil, Ayah," bantah Nando.
*********
Semua orang bersiap- siap untuk pesta ulang tahun pernikahan Elthan dan Nova. Anak- anak berlarian, sudah dalam setelan mereka. Nando mengenakan setelan biru tua, dan Giovani Marcello (putra Yosi dan Logan), yang berusia empat tahun, mengenakan setelan abu- abu. Keduanya berlarian. Nando dan Gio adalah sahabat terbaik, keduanya suka menggoda Viola, yang berusia tiga tahun dan satu- satunya anak perempuan dari Gian dan Feza.
__ADS_1
"Vi, kamu terlihat seperti ratu Halloween," Ucap Gio, ia dan Nando sama- sama tertawa sementara Viola marah dan melangkah ke arah Elthan. Wajah kedua anak laki- laki itu menjadi pucat ketika mereka melihatnya pergi kesana.
Seluruh aula menjadi sunyi saat ratu mansion berjalan menuruni tangga bersama putrinya. Elthan melihat mereka, ia maju ke depan, dan meraih tangan Nova sambil menggendong puterinya. Pasangan itu mulai berjalan menuju para tamu saat semua orang mengucapkan selamat satu per satu.
Pesta berlanjut, dan tarian pertama malam itu dimulai. Elthan mencengkeram pinggang Nova sementara Nova meletakkan tangannya di dada sang suami.
Keduanya saling menatap mata satu sama lain. Nova menyanyikan liriknya dengan pelan sehingga hanya Elthan yang bisa mendengarnya.
Elthan menyeka air mata yang jatuh dari mata Sang istri dan menyatukan kepala mereka. Keduanya memejamkan mata dan terus menari.
Di sudut sana Ken berdiri dan bersandar pada pilar dan menatap pasangan bahagia. Ia telah mencoba dan telah berusaha keras untuk melanjutkan, tetapi tidak bisa. Ia telah meletakkan hatinya pada Chica, tetapi wanita itu justru menghancurkannya.
Ekspresi kesedihan menempel di wajahnya. Ia merasa sangat kesepian. Melihat teman- temannya semua bahagia dalam hubungan mereka membuatnya bahagia, tapi pemandangan itu juga membuat hatinya berlubang. Ia ingin mencintai lagi. Ia ingin memiliki masa depan yang bahagia dan indah di depannya.
Ken merasakan seseorang memegang tangannya dan meremasnya. ia melihat ke kiri dan melihat Isabelle dengan senyum meyakinkan di wajahnya. Ken menghela nafas dan melihat ke arah di mana semua orang bergoyang di lantai dansa. Tapi Ken tidak berpaling dari wajah Isabelle. Wanita ini telah bersamanya di setiap langkahnya.
Senyum penuh harapan muncul di wajah Ken. Mungkin sekarang ia punya alasan untuk pindah hati setelah semuanya terjadi.
__ADS_1
**TAMAT**