Menikah Karena Dijual

Menikah Karena Dijual
MKD-Episode 23


__ADS_3

Elthan mengendari mobilnya sendiri, dan ada dua mobil yang sejak tadi mengawalnya. Sangat berbeda di Indonesia karena disana Elthan akan di kawal dengan ketat, namun jika di Italia pria itu hanya membutuhkan beberapa pengawal saja, bahkan sebenarnya tanpa pengawal pun ia bisa.


Negara Italia adalah kekuasaan nya, selain karena negara kelahiran nya, Italia pernah di pimpin oleh Ayahnya sendiri. Semua orang takut terhadap keluarganya.


Saat ini Elthan akan menemui teman nya yang paling kuat di dunia Mafia, bahkan anak buah Elthan saja yang sudah di ajari ilmu bela diri tetap saja masih di kalahkan oleh pria itu. Elthan menyeringai saat memikirkan sosok teman nya, orang yang sangat kejam dan tidak pernah memberikan kesempatan kedua pada siapapun.


Elthan memarkirkan mobilnya tepat di depan rumah mewah, semua penjaga membungkuk hormat pada Elthan saat pria itu turun dari mobil dan memasuki rumah. Di sofa ruang tamu Logan berdiri untuk menyambut kedatangan Elthan.


"Elthan, akhirnya kau datang juga" ucap Logan dengan ramah.


"Tentu saja aku datang" jawab Elthan.


"Ayo silahkan duduk !"


Keduanya duduk di sofa ruang tamu saling berhadapan.


"Bagaimana kabarmu ?" Tanya Elthan setelah seorang pelayan datang sambil membawa minuman.


"Baik" jawab Logan "Orang yang melarikan diri dari pengawasan anak buahmu, sekarang berada di bawah pengawasan anak buahku" ucap Logan sambil menyeruput minumannya.


Elthan menyeringai, memang begini lah cara kerja Logan. Pria itu selalu berhasil menangkap seseorang yang berani melarikan diri.

__ADS_1


"Aku tau kamu akan melakukan nya, bahkan sebelum aku memintamu melacaknya" ucap Elthan sambil mengangguk-anggukan kepalanya.


"Kau kan sudah lama mengenalku" jawab Logan dengan seringai di wajahnya.


"Apa dia sudah membuka mulut ?"


"Tentu saja dia harus melakukan nya"


"Lalu apa yang dia katakan ?"


"Dante adalah dalang dari semua in" ucap Logan membuat Elthan tersenyum.


"Sudah ku duga, hanya dia yang bisa melakukan ini. Dasar bodoh"


"Lalu apa rencana kita sekarang ?" Kembali Elthan bertanya.


"Seperti katamu, kita harus menggerebek rumahnya rumahnya malam ini atau besok" jawab Logan.


"Ya sudah malam ini saja" balas Elthan.


"Kalau begitu kamu makan malam di sini saja, setelah itu kita bersiap-siap untuk melanjutkan rencana kita"

__ADS_1


"Ok"


*******


Sementara itu Nova bingung karena sampai sekarang ia belum melihat Elthan lagi.


"Dimana dia ?" Tanya Nova pada Yosi, saat ini mereka sedang berada di dekat kolam renang.


"Entahlah, harusnya sekarang Kak El sudah pulang" jawab Yosi.


Nova terdiam, ingin bertanya lagi namun ia malu. Hingga kemunculan Feza membuat keduanya menatap wanita cantik itu.


"Apa kamu masih tidak ingin bicara pada Gian ?" tanya Nova karena ia masih melihat ekspresi kesal di wajah wanita cantik itu.


"Entahlah, ini pertama kalinya ia benar-benar membuatku marah" jawab Feza kemudian membuat Nova menggelengkan kepalanya, hanya karena sebuah cokelat membuat Feza tidak bisa bicara lagi pada Gian.


"Tapi menyenangkan saat melihat ekspresi kesal di wajah kak Gian saat kau tak mau bicara padanya" sahut Yosi sambil tertawa.


Feza juga ikut tersenyum, mungkin ia menyukai eskpresi Gian saat ini. Hingga sebuah suara membuat mereka bertiga serempak menoleh.


"Hai, nona-nona cantik" Ucap Gian yang sedang berdiri tidak jauh dari mereka.

__ADS_1


"Apa kalian sedang berpesta ? kalau begitu izinkan kami berdua ikut bergabung" sambung pria itu lagi, membuat Nova melihat kebelakang Gian yang ternyata disana ada Elthan.


Elthan tersenyum ke arah Nova, membuat wanita itu menundukkan kepalanya.


__ADS_2